Articles by "Anak"

Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan


Ikadikobar.org, Syekh Aaq Syamsuddin adalah seorang ulama yang sangat terkenal pada masa pemerintahan Sultan Murad II. Ia sangat dikenal kepandaiannya dalam berbagai ilmu pengetahuan, serta ketegasannya dalam mendidik anak didiknya sehingga semua yang berguru kepadanya takut dan patuh terhadapnya. Muhammad Al Fatih sendiri sangat takut kepada sang guru karena pernah dicambuk amat keras.

Syekh Aaq Syamsuddin mendidik Muhammad Al Fatih berbagai ilmu pengetahuan. Karena kecerdasan Muhammad Al Fatih, sang guru tidak terlalu susah mengajarkan Al Qur'an kepadanya. Ya, pertama kali, Muhammad Al Fatih diajari Al Qur'an. Dalam waktu yang amat singkat, ia berhasil menghafalkan Al Qur'an dalam usia yang cukup muda, 8 tahun.

http://



ikadikobar.org, Pada masa kecilnya, Muhammad Al-Fatih sangat bandel dan tidak mau tunduk terhadap apa yang diajarkan kepadanya. Ayahnya, Sultan Murad II, sangat prihatin dengan sifat putranya tersebut. Karena itu, Ia mencarikan guru yang bisa mendidik Muhammad Al Fatih. Namun, semua guru yang telah mengajarinya gagal dalam membinanya. 



Sang Ayahpun kembali mencarikan guru. Muhammad Al Fatih lalu diserahkan kepada seorang ulama untuk dibina dan diberikan pendidikan. Ulama itu bernama Maula Ahmad bin Ismail Al-Kurani. Sultan Murad II memberikan cambuk kepada ulama tersebut agar Ia dapat memberikan hukuman cambuk jika Muhammad Al Fatih tidak mau mengikuti ajaran sang Guru.



Saat pertama kali mengajari Muhammad Al Fatih, Al-Kurani membawa cambuk itu. Ia berkata kepada Muhammad Al Fatih, "Ayahmu memberikan tugas untuk mendidikmu, dan Ia berpesan kepadaku untuk memukulmu jika Engkau melanggar apa yang kuperintahkan". 



Namun, bukannya takut! Muhammad Al Fatih justru menertawai Sang Guru. Sontak Syeikh Al-Kurani memukulnya amat keras. Sejak kejadian itu, Muhammad Al Fatih sangat takut kepada sang Guru dan mengikuti semua yang diajarkan kepadanya.*

* Masa Kecil Sultan Muhammad Al Fatih 




..."Jika suatu masa kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak ketawa anak anak riang diantara shaf shaf solat di masjid masjid, maka sesungguhnya takut lah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian masa itu"...

Silahkan  perhatikan masjid kawasan kalian  Sunyi atau masih ramaikah  dengan celoteh dan canda khas  anak anak atau sdh terasing dari masjid dg khusuk di depan TV dan game dan gadget, Jangan pernah larang mereka utk ke mesjid dg alasan ribut dan mengganggu " kekhusyuan" shalat .karena ketika hilang suara suara kecil mereka di Mesjid itu tanda keruntuhan dan jatuh nya generasi mendatang..# bawa anak ke masjid.



Pakai Pakaian Lusuh Saat Rapat Wali Murid, Ucapan Bapak Ini Membuat Semua Orang Malu!
 Tepat pukul 7, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat. Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.
Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?" Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Aminudin"
Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Aminudin dengan muka yang tertunduk berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..." Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan."
Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.
Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Aminudin untuk berbicara, ia memperkenalkan, " Aminudin adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari
sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Aminudin mendidik anaknya."
Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayah Aminudin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataannya:
Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada. Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya,
"Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?" Saya berkata "Ayah tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"
Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."
Saya seorang buruh bangunan. Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya. Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik. "
Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.
Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru! Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Ayah ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak.

Ini bagus untk d baca org tua , guru maupun pihak sekolah d manapun itu

SEKOLAH 'KNOWING' x SEKOLAH 'BEING'

Satu hari sy kedatangan seorang tamu dr Eropa. Sy menawarkan kepadanya melihat2 objek wisata kota Jakarta.

Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman sy ini selalu berusaha utk mencari zebra cross. Berbeda dgn sy dan org Jakarta yg lain, dgn mudah menyeberang dimana saja sesukanya.

Teman sy tetap tdk terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn zebra cross.

Yg lbh memalukan, meskipun sdh ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang. Teman sy geleng2 kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Akhirnya sy coba menanyakan pandangan teman sy ini mengenai fenomena menyeberang jalan tadi.

Sy bertanya mengapa orang2 di negara kami menyeberang tidak pada tempatnya, meskipun mereka tahu bahwa zebra cross itu adalah utk menyeberang jalan. Sementara dia selalu konsisten mencari zebra cross meskipun tidak semua jalan di negara kami dilengkapi dgn zebra cross.

