Diberdayakan oleh Blogger.
alt text

Majelis Dhuha Perdana di Pangkalan Bun

Majelis Dhuha merupakan wasilah untuk memperkuat silaturahim antara para..,

Selengkapnya
alt text

Keutamaan Membaca Al Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah. Al-Qur’an memberikan...

Selengkapnya
alt text

Sukses Hanya Karena Ide Kecil

Ide-ide kecil tak selalu menggambarkan pendapatan kecil. Ide kecil juga bisa berarti big...

Selengkapnya
alt text

Koleksi SMS Taujih

Bila ada yang mau menambahkan, monggo untuk di share di sini, di kolom komentar...

Selengkapnya
alt text

Bidadari-Bidadari Surga yang Disegerakan

Wanita adalah sebuah maha karya Allah. Dibalik kelembutannya ada kekuatan yang dapat menggerakkan sebuah laju peradaban.

Selengkapnya
alt text

Surat - Surat Al Quran yang Disunahkan

Saudaraku sekalian..., tahukah anda tentang surat dalam Al Quran yang dianjurkan untuk sering dibaca selain kegiatan mengkhatamkan Quran setiap bulannya?

Selengkapnya
alt text

KISAH NYATA KEAJAIBAN SHOLAT

Profesi awalnya adalah sopir angkot, pada suatu ketika...

Selengkapnya
alt text

Keutamaan Puasa di Hari Asyura 10 Muharram

Rasul saw. Bersabda : "Barang siapa puasa pada hari 'Asyura (tanggal 10) Muharram,

Selengkapnya

BPS Kobar Lakukan Pelatihan Sakernas

  • Kamis, 19 Juli 2018
  • by
  • ikadikobar

  • Pangkalan Bun - BPS Kobar lakukan Pelatihan Tugas Survei Angkatan Kerja Nasional pada hari Rabu-Jumat 2018 di Hotel Alibaba. Dalam sambutannya pada acara pembukaan Pelatihan, Ketua BPS Kobar meminta peserta agar dapat mengikuti pelatihan dengan seksama dan memahami definisi dan hal-hal baru dalam sakernas Agustus ini. Ketua BPS Kobar OO SUHARTO menambahkan bahwa kita perlu taat waktu, dan disiplin dalam pelatihan, maupun pencacahan.
    Kegiatan pelatihan ini menurut kepala BPS Kobar berguna untuk mengumpulkan data ketenagakerjaan. Kegiatan pembukaan pelatihan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan diakhiri dengan doa.

    Read More...

    Haid bukanlah halangan meraih kemuliaan lailatul Qadar

  • Sabtu, 09 Juni 2018
  • by
  • ikadikobar

  • Mendapatkan haid ketika iktikaf di 10 malam terakhir pastinya 'sesuatu'.

    Ada rasa sedih itu manusiawi sebagaimana aisyah menangis saat mendapatkan haid di haji wada'

    Akan tetapi haid bukan alasan untuk tidak mendapatkan keberkahan Ramadhan karena ibadah ramadhan banyak jenisnya, sementara yang terlarang untuk perempuan haid hanya sholat dan puasa.

    Maka tetaplah berupaya menjaga kesinambungan amal di hari-hari kemaren seperti berzikir, sedekah, memberi makan orang berpuasa, berlama-lama bersama Al Qur'an dengan berbagai macam bentuk interaksinya.

    Dan di sini, karena akhwat shalat taraweh dan qiyamul lail di tenda halaman masjid, maka yang haid masih bisa tetap merasakan ruh shalatnya dengan cara menyimak bacaan imam. Minimal 3 juz di setiap malamnya.
    Read More...

    Ratusan Peserta Hadiri Kegiatan Terapi Qur'an

  • Kamis, 10 Mei 2018
  • by
  • ikadikobar

  • Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan,  Pengurus Daerah Ikadi Kobar bersama bekerja sama dengan Forum Terapi Qur'an Kotawaringin Barat,  Masjid Assalam,  dan Arsyi mengadakan kegiatan Terapi Qur'an dalam rangka mensucikan jiwa dan aqidan serta gangguan mahluk gaib pada hari Kamis,  10 Mei 2018.

    Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat.


    Read More...

    Hikmah dan Teladan dari Ibunda Khadijah Istri Rasulullah saw

  • Sabtu, 05 Mei 2018
  • by
  • ikadikobar

  • ummu.khalidalfarisiRegrann from @dr.ferihana

    Rumah tangga itu adalah kebersamaan
    Bergandeng tangan bersama
    Ringan sama dijinjing berat sama dipikul

    Maka,

    Terhadap Suaminya
    Janganlah seorang istri selalu berkata "mana hakku mana kewajibanmu"

    Jangan pula senantiasa berprinsip,
    Ini hartaku adalah milikku, dan hartamu wahai Suami adalah juga milikku
    Hartaku hartaku, hartamu hartaku

    Sungguh,

    Tak ada lelaki yang sempurna
    Biarlah dia miskin, tapi dia setia dan menyayangi kita

    Itu jauh lebih membahagiakan dan mendamaikan

    Karena di luar sana banyak lelaki kaya yang tak setia dan aniaya
    Dan betapa sengsaranya wanita yang menjadi istrinya, wal iyaadzu billah

    Maka jika Suami kita miskin dan kita ditaqdirkan kaya
    Adalah keutaman jika kita bershadaqah kepada Suami kita
    Insya Allah harta kita akan diberkahi Nya

    Ingatlah keutaman suri tauladan kita Bunda Khadijah radhiyallahu 'anhaa

    Beliau memberikan hartanya kepada suaminya, yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, sebagaimana hal ini disampaikan oleh Rasulullah

    وَوَاسَتْنِى بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِى النَّاسُ

    Ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku (HR. Ahmad)

    Dan,

    Bukankah Rasulullah menyuruh kita menyelamatkan diri kita dari neraka jahanam dengan banyak shadaqah ?

    يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي أُرِيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

    Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah. Karena diperlihatkan kepadaku mayoritas penduduk neraka adalah kalian (HR. Al-Bukhari no. 304)

    Dan, mari kita baca apa sabda Rasulullah pada Zainab Ats Tsaqafiyah yang memberi harta untuk Suaminya

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    لَهُمَا أَجْرَانِ أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ

    Kedua wanita itu mendapatkan dua pahala yaitu pahala membantu kerabat dan pahala sedekah (HR. Bukhari no. 1466 dan Muslim no. 1000)

    Jadi,

    Mengapa mesti risau jika Suami kita kekurangan harta
    Justru saat suami miskin inilah ladang pahala bagi seorang istri

    Mari semangat bershadaqah
    Baarakallahu fiikum akhawatiy

    dr. Ferihana Ummu Sulaym
    Mudarrisah di Madrasah Uwais Al Qorniy
    Read More...

    Kekuatan niat

  • Jumat, 06 April 2018
  • by
  • ikadikobar


  • Pernahkah merasakan jam 10 perut sudah keroncongan gara-gara belum sarapan?

    Pasti pernah, atau malah sering.

    Kalau saya telat makan, biasanya kepalanya jadi pening. Obatnya gampang, makan nasi anget yang pulen, meski lauk seadanya. Biasanya pusingnya ilang.

    Anehnya ini tidak terjadi ketika sedang berpuasa, meskipun gak sempat sahur atau sahurnya hanya sekedar minum segelas air putih.

    Kok bisa?

    Itulah kekuatan niat. Niat puasa membuat kita lupa akan derita lapar. Otak pun sudah diset kalau nanti makannya menunggu adzan Maghrib. Jadi meski perut sedikit lapar, otak akan mengingatkan.

    Bagi orang berpuasa mendengar adzan Maghrib itu seperti mendapatkan kenikmatan tiada tara. Meski suara adzannya tak semerdu denting harpa.
    Read More...

