Articles by "Al Qur'an"

Tampilkan postingan dengan label Al Qur'an. Tampilkan semua postingan


Ikadikobar.org, Syekh Aaq Syamsuddin adalah seorang ulama yang sangat terkenal pada masa pemerintahan Sultan Murad II. Ia sangat dikenal kepandaiannya dalam berbagai ilmu pengetahuan, serta ketegasannya dalam mendidik anak didiknya sehingga semua yang berguru kepadanya takut dan patuh terhadapnya. Muhammad Al Fatih sendiri sangat takut kepada sang guru karena pernah dicambuk amat keras.

Syekh Aaq Syamsuddin mendidik Muhammad Al Fatih berbagai ilmu pengetahuan. Karena kecerdasan Muhammad Al Fatih, sang guru tidak terlalu susah mengajarkan Al Qur'an kepadanya. Ya, pertama kali, Muhammad Al Fatih diajari Al Qur'an. Dalam waktu yang amat singkat, ia berhasil menghafalkan Al Qur'an dalam usia yang cukup muda, 8 tahun.

http://


Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan,  Pengurus Daerah Ikadi Kobar bersama bekerja sama dengan Forum Terapi Qur'an Kotawaringin Barat,  Masjid Assalam,  dan Arsyi mengadakan kegiatan Terapi Qur'an dalam rangka mensucikan jiwa dan aqidan serta gangguan mahluk gaib pada hari Kamis,  10 Mei 2018.

Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat.



Kajian Tafsir Odojer Pangkalan Bun, Kal-Teng kembali dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Pebruari 2015 di Masjid Agung Riyadhussholihin. Menurut Siti Halijah, selaku ketua PD Odojer Kotawaringin Barat, kegiatan ini berlangsung atas kerjasama ta'mir Masjid Agung Riyadhussolihin  dengan Pengurus Komunitas One Day One Juz Pangkalan Bun. 

Dalam kajian tafsir kali ini, Ust. Muhammad Ichsan menyampaikan tafsir  surah Abasa, surat ke 2 pada juz 30 tepatnya sesudah surat An Naba. Dalam penyampaiannya, Ust Muhammad Ichsan menyampaikan bahwa Surat Abasa, adalah surat ke 80 dari 114 surat, dan merupakan surat yg diturunkan di Mekkah. Dengan jumlah ayat sebanyak 42. 

Sebab turunnya surat Abasa, 
Banyak sekali dalam alquran, Allah menggambarkan berbagai ekspresi wajah manusia. Dimulai dari yg bahagia, ceria sampai yang sedih.

Pada saat rasul sedang melakukan pendekatan dakwah kepada para tokoh quraish, datanglah abdullah Abdullah ibnu Ummi Maktum yang buta lagi fakir untuk belajar islam dengan langsung berkata "Ya Rasulullah ajari aku apa-apa yang Allah ajarkan pada dirimu". Karena kondisi ia yang buta dan tidak mengetahui di sekitar rasul ada orang lain, maka ia pun mengulangi permintaannya berulang -ulang sehingga akhirnya rasul merasa risih dan kemudian bermuka masam dan berpaling. Sehingga Allah swt menegur beliau dengan turunnya awal surat Abasa.

Setelah turunnya wahyu itu, maka rasulullah saw. Amat sangat menghargai akan Abdullah ibnu Ummi Maktum yang selalu haus akan ilmu, tawadhu, dan senantiasa banyak mengingat Allah dan takut kepada Allah swt. Sehingga Abdullah ibnu Ummi Maktum amat diperhatikan Allah. Dengan meminta kekasihnya Rasulullah Muhammad saw tuk tidak berbuat demikian kepada hamba Allah, Abdullah ibnu Ummi Maktum yang dimuliakan di sisi Allah swt.

Sehingga ketika rasul pergi berperang, maka rasul meminta Abdullah ibnu Ummi Maktum tuk jadi imam di Madinah. 