Pelan2 dia menjawab pertanyaan saya, "It's all happened because of The Education System."

Wah, bukan main kagetnya sy mendengar jawaban teman sy. Apa hubungan menyeberang jalan sembarangan dgn sistem pendidikan?

Dia melanjutkan penjelasannya,
"Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak2 kita menjadi mahluk 'Knowing' atau sekedar tahu saja, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yg mencetak anak2 menjadi mahluk 'Being'.

Apa maksudnya?

Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal utk diketahui para siswa. Sekolah tidak mampu membuat siswa mau melakukan apa yg diketahui sebagai bagian dr kehidupannya.

Anak2 tumbuh hanya menjadi 'Mahluk Knowing', hanya sekedar 'mengetahui' bahwa:
- zebra cross adalah tempat menyeberang,
- tempat sampah adalah utk menaruh sampah.

Tapi mereka tetap menyeberang dan membuang sampah sembarangan.

Sekolah semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure & akhirnya mogok sekolah. Segala macam diajarkan dan banyak hal yg diujikan,
tetapi tak satupun dr siswa yang menerapkannya setelah ujian. Ujiannya pun hanya sekedar tahu, 'Knowing'.

Di negara kami, sistem pendidikan benar2 diarahkan utk mencetak manusia2 yg 'tidak hanya TAHU apa yg benar tetapi MAU melakukan apa yg benar sebagai bagian dr kehidupannya'.

Di negara kami, anak2 hanya diajarkan 3 mata pelajaran pokok:
1. Basic Sains
2. Basic Art
3. Social

Dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dgn kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya TAHU, mereka juga MAU menerapkan ilmu yg diketahui dlm keseharian hidupnya. Anak2 ini jg tahu persis alasan mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.

Cara ini mulai diajarkan pd anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yg kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk 'Being', yakni manusia2 yg melakukan apa yg mereka tahu benar."

Wow!

Betapa sekolah begitu memegang peran yg sangat penting bagi pembentukan perilaku & mental anak2 bangsa.

Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yg hanya mampu memberi ijazah para anak bangsa.

Kita mestinya lebih mengarahkan pendidikan utk mencetak generasi yg tidak hanya sekedar TAHU tentang hal2 yg benar, tp jauh lebih penting utk mencetak anak2 yg MAU melakukan apa2 yg mereka ketahui itu benar, mencetak manusia2 yg 'Being'.

Apakah tempat anak2 kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan & kurikulum yg akan menjadikan anak2 kita utk menjadi mahluk 'Being' atau hanya sekedar 'Knowing' ?

'Mengetahui Yang Benar' tetapi 'Tidak Pernah Melakukan Dengan Benar' sama dengan 'Tidak Mengetahui'.


Oleh: ROBERT GUILHEM
(PAKAR GENETIKA YAHUDI)

Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan ke islamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah ( yaitu masa tunggu selama 3 bulan untuk boleh menikah) bagi wanita Muslimah yang dicerai suami nya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya bahwa jejak rekam seorang laki-laki akan hilang setelah tiga bulan.
Guilhem ini yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.
Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen.
Dan Setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki dua hingga tiga.
Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki laki selain pernikahan yang sah.
Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri.
Ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya yaitu setelah ia melakukan test DNA terhadap  anak anaknya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukannya  Ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan social.

"BAHWA WANITA MUSLIMAH, WANITA TERBERSIH DI MUKA BUMI"
Ia yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin yahudi di Albert Einstain College dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan.
Subhanallah....
semoga bermanfaat dan diambil kesimpulannya.

www.instagram.com/idmuslimah



UNTUK ORTU YANG ANAKNYA MONDOK

"Kalo mau punya anak bermental kuat, orang tua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orang tua harus berjuang lebih..ikhlas.. ikhlas.. ikhlas..

Anak-anak mu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "gadget".

Insya Allah Anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Alqur'an..yakin.. yakin..harus yakin..

Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo.." (kalo sdh tua menangis krn anak2 kamu lalai thdp urusan akhirat....kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajah...lupa surga)"


Pesan KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Ponpes Gontor
___
Sumber:https://www.facebook.com/faisal.kunhi.1/posts/10201245507215524


INI TULISAN BAGUS... Saya tidak bosan-bosan membacanya...

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang-barang mewah.
Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya.
Tapi juga tudak merendahkan orang yg lebih miskin darinya.

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi.
Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi tidak teriak kemana -mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya.

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama.

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit saat pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu), kembalikan pinjaman uang sekecil apapun, berani minta maaf saat ada kesalahan & tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan.

Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang..

semoga bermanfaat..



"Suatu malam, Ustadz Muhammad Nazhif Masykur berkunjung ke rumah. Setelah membicarakan beberapa hal, beliau bercerita tentang tukang becak di sebuah kota di Jawa Timur"

Ustadz Salim melanjutkan, “Ini baru cerita, kata saya. Yang saya catat adalah, pernyataan misi hidup tukang becak itu, yakni:
(1) jangan pernah menyakiti
(2) hati-hati memberi makan istri."

