April 2012



Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu, U diriku, keluargaku & sahabat2ku tercinta fillah, HIDUP BAHAGIA di era global ma'siyat, 
1. Tetap serius & disiplinkan diri dalam TAAT walau dianggap asing, kampungan, sok alim, riya dsb, 
2. Selalu setiap hari mulai waktu fajar berinteraksi dg ALQUR'AN, 
3. "Ihyaaussunnah" konsisiten menghidupkan SUNNAH2 RASULULLAH, seperti tahajjud, dhuha, jaga wudhu, membiasakan zikir di setiap kesempatan & selalu berjamaah di mesjid dimulai waktu subuh, 
4. Hiasilah kehidupan rumah tangga dg KETELADANAN & KEMESRAAN dalam SYARIATNYA, 5. Senang berguru & mengunjungi ULAMA yg ISTIQOMAH, 
6. Duduk & berkumpul dg ORANG2 SHOLEH, 
7. Hadir di MAJLIS ILMU & ZIKIR, 
8. Selalu menyempatkan duduk diatas sajadah u MUHASABAH DIRI persiapan HIDUP setelah MATI, 
9. Beraktifitas dg semangat SYUKUR, BAIK SANGKA & OPTIMIS, 
10. Segalanya selalu dimulai dg DOA & diakhiri dg TAWAKKAL, ALHAMDULILAH. "Semoga Allah bahagiakan kita dg semangat TAQWA & KEMULIAAN AKHLAK...aamiin".


ikadikobar.blogspot.com - Pangkalan Bun. Asap tebal mengepul tebal di belakang Masjid Miftahul Huda RT. 23 Kel. Sidorejo, Pangkalan Bun. Bukan dari pembakaran sampah.. atau lahan seperti pada musim kemarau, tapi berasal dari rumah dan 2 Barak milik Hj. Gudang Raharjo. Peristiwa ini terjadi Pada Hari ini Rabu 18 April 2012 Pukul 10.00 wib. Dua buah unit mobil pemadam sempat memadamkan api, tapi api sudah terlebih dulu menghanguskan rumah bu Raharjo. Sedikitnya 3 rumah dan 3 buah sepeda motor hangus dilalap si jago merah. tidak ada arang - barang yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah, bahkan sang pemilik rumahpun hampir terkena api, lantaran kondisi beliau yang sudah renta dan lumpuh selama satu tahun terakhir. dan sekarang beliau sedang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. 

Dua buah unit barak milik bu Raharjo disewa oleh Bapak Suprapto, warga asal demak ini memiliki anak buah 9 orang yang berprofesi sebagai pengepul barang-barang bekas. 2 buah unit sepeda motor masih baru, kata beliau. Dan Kami tidak sempat menyelamtkan barang-barang berharga kami termasuk dokumen-dokumen lainnya kata beliau. Setelah api dipadamkan tampak karyawan beliau dan pemilik rumah mengais puing-puing kebakaran untuk mengambil barang-barang yang bisa dipakai, dan alhamdulillah siang itu juga barang berharga milik bu Raharjo berupa sedikit emas bisa ditemukan. 


Kini Bapak Suprapto dan karyawan hanya bisa memakai pakaian yang tersisa, yaitu yang diapaki dan dijemur di jemuran. Bapak Suprapto berharap agar ada pihak-pihak yang dapat membantunya.

ikadikobar.blogspot.com - Dua pekan lalu saya diundang oleh tokoh pedagang Tanah Abang yang sangat sukses, saking banyaknya kios yang dimiliki – dia sampai tidak hafal jumlahnya karena setiap saat ada kios baru yang sedang dalam persiapan. Dia mengajak saya blusukan dari kios ke kios, dan nyaris semua orang di pasar itu mengenalnya dan memanggilnya Pak Haji. Tetapi jangan dibayangkan ini bagian Tanah Abang yang gedungnya mentereng itu, ini sisi lain dari Tanah Abang yang saya sendiri baru tahu setelah seperempat abad lebih hidup di Jakarta.