Jadi, dengan teguran dalam surat ini, rasulullah saw tidak pernah lagi bermuka masam kepada orang -orang fakir, dan memberikan penghormatan berlebihan kepada orang kaya dan para pembesar.

Demikian kajian tafsir bulan ini, semoga bermanfaat dan membuat semakin dekat kepada Allah swt.

Salam odoj dari Pangkalan Bun.




Oleh: ROBERT GUILHEM
(PAKAR GENETIKA YAHUDI)

Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan ke islamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah ( yaitu masa tunggu selama 3 bulan untuk boleh menikah) bagi wanita Muslimah yang dicerai suami nya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya bahwa jejak rekam seorang laki-laki akan hilang setelah tiga bulan.
Guilhem ini yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.
Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen.
Dan Setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki dua hingga tiga.
Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki laki selain pernikahan yang sah.
Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri.
Ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya yaitu setelah ia melakukan test DNA terhadap  anak anaknya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukannya  Ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan social.

"BAHWA WANITA MUSLIMAH, WANITA TERBERSIH DI MUKA BUMI"
Ia yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin yahudi di Albert Einstain College dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan.
Subhanallah....
semoga bermanfaat dan diambil kesimpulannya.

www.instagram.com/idmuslimah


Imam Ibnul Qayyim berkata;

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari SATU JALAN, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya.

Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

(Kitab Al Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali)

-Muhammad Hafiz Auji-



Ikadikobar. Blogspot. Com - Pangkalan Bun, Pada suatu waktu, Ustadz Sukardi, bercerita tentang salah satu tamu rukhyahnya. "Di malam itu, terdapat kelurga yang membawa seorang Anak muda ke Masjid BTN Bumi Asih, tempat rukhyah biasanya dilaksanakan. Beliau kira, anak itu kena gangguan jin, ternyata menurut keluarga bukan gangguan jin, tapi gangguan Narkoba.

Ustadz Sukardi pun kaget, dengan berkata " Apa bisa orang yang kena Narkoba dirukyah ya?" Karena belum pernah beliau merukyah orang yang kena Narkoba. Lalu beliau bertanya apa gejala anak ini? Keluarga pun menyebutkan bahwa yang bersangkutan sudah tidak tanggap dengan keadaan, bahkan dipanggil namanya pun tidak noleh dan menjawab. 

Lalu dengan mengharap ridho dan pertolongan Allah, Ustadz Sukardi pun merukhiyahnya. Alhamdulillah setelah dirukyah, pemuda narkoba sudah mulai bisa merespon, menjawab ketika nama sang anak disebut oleh ibunya. Anak itupun dirukyah oleh keluarga beberapa kali. Dan dari waktu ke waktu progressnya makin baik. 

Keluarga sudah kemana-mana dalam berusaha mengobati anaknya yang kena Narkoba. Alhamdulillah, Firman Allah benar2 HaQ."Kami turunkan Al Quran sebagai obat dan rahmat bagi orang2 yang beriman."





Dari Syaikh 'Aidh Al-Qarni:

نحن لا نملك تغییر الماضي
Kita tidak bisa mengubah yang telah terjadi.

و لا رسم المستقبل
Juga tidak bisa menggariskan masa depan.

فلماذا نقتل انفسنا حسرة
Lalu mengapa membunuh diri kita dengan penyesalan,

على شيئ لا نستطیع تغییره؟
atas apa yang sudah tidak bisa kita ubah?

***

الحیاه قصیرة كثيرة
Hidup itu singkat sementara targetnya banyak.

فانظر الى السحاب و لا تنظر الى التراب
Maka tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

اذا ضاقت بك الدروب فعلیك بعلام الغیوب و قل الحمدلله على كل شيئ
Kalau merasa jalan sudah makin sempit, kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib...
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

***

سفينة (تايتنك) بناها مئات الاشخاص
Kapal Titanic dibuat oleh ratusan orang.

وسفينة ( نوح ) بناها شخص واحد
Sedangkan kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang.