“Antum pasti tanya,” kembali Salim melanjutkan ceritanya sembari menirukan kata-kata Ustadz Muhammad.
"Tukang becak macam apakah ini, sehingga punya mission statement segala?".
Saya juga takjub dan berulang kali berseru, “Subhanallah,” mendengar kisah hidup bapak berusia 55 tahun ini.

Tukang becak ini Hafidz Qira’at Sab’ah! Beliau menghafal Al-qur’an lengkap dengan tujuh lagu qira’at seperti saat ia diturunkan: qira’at Imam Hafsh, Imam Warasy, dan lainnya.
Dua kalimat itu sederhana. Tetapi bayangkanlah sulitnya mewujudkan hal itu bagi kita.

Jangan pernah menyakiti. Dalam tafsir beliau di antaranya adalah soal tarif becaknya.
Jangan sampai ada yang menawar, karena menawar menunjukkan ketidakrelaan dan ketersakitan.

Misalnya ada yang berkata, “Pak, terminal Rp 5.000 ya." Lalu dijawab,“Waduh, enggak bisa, Rp 7.000 Mbak."
Itu namanya sudah menyakiti. Makanya, beliau tak pernah pasang tarif.
“Pak, terminal Rp 5.000 ya.” Jawabnya pasti OK. “Pak, terminal Rp 3.000 ya."
Jawabnya juga OK. Bahkan kalau,“Pak, terminal Rp 1.000 ya.” Jawabnya juga sama, OK.

Gusti Allah, manusia macam apa ini!

Kalimat kedua, hati-hati memberi makan istri. Artinya, sang istri hanya akan makan dari keringat dan becak tuanya. Rumahnya berdinding gedek. Istrinya berjualan gorengan. Stop! Jangan dikira beliau tidak bisa mengambil yang lebih dari itu. Harap tahu, putra beliau dua orang. Hafidz Al-qur’an semua.

Salah satunya sudah menjadi dosen terkenal di perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka di Jakarta. Adiknya, tak kalah sukses. Pejabat strategis di pemerintah. Uniknya, saat pulang, anak-anak sukses ini tak berani berpenampilan mewah. Mobil ditinggal beberapa blok dari rumah. Semua aksesoris, seperti arloji dan handphone dilucuti. Bahkan, baju parlente diganti kaus oblong dan celana sederhana.

Ini adab, tata krama.

Sudah berulang kali sang putra mencoba meminta bapak dan ibunya ikut ke Jakarta. Tetapi tidak pernah tersampaikan. Setiap kali akan bicara serasa tercekat di tenggorokan, lalu mereka hanya bisa menangis.

Menangis. Sang bapak selalu bercerita tentang kebahagiaannya, dan dia mempersilakan putra-putranya menikmati kebahagiaan mereka sendiri.

Ustadz Salim melanjutkan, “Waktu saya ceritakan ini pada istri di Gedung Bedah Sentral RSUP Dr. Sardjito keesokan harinya, kami menangis.

Ada banyak kekasih Allah yang tak kita kenal."
Ah, benar sekali: banyak kekasih Allah dan "manusia langit" yang tidak kita kenal.

Oleh:
Ustadz Salim A.Fillah



by: IHSAN BAIHAQI IBNU BUKHARI

Apa yang saya tulis ini seperti mengerikan. Tapi kalau dilihat komprehensif sebetulnya adalah bentuk kelembutan penuh kasih sayang dengan bingkai ketegasan. Jika ada adik kakak kerabat sudah dewasa masih tidak bisa ngapa-ngapain. Nganggur.... Karena lemah kemauan. "Usir!" Suruh hijrah. Sebab di rumah ortunya, dimarahin tiap hari, tapi tetap kemauannya bakal lemah karena merasa masih dilindungi: dikasi makan, dikasi tempat tidur dll. 


Holy Quran 4:100 ------------------ ۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 


Di Jerman sejak 18 tahun rata-rata anak minta kebebasan tapi sebagian besar silahkan check mereka sudah mandiri tidak tinggal dengan orangtua. Di Indonesia tak sedikit anak usia kuliah apalagi SMA, belagu, protes gak mau dikasi batasan oleh orangtua. Tapi sekolah, kuliah, makan, tidur masih dari orangtua. 

Minta kebebasan tapi tidak disertai kemandirian. "Apa tidak lebih parah dengan dia di biarkan diluar sana dengan kondisi dia ketergantungan dengan narkobanya?" "Apa tidak khawatir nanti dia jadi terlalu bebas abah, takutnya malah bertambah dari narkoba terus ke free sex, misal untuk nambah-nambah uang dia jadi jual diri misalnya?". Konsep ini harus dibenerin! Dia harus makan kan? Dia harus hidup kan? Dia mungkin akan melenceng dulu. Tapi dia harus terima kenyataan! Dia kan harus survive. 