Letaknya adalah dari stasiun kereta menuju bangunan pasar yang megah, di sepanjang jalan Anda akan jumpai bangunan-bangunan sederhana yang padat penuh dengan pedagang. Di antara bangunan ini bahkan sebagiannya menhadap ke sungai – yang Anda bisa bayangkan kondisinya sungai di pusat kepadatan penduduk Jakarta. Bila Anda pernah blusukan di antara bangunan-bangunan tersebut, besar kemungkinan itu milik Pak Haji yang saya ceritakan ini.

Saya yakin sebagian besar kita tidak tahu, bahwa baju-baju yang dijual di pasar Pak Haji ini adalah muara dari sekian banyak toko pakaian di seluruh nusantara bahkan juga negara lain. Baju-bajunya sama bagusnya dengan yang dijual di pasar yang mewah disampingnya, tetapi tentu dengan harga yang jauh lebih murah karena sewa tempatnya yang tidak mahal.

Rata-rata pedagang di pasar itu punya client base para retailer  yang sudah lama dikenalnya. Mereka yang tahu keberadaan pasar ini dan tidak peduli dengan segala ketidaknyamanannya untuk berbelanja, tetapi yang jelas ada barang bagus dan murah disana.

Setelah Pak haji ini selesai mengajak saya tour sambil menjelaskan segala macam problema yang dihadapinya, Pak Haji ini ingin saya juga ikut memikirkan bagaimana mereka bisa memenangkan perasingan yang ada di depan mata. Saya tidak bisa langsung menjawabnya, pertama karena ini pasar yang sangat berbeda dengan yang pernah saya garap.  Kedua saya juga rada minder, bagaimana saya bisa memberi masukan ke orang yang sudah begitu sukses dan dihormati di komunitasnya. Maka sampai pulang saya tidak merasa mampu memberikan masukan yang berarti.

Keesokan harinya saya berkesempatan jalan-jalan di mall paling mewah di Jakarta selatan, dari sulitnya mencari tempat parkir saya bisa menebak bahwa hari itu mall pasti lagi ramai-ramainya. Betul juga, di dalam manusia penuh sesak berlalu lalang. Tetapi saya amati ada yang rada aneh, di dalam deretan toko dan department store internasional yang menjadi icon mall itu – ternyata tidak begitu ramai. Di luar toko orang yang berlalu lalang juga tidak banyak yang mententeng tas hasil belanjaan.

Dari dua pengalaman ini saya kemudian membandingkannya secara sederhana. Di pasar tanah abangnya Pak Haji di atas, meskipun tempatnya kurang nyaman – tetapi pengunjung mereka adalah para pembeli yang serius. Di sisi lain di mall paling mewah di Jakarta Selatan tersebut, pengunjungnya sangat banyak – tetapi tidak berarti mereka pembeli.

Karakter para pengunjungnya –pun berbeda. Mayoritas pengunjung pasar Pak Haji adalah para pedagang/pemilik toko dari berbagai kota, yang rela bersusah payah untuk datang demi memperoleh barang yang bagus dengan harga grosir yang murah. Sedangkan para pengunjung mall mewah tersebut, rata-rata mereka datang untuk pleasure saja – mereka tidak peduli dengan harga barang disana – toh mereka belum tentu juga  membelinya.

Dengan perbedaan karakter pasar dan pengunjungnya ini, mungkinkah keduanya disatukan ? Secara fisik mungkin sulit. Tetapi dengan teknologi internet yang ada sekarang, hal ini menjadi sangat-sangat mungkin. Inilah yang saya sebut game changer-nya, yaitu pihak yang bisa merubah permainan. Siapa dia ?, bisa siapa saja yang bisa memformulasikan business model baru dan merubah peta permainan di pasar.