الأولى غرقت والثانية حملت البشرية
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedangkan kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia.

التوفيق من الله سبحانه وتعالى
Taufik hanya dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

***

نحن لسنا السكان الأصليين لهذا الكوكب الأرض بل نحن ننتمي إلى الجنّة
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

حيث كان أبونا أدم يسكن في البداية لكننا نزلنا هنا مؤقتاً لكي نؤدّي اختبارا قصيرا ثم نرجع بسرعة
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali...
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara. Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

فحاول أن تعمل ما بوسعك لتلحق بقافلة الصالحين التي ستعود إلى وطننا الجميل الواسع و لا تضيع وقتك في هذا الكوكب الصغير
Maka berusahalah semampumu, untuk mengejar kafilah orang-orang shalih, yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini!

***

الفراق: ليَس السفِر، ولا فراق الحب، حتىّ الموت ليس فراقاْ سنجتمَع في الآخره الفراق هو: أن يكون أحدنا في الجنه والآخر في النار
Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh
Atau karena ditinggal orang tercinta...
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat
Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

جعلني ربي واياكمَ من سكان جنته
Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.



"Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur"

Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:
(1) jangan pernah menyakiti
(2) hati-hati memberi makan istri."

“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.
"Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?".
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.

Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.
Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya." Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya."
Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.

Gusti Allah, manusia macam apa ini!

Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua.

Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana.

Ini adab, tata krama.

Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.

Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.

Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis.

Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal."
Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan "manusia langit" yang tidak kita kenal.

Oleh:
Ustadz Salim A.Fillah

Beruntunglah bagi hamba-hamba Allah yang beriman, yakni mereka yang mempercayai akan janji-janji Allah. Dan bahwasannya Allah Maha Menepati janji-janjiNya, serta tiada sedikitkan yang terzalimi dengan janji-janji Allah itu melainkan semuanya akan ditepati. Maha benar Allah lagi Maha Bijaksana.

Termaktub dalam Al-Qur'an di antaranya ada beberapa janji Allah kepada orang-orang beriman, yakni sebagai berikut :

1. Jika kalian bersyukur maka akan Aku tambahkan (nikmat-Ku) untuk kalian. (QS. Ibrahim: 7)

2. Ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepada kalian. (QS. Al-Baqarah: 152)

3. Berdoalah kepadaku pasti Aku kabulkan untuk kalian. (QS. Ghafir: 60)

4. Tidaklah Allah mengazab mereka, selama mereka memohon ampun (beristighfar kepada Allah). (QS. Al-Anfal: 33)

Nikmat terbesar atas bersemayamnya iman di dalam dada manusia adalah keyakinan akan sesuatu yang berasal dari sumber yang hakiki;
keyakinan bahwa Allah itu benar,
janji Allah itu adalah benar,
dan kalam Allah itu adalah benar,
hari pembalasan itu adalah benar,
dikembalikannya kita semua kepada Allah itu adalah benar,
serta surga dan neraka adalah benar;
meyakini janji Allah itu adalah sebuah kebenaran.

Ketika hati telah meyakini sebuah kebenaran yang hakiki, maka lisan dan akal akan mengakui kebenaran tersebut, kemudian jasmani akan antusias untuk menentukan pilihan sikap, maka alhasil akan terwujud amal shalih yang tampak pada pribadi-pribadi yang beriman kepada janji Allah.

Oleh :
Erik Mardiansyah

Syukur yang tak berbilang karena salah satunya kita menjumpai banyak dai-dai quran yang Allah SWT kirimkan kepada kita. Dengan Alquran itu kita mendapatkan petunjuk, rambu-rambu, penerang dalam gelap dan kisruhnya kehidupan, serta memiliki tolok ukur untuk membedakan mana yang salah mana yang benar. Sebanyak manfaat itu, sangat kita sadari bahwa sejatinya Allah SWT, Sang Maha Pemberi Petunjuk, hanya berkehendak agar hidup kita lebih mudah dijalani sesuai tujuan penciptaannya, sekali-kali tidak ada dalam kehendak Allah SWT, untuk mempersulit makhluk-Nya. Ialah sebuah nalar bahasa dari Alquran surat Al-Baqarah ayat 185.