Fitrah manusia pada kebaikan. Di rumah sendiri rusak... Dan makin rusak kok.. Pilih: di rumah rusak.. Perubahannya lama karena gak dikasi batasan. Bebas tapi terus dikasi subsidi. Diluar: rusak... Tapi dia harus "kerja". Mungkn kerjanya dengan yang haram. Tapi dia akan sampe pada titik jenuh kok. 

Usir kemana abah? Ini dia nih orangtua yang lemah. Masih cenderung protektif. Klo sudah mau bebas anaknya tanpa mau dikasi batas. Ya biarin dia pergi kemanapun. Gak usah bingung. Tidur di masjid, trotoar, diskotik! Biar dia merasakan "perjuangan" hidup. Tersedah anak. Kekhawatiran orangtua begitu "klo di luar tambah rusak bagaimana?" Itu yang justru membuat orangtua akhirnya tidak berani tegas sama anak. Sebelum melepas pergi ucapkan "jika mau kembali sewaktu-waktu ke rumah ini, kami ayah ibu siap menerima kamu kapanpun! Karena kami sayang kamu. Tapi itu berarti kamu siap untuk menerima batasan dan tanggung jawab. Jika tidak bersedia berarti tidak bisa tinggal di rumah ini." 

Makannya di kelas belajar saya kan gak bisa sepotong-seotong. Ada modul kebebasan. Ada modul soal ketegasan. Terlalu banyak aturan memang masalah. Karena itu yang benar adalah SEMUA BEBAS TAPI ADA BATAS. Batasan itu artinya awalnya bebas. Bukan diatur a - z. 



Anak-anak bermasalah penyebabnya salah 1 diantara 2 hal kalo di rumah: terlalu bebas atau terlalu dikekang. Dua-duanya masalah. 

Yang seimbang: BEBAS dengan BATAS! 

SEMUA PERBUATAN BOLEH sepanjang BATAS TIDAK BERLEBIHAN. Apa itu berlebihan?
1. Membahayakan diri sendiri 
2. Merugikan orang lain 
3. Melanggar hukum negara dan agama 

Ingin anak shalih? Yuk Jadi Orangtua Shalih. Mendidik Generasi Meraih Ridlo Ilahi. 




Salah satu cara mentransfer budaya, dan tingkah laku kepada suatu bangsa adalah dengan memberikan tontonan secara terus menerus kepada anak. Jika tontonannya baik, maka jadilah anak itu berkarakter seperti yang ia tonton sejak kecil, utamanya di usia keemasan baik anak usia balita, batita ataupun anak di bawah 10 tahun. Anak yang banyak menonton ipin upin dan nadia misalnya maka anak ini akan tumbuh menjadi anak yang pintar komunikasi, pintar bicara, dan memiliki karakter yang lebih baik seperti menolong, dan berakhlak baik kepada nenek dan kakeknya.

sedangkan bagi anak - anak yang banyak menonton tontonan anak yang tidak berbicara, hanya gerak semata - mata, bahasa binatang dan sesekali diiringi tawa dan bahkan geraknya pun bersifat jahil. maka yang terjadi pada anak tersebut, anak itu akan tumbuh dengan komunikasi yang "gagap bicara" atau kemampuan bicara dan komunikasinya yang terlambat dibanding seusianya yang jarang sekali menonton tontonan yang negatif bagi anak. Kita tidak menyadari bahwa sebagian tontonan yang ada di televisi kita bisa berakibat tidak baik bagi psikologi, perilaku, karakter bahkan kemampuan berbicara anak kita.

Ada seorang bu Haji yang cerita alias curhat tentang kelakuan anaknya yang baru SMA sudah bawa perempuan yang bukan saudara atau muhrimnya dan dengan mesranya yang dibonceng memeluknya setiap berangkat sekolah. Padahal sang ibu sudah mendidik anak dengan agama bahkan memondokkannya ke Pesantren selama sekolah SMP. Lantas ada pertanyaan yang diajukan oleh saya "Apa yang dilakukan sang Anak di rumah biasanya?" Ibu pun menjawab tidak ada, cuma habis pulang sekolah sang anak di depan TV terus dengan tontonan sinetron remaja pavorit seputar pacaran, atau cinta di sekolah. 

Maka saya pun menjawab "wajar anak ibu demikian, karena secara tidak sadar otak merekam apa yang ia dengar, apa yang ia lihat, dan apa yang ia tonton terus menerus. sehingga yang awalnya ia tidak suka dengan basic agamanya lambat laun jadi biasa, lalu jadi suka, lalu meniru. dan itu tidak perlu waktu lama 10 tahun lebih. Hanya kurang dari 2 tahun anak itu sudah lepas dari nilai agamanya. itulah dahsyatnya tontonan yang tidak terkontrol dalam keluarga.

Padahal negri Australi saja melarang Film Jackycan di televisi mereka, apalagi israel sangat melarang anak - anaknya menonton tontonan yang bagi anak - anak kita hal yang biasa dan bahkan jadi favoritnya. Inilah perang budaya, perang terhadap karakter generasi bangsa. Maka yang terjadi di masyarakat adalah banyak anak yang putus sekolah, karena menikah darurat. Menikah di usia dini, menikah sebelum waktunya menikah, menikah sebelum meraih yang dicita - citakan.