Para pengunjung mall mewah yang menghabiskan pleasure time-nya di tempat-tempat yang sejuk di reastaurant atau foodcourt yang ada di mall tersebut, bisa saja pada saat yang bersamaan dia berbelanja pakaiannya di pasar Pak Haji di Tanah Abang.

Tidak sedikit diantara pengunjung mall tersebut yang saya amati mententeng Ipad, Galaxy dan sejenisnya untuk akses internet kapan saja dan dimana saja. Bahkan tidak sedikit pula yang lagi asyik browsing.
 
Lantas saya bayangkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, ketika mereka lagi cuci mata di mall mewah tersebut, melihat baju-baju yang mahal – mereka kembali ke ‘Laptop’-nya yang kini telah menjadi Ipad , Galaxy dan sejenisnya yang lebih praktis, dan menemukan baju yang sama persis dengan harga sepertiga atau separuhnya. Baju-baju yang bagus nan murah ini, nantinya bukan lagi privilege para pedagang yang mau bersusah payah datang ke Tanah Abang, tetapi menjadi pilihan bagi siapa saja yang mau browse and click dari mana saja dan kapan saja.

Maka inilah yang saya sarankan ke Pak Haji tersebut diatas untuk go to the next level, go internet and go e-commerce. Pertahankan pasar fisiknya untuk melayani existing market; expand dengan e-commerce untuk menggarap pasar baru yang sebelumnya tidak tersentuh !.

Peluang untuk merubah permainan semacam inilah yang selama beberapa hari ini saya iklankan di situs ini. Sangat banyak pelamar sehingga saya belum sempat menjawabnya satu per-satu. Namun secara garis besarnya begini, dari sekian banyak pelamar E-Commerce Executive Trainee (EET), hanya sebagian kecil yang akan kami rekrut karena kebutuhannya tidak banyak.

Namun bagi para pelamar untuk menjadi pedagang, vendor/supplier dan para agents; insyaallah akan dibuka selebar-lebarnya dan akan kami undang untuk technical briefingnya tentative akhir April setelah system untuk tiga situs e-commerce yang  saat ini dalam pengerjaan intensif – dapat di-launch. Untuk bisa memenangkan persaingan, kita memang harus bisa ikut merancang permainan itu sendiri, untuk itulah saya ingin mengajak Anda para pembaca situs ini, Insyaallah !.*

*www.geraidinar.com

Biaya Kesehatan Yang (Bisa) Membawa Kebangkrutan…

ikadikobar.blogspot.com - Ada dialog menarik di depan kasir sebuah rumah sakit kecil di Jawa Timur, ketika 16 tahun lalu saya membayar biaya operasi penggantian tulang pinggul ibu saya yang retak. Begitu mahalnya harga sebuah tulang pinggul palsu Made in Germany ini, sehingga untuk menghitung uangnya yang harus dibayar tunai perlu waktu cukup lama. Sampai-sampai orang yang antri di belakang saya bertanya ke saya “kangge mbayar sak monten niku kedah dodolan nopo sampeyan…?” (untuk membayar sejumlah itu Anda harus menjual apa ?).

Inilah gambaran biaya kesehatan yang harus ditanggung masyarakat awam pada umumnya. Bila biaya itu masih berpuluh atau beratus ribu, yang tidak mampu-pun mungkin masih bisa pinjam ke sana ke sini. Bila biaya itu berjuta, berpuluh atau bahkan beratus juta…maka memang menjadi umum di masyarakat, bahwa nereka harus menjual ternak, menjual sawah, atau bahkan menjual rumah untuk membiayai biaya kesehatan yang serius.

Problem biaya kesehatan yang selangit ini sebenarnya bukan khas negara seperti kita, negara yang mengaku dirinya adikuasa seperti Amerika-pun konon terancam bangkrut gara-gara tidak mampu membiaya biasa kesehatan rakyatnya. Presiden negeri itu mati-matian berupaya mereformasi system jaminan kesehatannya, karena dengan system yang ada sekarang crash course kebangkrutannya sudah begitu nyata.