Ditegaskan pula, bahwa Ar-Rahmaan sendiri yang berkomitmen mengajarkan “langsung” Alquran kepada manusia (QS 55:2). Bahkan Allah SWT bersumpah berulang-ulang demi menggaransi kemudahan dalam mempelajari Alquran, bagi yang mau mempelajarinya (QS 54: 17, 22, 32, 40). Namun demikian, sifat keluh kesah lagi kikir—bahkan untuk sekadar meluangkan waktu mengaji, apalagi bila aktivitas mengaji itu disandingkan dengan aktivitas yang mendatangkan harta kecuali orang yang shalat, lagi mendawamkan shalatnya (QS 70: 19-23).

Wajar bila dalam keseharian kita sering menjumpai keluhan objek dakwah quran kita, menyebut berbagai alasan untuk menutupi keengganannya terhadap Alquran. Ada yang bilang masih anak-anak “entar saja kalau sudah agak gedean”, yang udah agak gedean bilang “kok ngaji melulu kapan mainnya”, yang udah gede bilang “pengen sih mas, tapi.. waktunya, dananya, temannya mana?”, yang udah kelewat gede alias tua “sudah pikun dan gampang lupa mas, susah nangkapnya.” Berderet alasan itu wajib menjadi introspeksi bagi para dai quran untuk menyusun berbagai metode “mengakrabkan kembali” Alquran dengan umat, untuk meningkatkan keseriusan, mencurahkan hati dan pikiran—seperti sang tauladan saw—ummatii, ummatii, ummatii. Karena boleh jadi belum turunnya hidayah untuk tertarik berakrab diri umat dengan Alquran ada di sisi dai, kompetensinya yang belum mumpuni, keterbatasan cara mengajar atau metodenya yang kurang bisa diterima, atau konsistensi kehadiran yang dipertanyakan. Selebihnya tekad para pembelajar/santri yang menentukan di ranah syariat.

Funtahsin
Funtahsin adalah sebuah terobosan baru dalam upaya memasyarakatkan kembali membaca Alquran setiap hari sebagai bagian dari kebiasaan setiap umat Islam. Ianya bersifat ijtihadi—bisa benar dan boleh salah. Funtahsin tersusun dari dua kata serapan yakni FUN dari bahasa inggris yang berarti menyenangkan, menggembirakan atau kami terjemahkan sebagai asyik, sedangkan TAHSIN, berasal dari tahsinul qiroatul quran artinya memperbaiki atau membaguskan dalam membaca Alquran. Dengan demikian FUNTAHSIN adalah sebuah proses memperbaiki bacaan Alquran yang asyik. Maksud dari funtahsin (dibaca fantahsin-pen) sendiri adalah memberi tahu dan mengenalkan bahwa belajar membaca Alquran itu mudah dan menyenangkan. Karena itu FUNTAHSIN didefinisikan sebagai Ngaji Itu Asyik.