Semoga kita bisa mengambil hikmah, dan pelajaran dari peristiwa ini. Kontrol dan batasi tontonan, maksimal 2 jam sehari. Kalaupun lebih, maka hanya tontonan yang berkarakter baik dan mendidik yang kita berikan kepada anak dan keluarga kita.

berikut ini contoh film yang baik untuk anak - anak :


 
 





Written By:


Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari


Direktur Auladi Parenting School


Pembicara Parenting Internasional di 4 negara


dan Pembicara Nasional Parenting di 24 Propinsi, lebih dari 70 Kota di Indonesia


www.auladi.net | inspirasipspa@yahoo.com


Mengenalkan agama pada anak adaah kewajiban orangtua. Tetapi pada kenyataannya tidak mudah untuk membuat anak memiliki kesadaran anak mengamalkan agama sampai mereka dewasa meski sejak kecil mereka sudah dikenalkan dengan agamanya. Kesadaran anak ditentukan oleh pendekatan apa yang dipakai orangtua untuk mengenakan agama pada anak.


PERTAMA, KETELADANAN.


Ini adalah hal yang tak bisa diganggu gugat. Mana mungkin kita menyuruh anak sholat tanpa kita pun disiplin sholat.


Tapi ini saja tidak cukup. Betapa banyak kita melihat kiri kanan kita, orangtuanya begitu rajin ke masjid, tapi anaknya yang remaja kok enggan ke masjid? Kurang teladan apa? Lah wong orangtuanya sudah mencontohkan!


KEDUA, PEMBIASAAN.


Kebiasaan beribadah sangat perlu, meski bukan satu-satunya. membiasakan beribadah pada anak adalah ikhtiar agar kita dapat menjadikan ibadah sebagai habbit untuk anak-anak kita. Jika sudah menjadi habbit, bukan tak mungkin anak-anak akan menjadi 'ringan' dalam ibadah setelah ia dewasa.



Tetapi ini saja pun tidak cukup. Jika hanya dibiasakan, tak sedikit anak sudah dibiasakan ibadah sejak kecil tapi karena memamg pikirannya 'kosong' dengan nilai-nilai Allah, maka sebagian mereka pun akhirnya enggan beribadah setelah dewasa.


KETIGA, INSTALLASI MOTIVASI


Dalam mengenalkan agama, sebagian orangtua mengenalkan agama dimulai dari kompetensi-kompetensi beragama. Jika orangtua mengenalkan agama hanya dimulai dari kompetensi-kompetensi (keterampilan) beragama: terampil sholat, terampil membaca qur'an, terampil ini dan itu, belum tentu anak akan kemudian mengamalkan agama kelak setelah dewasa.


Betapa banyak anak yang dari kecil bisa dan terampil sholat dari kecil, setelah dewasa enggan melaksanakan sholat. Berapa banyak dari kita yang terampil membaca Qur'an dari kecil, setelah dewasa memang masih membaca Qur'an hampir setiap hari, tapi berapa banyak dari kita yang termotivasi mengkaji isi Qur'an hampir setiap hari?


Pendekatan  yang mungkin dapat ditambahkan dalam tarbiyah agama pada anak2 kita hari ini adalah bukan sekadar kompetensi beragama, tapi juga motivasi beragama. Sejak anak2 kita bisa membedakan tangan kanan dan mana tangan kiri sejak saat itulah orangtua dapat mengenalkan pada nilai baik dan buruk seperti yang direferensikan agama. Ingat, KESADARAN letaknya pada PIKIRAN, bukanlah pada tubuh. Maka membuat anak merasa sadar berarti menanamkan nilai pada pikiran anaknya terlebih dahulu tentang ibadah bukan sekadar nyuruh-nyuruh beribadah (mengendalikan tubuh).


Bagamana merubah pikiran anak? Installkan nilai-nilai, informasi kebaikan itu pada anak tentang Allah, tentang Rasul, setiap hari dengan tepat pada anak baik melalui dongeng, cerita, kisah, ngobrol setiap hari minimum setengah jam sama anak, membaca buku bersama, mengajak diskusi anak,  atau apapun yang intinya kita menginstallkan nilai pada pikiran anak sehingga akhirnya menjadi program pikiran mereka dan sehingga mudah2an dapat menjadi motivasi buat hidup mereka.


KEEMPAT, KEDEKATAN EMOSIONAL


KEDEKATAN emosional orangtua anak akan menentukan penerimaan atau installasi nilai2 ini pada anak. orangtua yang cuek pada anak, orangtua yang mengabaikan anak, orangtua yang terlalu sibuk dengan urusannnya sendrii dan tidak punya waktu untuk anak dan hanya mengandalkan sekolah, ustadz atau tenaga 'outsourcing' lainnya dalam mengenalkan agama pada anak jangan berharap terlalu banyak anaknya dapat dekat dengan Tuhan-Nya jika orangtua sendiri tak dekat berusaha mendekati anak untuknya.