    Jangan Bawel jadi Ortu

  • Rabu, 13 September 2017
  • by
  • ikadikobar


  • "Ayah, nanti kalau aku nikah, acaranya nikahan & makan-makan aja." kata Qawwam (9 tahun) menjelang tidur malam hari.
    "Oh gitu wam. Tapi kalo calon mertuamu gak mau bagaimana ? Kalo minta tambahan acara-acara lain." Tanyaku balik
    "Ya udah, gak usah aja."
    "Gak usah nikah maksudnya ?" Tanyaku
    " Hrrghg ayaaaah ! Gak usah nikah Ama aku, aku cari yang lain aja !" Katanya pasti
    "Ohhhh... Oh ya wam, rasul itu kasi petunjuk perempuan seperti apa yang perlu kau nikahin."
    "Apa kata rasul yah ?"
    "Ada empat wam. Karena cantiknya, hartanya, keturunannya & imannya"
    "Dan sebaiknya kita pilih karena imannya"
    "Dan tahu gak wam, ayah dapat empat2nya. Bunda cantik, kan namanya Ayu wam. Keturunan baik-baik, kan Mbah kung AKTIVIS Muhammadiyah. Hartanya juga lumayan wam, kan dokter. Terus, insya allah bunda juga beriman wam."
    "Kalau kau wam, pilihan apanya ?
    "Hartanya yah, biar aku kaya" jawab Qawwam sambil memainkan mata & alisnya.
    "Bukan imannya wam, seperti kata rasul ?"
    "Kan bisa didakwahi yaaaaahhh, biar beriman."  Katanya tegas namun sedikit berbisik
    "Terus kalo gak mau juga bagaimana ?"

    "AAYAAAAAHHH..... KU KENTUTIN lho ayah kalo nanya-nanya ini terus ! Bosen aku ! " Katanya sambil mencubit lenganku & matanya melotot ke arahku yang sedang tertawa terbahak-bahak

    Pesona Bangil , 11 September 2017
    Rizqi Tajuddin
    #BabahAca
    Read More...
  • by
  • ikadikobar


  • "Ayah, nanti kalau aku nikah, acaranya nikahan & makan-makan aja." kata Qawwam (9 tahun) menjelang tidur malam hari.
    "Oh gitu wam. Tapi kalo calon mertuamu gak mau bagaimana ? Kalo minta tambahan acara-acara lain." Tanyaku balik
    "Ya udah, gak usah aja."
    "Gak usah nikah maksudnya ?" Tanyaku
    " Hrrghg ayaaaah ! Gak usah nikah Ama aku, aku cari yang lain aja !" Katanya pasti
    "Ohhhh... Oh ya wam, rasul itu kasi petunjuk perempuan seperti apa yang perlu kau nikahin."
    "Apa kata rasul yah ?"
    "Ada empat wam. Karena cantiknya, hartanya, keturunannya & imannya"
    "Dan sebaiknya kita pilih karena imannya"
    "Dan tahu gak wam, ayah dapat empat2nya. Bunda cantik, kan namanya Ayu wam. Keturunan baik-baik, kan Mbah kung AKTIVIS Muhammadiyah. Hartanya juga lumayan wam, kan dokter. Terus, insya allah bunda juga beriman wam."
    "Kalau kau wam, pilihan apanya ?
    "Hartanya yah, biar aku kaya" jawab Qawwam sambil memainkan mata & alisnya.
    "Bukan imannya wam, seperti kata rasul ?"
    "Kan bisa didakwahi yaaaaahhh, biar beriman."  Katanya tegas namun sedikit berbisik
    "Terus kalo gak mau juga bagaimana ?"

    "AAYAAAAAHHH..... KU KENTUTIN lho ayah kalo nanya-nanya ini terus ! Bosen aku ! " Katanya sambil mencubit lenganku & matanya melotot ke arahku yang sedang tertawa terbahak-bahak

    Pesona Bangil , 11 September 2017
    Rizqi Tajuddin
    #BabahAca
    Read More...
     
    Copyright (c) 2010 Blogger by Blogger
    Facebook : IKADI KOBAR, My Twitter