Tentu saja untuk bisa menghadirkan suasana yang asyik, enak dan materi bisa dipahami diperlukan pengkondisian yang berlaku dan disepakati serta bila perlu tuangkan dalam kontrak belajar sebagai berikut.
  1. Partisipasi Aktif
Agar proses Funtahsin Ngaji Itu Asyik optimal, diharapkan semua peserta terlibat secara aktif dalam setiap sesi FUNTAHSIN. Indikasi partisipasi aktif adalah apabila ditanya menjawab, apabila diminta melakukan sesuatu segera melaksanakannya. Misalnya yang diterapkan di Baitul Quran:
Ketika disapa “Sahabat Quran!” peserta menjawab “Siap Insya Allah”
Ketika disapa “FUNTAHSIN!” peserta menjawab “Ngaji Itu Asyik”
Dan sebagainya.
  1. HP Silent
Demi kesuksesan Funtahsin Ngaji Itu Asyik, di mana hampir semua tingkatan usia telah menggunakan media komunikasi, maka perlu pula dikondisikan. Dimohon semua santri untuk menonaktifkan atau memformat “diam/silent” alat komunikasinya. Bila perlu disepakati sangsi bagi yang melanggar ketentuan ini. Misalnya bagi yang kedapatan HPnya berbunyi di tengah acara maka membayar denda Rp.1000,- (seribu rupiah) kepada semua hadirin yang mendengar). Setuju?!
  1. Positif Thinking
Untuk dapat menerima semua materi pembelajaran Alquran, terlebih dengan metode Funtahsin Ngaji Itu Asyik, peserta diharapkan senantiasa berpikir positif—dalam bahasa agama kita menyebutnya ikhlas. Peserta perlu dimohon dengan sangat untuk tidak terpancing menghakimi sebelum acara selesai, menjauhkan dari segala prasangka buruk terhadap pelatihan yang diselenggarakan, bahwa boleh jadi penyampainya hanya orang biasa, anak kemaren sore, dulu sudah pernah, saya juga sudah tahu, ilmu ustadz masih di bawah saya kayaknya, dengan segala hormat harus disisihkan dulu. Ingat, Allah memberikan sesuatu sesuai prasangka hamba-Nya. Oleh karena itu, ibarat sebuah gelas yang penuh berisi air maka untuk mengisinya kembali haruslah dikosongkan/dikurangi muatannya terlebih dahulu. Marilah kita kosongkan gelas “pikiran” dan “lapangkan hati” untuk menerima FUNTAHSIN ngaji itu asyik.
  1. Keep Smiling
Smiling atau tersenyum adalah bagian yang sangat penting dalam FUNTAHSIN. Kita bisa dikatakan menikmati atau “enjoy” dalam melakukan sesuatu bila gembira terhadap suatu hal. Salah satu ekspresi kegembiraan itu adalah tersenyum atau smiling. Bahkan Rasulullah saw, berpesan “Senyummu di hadapan saudaramu bernilai shadaqah”.
Perlu diketahui bahwa senyum FUNTAHSIN bukanlah senyum biasa. FUNTAHSINErs menyebutnya sebagai senyum 225 (dua dua lima). Maksudnya adalah tarik bibir dua senti ke kanan, dua senti ke kiri tahan selama lima detik. (silahkan dipraktikkan. Luarbiasanya, senyum 225 ini terinspirasi dari surat 2 ayat 25 (QS AL Baqarah (2): 25).
Oleh karena itu, Hadirkan pada diri kita masing masing perasaan yang bahagia dengan tanda kita dapat tersenyum tulus, ingatlah Firman Allah dalam Surat Al Baqarah (2): 25
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang Suci dan mereka kekal di dalamnya (kenikmatan di surga itu adalah kenikmatan yang serba lengkap, baik jasmani maupun rohani).”
Karena itu tersenyumlah. Nikmati pembelajaran Alquran sampai selesai. Sebisa mungkin bila peserta datang dalam kondisi kusut masai mereka mengaji dalam ceria dan pulang menyisa senyum bahagia. Naudzubillah bila sebaliknya.
  1. Fokus
Sekiranya kita sudah memiliki rasa gembira/ senang silahkan semua untuk fokus dan konsentrasi pada kegiatan ini, seperti halnya kita membidik/ memanah suatu sasaran, kita harus benar-benar fokus.
Atau jika kita perhatikan pesawat terbang yang akan lepas landas, bagaimana kondisinya..?
Pesawat terbang akan dapat lepas landas jika dapat mengerahkan potensinya pada jarak 4 km dengan kecepatan 350 km/jam tidak boleh tidak (100%).
Nah, kami merangkumnya dalam akronim bahasa jawa IMAGINER: Ilate Muni, Awage Gerak, Ikhlas Nampane, Enak Rasane. Berbekal kelima pengkondisian itu guru bisa mulai mengajarkan Alquran, dengan funtahsin ngaji itu asyik.
By. Wawan Priyo Harmono


Saudaraku sekalian..., tahukah anda tentang surat dalam Al Quran yang dianjurkan untuk sering dibaca selain kegiatan mengkhatamkan Quran setiap bulannya?