KEDEKATAN emosional orangtua pada anak juga akan berguna saat orangtua berusaha menanamkan kebiasaan beribadah pada anak. Jangankan soal ibadah yang perlu kesadaran spritualitas, soal belajar (akademik saja) misalnya terbukti, anak-anak di Jepang rata-rata 30 menit didampingi orangtua di rumah saat belajar ternyata indeks pretasi akademik lebih baik dibandingkan anak-anak di amerika yang rata-rata hanya 15 menit didampingi orangtua di rumah saat belajar.


Apalagi soal beragama, yang kemudian membutuhkan jangka waktu panjang untuk menanamkan nilai-nilai dengan  benar dan tepat mulai dari Aqidah, ibadah, jinayah, amaliah, dll.

By Irwan Rinaldi

Pendidikan anak mungkin bisa diwakilkan oleh guru atau siapapun, tapi untuk pengasuhan, orangtualah yang harus terjun langsung dalam hal ini, karena pengasuhan yang dilakukan langsung oleh orangtua akan membentuk karakter anak nantinya.

Porsi terbesar pembentukkan karakter sebaiknya dilakukan oleh ayah. Penelitian di Amerika, dari seratus ribu anak, ada tujuh puluh ribu anak menyatakan lebih memilih ayah dalam membentuk karakter mereka.

Indonesia didaulat sebagai Fatherless Country, negara tanpa keberadaan ayah secara psikologis. Hingga akibatnya anak-anak mengalami krisis Father Hunger, dimana ia sangat membutuhkan sosok ayah, namun tak dapat dimilikinya. Ayah Irwan menyebutnya dengan “Ayah ada – Ayah tiada”. Secara fisik dia ada, nampak, namun tidak ada dalam pengasuhan kepada anaknya. yang kemudian berdampak hilangnya rasa berani dan rasa percaya diri dalam dirinya. Berapa banyak ayah yang jarang menghabiskan waktunya untuk bermain dan bercengkrama dengan anaknya, hanya karena urusan pekerjaan, Berapa banyak ayah yang pulang kantor sangat lelah hingga tak mampu untuk sekedar tersenyum dan mendengar anaknya bercerita bagaimana ia membuat rumah-rumahan dari sedotan saat di sekolah?

jika sosok ayah di mata anak tidak ada, maka terlalu panjang tahap pendewasaan anak tersebut. Padahal usia puncak tahap kematangan psikologis anak adalah 15 tahun bukan 30 tahun seperti yang terjadi di Indonesia.

Ilmu itu dari Al-Qur’an

Islam sangat konsen dalam masalah Fathering. Hampir 70% dari isi Al-Quran membahas tentang Fathering. Ayah Irwan bercerita tentang pengalamannya dalam konferensi Parenting di Singapore. Ada sebuah tokoh parenting disana yang beliau kagumi karena buku parenting yang diterbitkannya sangat laris dan bagus sekali isinya. Namanya, Clayton, seorang yahudi berkulit hitam. Ayah Irwan bertanya kepadanya kurang lebih, “Mengapa anda bisa menulis buku yang bagus sekali?”, lalu Clayton menjawab, “Seharusnya Pak Irwan yang menulis buku itu, karena seluruh buku Fathering yang saya tulis itu semuanya berdasarkan Al-Qur’an.” Miris sekali ketika harus seorang yahudi yang mengambil ibrah dari kitab suci yang dimiliki oleh kita—umat muslim. Bahkan dengan jelas, Allah telah menuliskan satu surah khusus untuk parenting keayahan dalam surah Luqman, yang menceritakan bagaimana Luqman mendidik anaknya untuk taat kepada Tuhannya.

Terlalu Banyak Stimulan Perempuan

Dikarenakan ayah hanya berkutat pada pencarian nafkah, maka Parent Leader pun diserahkan kepada sang istri. Bahkan di PAUD dan TK pun gurunya 96% adalah perempuan. Anak-anak juga membutuhkan sosok ayah yang ada secara fisik dan psikologis, yang mampu menceritakan bagaimana gagahnya Muhammad, bagaimana kuat dan tegasnya Umar, bagaimana militannya Al Fatih, dan tokoh islam lainnya. Karena ada karakter yang bahkan seorang ibu tidak bisa mencontohkannya kepada anak, dan itu adalah tugas ayah dalam mengasuh anaknya.

By Irwan Rinaldi

Di Finlandia, jika seorang istri melahirkan, maka dia diberikan jatah cuti selama dua tahun. Masyaallah DUA TAHUN, sangat berbanding terbalik dengan Indonesia yang hanya TIGA BULAN. Selama dua tahun pembiayaannya di tahun pertama di tanggung oleh pemerintah dan pada tahun kedua dibayarkan oleh tempat dia bekerja. Anda dapat membaca bagaimana perkembangan pendidikan anak di Finlandia, bagaimana negara tersebut mampu menciptakan sumber daya manusia yang sangat baik.