Dalam tiga dekade terakhir, biaya kesehatan rata-rata di negeri itu naik 2.5 kali lebih cepat dari kenaikan pendapatannya. Lantas siapa yang akan membayar ?. Di bayar rakyat tidak terjangkau, di bayar pemerintah – pun pemerintahnya tidak memiliki sumber pemasukan yang memadai.

Gambaran yang mengerikan ini dapat Anda saksikan secara real time dengan angka yang terus bergerak setiap seper sekian detik. Saat artikel ini saya tulis, biaya perawatan kesehatan (medicare) yang belum jelas ada dananya (unfunded) di AS sudah mendekati US$ 80 trilyun. Seberapa besar angka ini sesungguhnya ?

Sebagai gambaran GDP AS tahun ini diperkirakan ‘hanya’ sekitar US$ 16 Trilyun dan GDP Dunia secara total sekitar  72 Trilyun. Jadi perlu kerja lima tahun terus menerus dan tidak menggunakan satu sen-pun hasilnya kecuali untuk membayari biaya perawatan kesehatan – itu baru cukup untuk menutupi unfunded medicare tersebut di AS.

Bahkan seluruh GDP di dunia tahun 2012 ini dipakai untuk membayari unfunded medicare di AS, itu baru cukup menutup 90% dari dana yang dibutuhkan. Jadi mimpi buruk biaya kesehatan ini memang seperti bom waktu yang cepat atau lambat pasti akan mengguncang ekonomi AS dan berarti juga dunia.

Oh tetapi itu tidak masalah bagi kita ?. Semoga saja demikian. Saya sendiri melihatnya ada dua kemungkinan, kita merasa tidak ada masalah karena memang tidak pernah atau belum pernah memikirkannya secara serius. Atau yang kedua memang benar-benar tidak masalah.

Berdasarkan pengalaman saya yang saya ungkapkan dalam bentuk dialog diawal tulisan ini, nampaknya kita memang perlu meng-antisipasi biaya perawatan kesehatan dan biaya obat ini secara sangat serius. Sebab bisa jadi kita tidak merasa ada masalah, bukan karena masalah tersebut yang tidak ada – tetapi hanya karena datanya yang tidak ada.  Bila data berupa realita itu ujug-ujug harus kita hadapi, jangan-jangan kita sangat tidak siap…

Inisiatif project Shipha yang insyAllah akan kami luncurkan bersama dua project e-commerce lainnya akhir bulan ini,  adalah  bentuk langkah proaktif untuk bisa ikut menurunkan biaya kesehatan bagi masyarakat secara luas. Meskipun dikemas dalam bentuk e-commerce, mayoritas penyembuhan yang ada di Shipha Healing References adalah tidak perlu dibeli. Anda bisa perolehnya di sekitar Anda, atau bisa Anda dapat dari dalam Al-Qur’an yang insyaAllah memang sudah ada di tangan Anda.

Bahkan bukan hanya untuk Anda, bagi masyarakat yang ada di sekitar Anda yang tidak terbiasa mengakses internet-pun dapat Anda bantu. Apa penyakitnya, search di pencarian Shipha Healing References – insyaallah akan ketemu alternative penyembuhannya yang diambilkan dari sumber-sumber Al-Qur’an atau Al Hadits.

Dengan demikian insyaallah kita bisa mengatasi masalah kesehatan ini bukan hanya untuk diri dan keluarga kita tetapi juga untuk masyarakat sekitar kita. Mudah-mudahan ketika negeri lain bangkrut gara-gara tidak mampu merawat kesehatan warganya, negeri kita tidak ikut-ikutan bangkrut karenanya. Mudah-mudahan pula rakyatnya tidak harus ‘dodolan menopo…’ untuk bisa membiaya biaya pengobatannya. Amin.*

*www.geraidinar.com

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.