Diantara wirid Qur'an yang perlu rutin dibaca tiap hari adalah membaca surat - surat berikut : Yasiin, Ad-Dukhan, Al-Waqi'ah, dan Tabaraka (Al Mulk). Dan, lebih ditekankan pada hari dan malam Jum'at. Kemudian ditambah dengan surat Al-Kahfi dan Ali Imran.

Banyak anjuran Rasulullah yang menerangkan hal itu, antara lain :
  1. Ma'qil bin Yasar ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Jantung AL-Qur'an adalah surat Yasin. Tidaklah seseorang membacanya dalam rangka menginginkan ridha Allah dan kampung akhirat, kecuali Allah akan mengampuninya. Bacalah surat itu untuk orang-orang yang akan meninggal dari kalian." (h.r. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, dan yang lainnya)
  2. Abdullah bin Mas'ud ra. berkata "Barangsiapa membaca 'tabarakalladzi biyadihil mulku...' setiap malam, maka dengan surat itu Allah akan mencegahnya dari adzab kubur. Pada zaman Rasulullah kami menamakan surat itu "Al-Mani'ah" (yang mencegah). Surat tersebut dalam Al-Qur'an; barangsiapa membacanya pada waktu malam, maka dia telah memperbanyak (tilawah) dan memperbaikinya." (h.r. Nasa'i, dan Hakim meriwayatkan hadis serupa serta menyatakannya shahih)
  3. Dalam hadis Abu Hurairah ra. disebutkan "Barangsiapa  membacaa surat "haa miim Ad Dukhan" setiap malam, maka pagi harinya ada tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun untuknya." (h.r. Tarmidzi dan Al-Ashabani)
  4. Dalam hadits Abu Sa'id Al Khudri ra. disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at, Allah akan meneranginya dengan cahaya di antara dua Jum'at. (h.r. Nasa'i dan Baihaqi secara marfu')
  5. Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa membaca surat yang didalamnya disebut (kisah) keluarga Imran pada hari Jum'at, Allah akan mendoakannya dan juga para malaikat-Nya sampai terbenamnya matahari." (h.r. Thabrani, dalam kitab Al-Ausath dan Al-Kabir")
  6. Terdapat banyak atsar yang marfu' (sanadnya sampai pada Rasulullah saw.) dan yang mauquf (sanadnya hanya sampai pada sahabat) dari Abdullah bin Mas'ud tentang keutamaan surat Al-Waqi'ah. Apalagi didalamnya terdapat ayat tentang hari kebangkitan, hari pembalasan, dan argumentasi yang kuat tentang hal itu, hingga tidak meninggalkan keraguan-keraguan bagi orang yang berakata. 
Maka sebaiknya setiap aktivis muslim tidak menghalangi dirinya untuk mendapatkan keutamaan membaca surat -surat tersebut sekali setiap hari, dan pada malam hari lebih utama. Khusus hari Jum'at boleh dibaca sekali dimalam hari dan sekali di siang hari. Sementara waktu ashar hingga magrib (hari Jum'at) untuk membaca Surat Ali Imran. Barangkali itu merupakan waktu dikabulkannya do'a. Maka seorang mukmin akan menggunakan waktunya untuk menyibukkan diri dengan sebaik-baik dzikir, yakni tilawah qur'an, bukan komik, bukan gosip, bukan pula hal sia-sia lainnya. Semoga Allah mengkaruniakan hidayah, taufik dan keistiqomahan untuk mengamalkannya bagi yang baca artikel ini dan bagi siapa saja yang menyebarkannya. amiiin...

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.