Umat islam dalam pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, jika di kurs kan uang pada saat ini, gaji guru kanak-kanak pada masa itu sekitar 90 juta rupiah per bulannya. Mengapa begitu besar? Karena pada saat itu, mereka mengerti betul pentingnya masa kanak-kanak dalam pembentukan karakter dan penginputan informasi ke dalam pribadi anak. Ketika di perguruan tinggi, kemampuan untuk menyerap informasi tak lagi mudah seperti saat dia balita.


5 Posisi Kontrol Menurut Irwan Rinaldi

Sebagai orang tua, kita diberikan pilihan untuk menjadi siapa dalam mendidik anak-anak kita kelak. Bagaimana posisi kontrol menentukkan karakter anak.

Penghukum
Akan melahirkan anak-anak yang suka memberontak, menyalahkan orang lain, suka berbohong, sehingga akibatnya dia akan mengulangi dan mengulangi lagi kesalahannya.

Pembuat Orang Merasa Bersalah
Akan melahirkan anak-anak yang suka menyembunyikan keinginannya yang sesungguhnya, suka berbohong, suka menyangkal, sehingga akibatnya anak akan merasa rendah diri.

Teman
Akan melahirkan anak-anak yang ketergantungan, sehingga akibatnya anak akan lemah dan tidak mandiri.

Pemantau
Akan melahirkan anak-anak yang menyesuaikan diri jika diawasi, sehingga akibatnya akan menitikberatkan apa hadiah untuk dirinya

Manager
Akan melahirkan anak-anak yang menguatkan pribadi, sehingga akibatnya anak akan mengevaluasi diri dan memperbaiki diri.

Menjadi ayah idaman tidak datang dengan sendirinya. Ia dibentuk dari suatu proses pendewasaan dan perbaikan karakter. Sebelum karakter Anda dicontoh oleh anak Anda nantinya, pastikan Anda sudah dikoreksi terlebih dahulu oleh pasangan Anda dan Anda sudah mulai memperbaiki karakter buruk itu. Menjadi ayah idola harus belajar tpastikanerus dalam memperbaiki kekurangan dan mengoptimalkan potensi anak di usia mudanya.

Pengasuhan yang harus diberikan ayah kepada anaknya ada 3 poin :

Pengarahan
Pembiasaan
Keteladanan
Pada umur 0-10 tahun, anak sangat butuh banyak pengajaran dari orang tua. Pada tahun-tahun awal ini, anak sering berbuat kesalahan. Disinilah seorang ayah berperan dengan memberi contoh yang benar dari kesalahan yang dilakukan si kecil. Pengkoreksian yang rutin akan membuat sang anak mengerti betul bagaimana seharusnya bersikap. Karena pentingnya proses ini, maka selayaknya tidak boleh ada pendelegasian.

Pada umur 10-15 tahun, ayah selayaknya lebih banyak berdialog dengan anaknya. Pada tahap ini, anak sudah memiliki pemikiran sendiri dan bagaimana baik dan buruknya perilaku. Anak sangat membutuhkan bimbingan di fase ini. Fungsi ayah adalah menjadi kontrol dan selalu memonitor sifat, sikap, dan perilaku anak.

Ikadikobar.org- Saat musim kemarau tiba, banyak daerah yang dilanda kabut asap. Kalimantan dan Sumatra adalah daerah yang langganan mengalami kabut asap. Bagi yang memiliki bayi, asap adalah masalah yang menimbulkan masalah kesehatan terutama bagi anak yang kita sayangi.


Berikut saya sampaikan tips ringan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kabut asap disekitar rumah kita di pagi hari, yang diperoleh dari hasil uji coba untuk mengurangi asap/CO2 dengan mengaktifkan Penyedot asap/CO2 alami :
1. Siramlah tanaman yang ada di halaman rumah anda dengan air sebanyak 3-5 gayung besar atau lebih di permukaan tanah bagi yang besar dan tinggi, dan seluruh dahan serta daun bagi tanaman yang berbatang rendah seperti bunga yang ada di pot;
2. Lakukan kegiatan ini minimal sekali sehari di pagi hari,
3. Tunggulah sekitar 30 menit, maka kita akan melihat proses fotosintesis berlangsung, sehingga asap/ CO2 yang banyak akan dihirup atau disedot oleh stomata atau mulut daun tanaman dan tanaman disekitar kita akan menghasilkan Oksigen/O2 yang amat dibutuhkan dalam pernafasan kita.

Proses penyedotan asap dapat kita lihat dengan semakin menipisnya ketebalan kabut yang ada disekitar tanaman yang kita siram, dan semakin tebalnya asap daerah yang jauh dari tanaman yang kita siram.

foto contoh tanaman yg menyerap banyak CO2 &  menghasilkan O2 bila disediakan air

Faktor2 yang mempengaruhi seberapa cepat dan kuat tanaman sebagai Penyedot asap/CO2 dalam mengurangi kabut asap :

1. Besarnya batang dan lebatnya daun tanaman,
    semakin besar dan semakin banyak daun tanaman yang tanahnya disiram air, maka akan semakin        banyak asap yang dihisap oleh daun dan semakin banyak Oksigen yang dihasilkan, maka beruntunglah rumah, sekolah dan bandara udara yg punya modal utama ini;

2. Jumlah air yang disiramkan ke tanaman,
   semakin banyak air yang disiramkan ke akar tanaman, maka akan semakin membantu tanaman          untuk melakukan proses fotosintesis dengan semakin banyak asap atau CO2 yang dihisap dan              semakin banyak pula O2 yang dihasilkan. Maka dahulukan menyiram tanaman di pagi hari untuk sekolah dan kantor, agar saat orang datang asap disekitar sekolah dan kantor mulai menipis dan banyak udara segar disekitar kita.

3. Cahaya Matahari,
  semakin banyak atau semakin siang maka akan semakin banyak pula daun yang melakukan             fotosintesis, jika bahan baku lainnya berupa air yang disedot akar telah tersedia. Maka adanya lampu yang hidup di malam hari, dan air yang cukup bisa membantu tanaman menyerap CO2 di malam hari walau lebih kecil sehingga asap di pagi hari tidak terlalu tebal.

4. Seberap sering tanaman disiram,
misalnya di sore hari juga disiram maka akan semakin tipis kabut asap di rumah kita saat di pagi hari dibandingkan pagi hari yang tidak kita adakan aktivitas menyiram tanaman;

Catatan Kondisi saat uji coba selama beberapa hari di pagi hari:
Kabut asap yang tebal dengan jarak pandang dibawah 30 meter, tidak ada hembusan angin sehingga tidak ada perpindahan kabut asap, setelah melakukan penyiraman di pohon mangga depan rumah, kabut asap di sekitar tanaman semakin tipis dibanding sekitarnya yang semakin jauh dengan pohon mangga tetap tebal.

                                 

Demikian tips singkat dan mudah ini, semoga dapat mengurangi kabut asap di sekitar kita.

Tips ini bisa diterapkan di sekitar rumah, sekolah, kantor, bahkan di sekitar bandara yang memiliki banyak pohon dan ada tim/alat pemadam kebakaran yang bisa diaktifkan dan didigunakan untuk menyiram tanaman di sekitar Bandara Udara. Bagi yang menyiram tanaman di rumah yg dekat jalan raya maka hal ini akan mengurangi kabut asap di jalan raya sehingga laka lantas dapat dihindari.
Mari cegah penyakit saluran pernapasan dan laka lantas dengan membantu paru-paru dunia atau tanaman untuk melakukan Fotosintesis dengan menyiram tanaman.

Teori dan praktek ini sebenarnya telah diparktekkan ulang oleh teman2 waktu praktikum biologi di Klas 3 IPA pada beberapa kelompok. Kesimpulannya ada 3 mata rantai Fotosintesis, yaitu harus ada H2O/AIR, CO2/KARBONDIOKSIDA/ASAP, MAKA AKAN MENGHASILKAN O2/OKSIGEN.
detail hubungan timbal baliknya telah diuraikan diatas.

Mohon hindari menyiram tanaman di tengah hari, kecuali kondisi tidak panas atau mendung karena bisa merusak sebagian organ akar tanaman.

Mohon di Share agar semakin banyak sekolah, kantor, dan rumah yang terbebas dari bahaya asap/CO2.

Salam Hormat,
Mansyur.



Shalat merupakan ibadah yang paling utama da pertama, dan Allah perintahkan secara langsung agar kita menyuruh keluarga kita untuk menunaikan shalat, sebagaimana disampaikan pada surat Thaha ayat 132, “Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, tetapi Kamilah yang membei rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik di akherat adalah bagi orang yang bertakwa.”

Secara tegas dalam ayat tadi disebutkan untuk memerintahkan keluarga untuk menegakkan shalat. Ini menggambarkan betapa bahwa shalat memegang peranan penting dalam membangun kehidupan berkeluarga, di samping shalat sendiri merupakan amalan yang sangat penting dibanding amal ibadah yang lain. Shalat adalah tiang agama. Fungsi tiang bagi sebuah bangunan adalah menjadi komponen yang sangat penting, menegakkan bangunan tersebut agar tidak mudah roboh. Dengan pemahaman ini, jika dalam sebuah keluarga ada anggota keluarga yang tidak menegakkan shoat, maka kemungkinan besarnya penegakkan nilai nilai agama tersebut akan rapuh. Maka untuk memastikan agar sebuah keluarga bia menegakkan nilai nilai dien, pastikan bahwa seuruh anggota keluarga dengan menegakkan shalat dengan baik.

Berikut beberapa kiat mengajarkan shalat kepada anak sejak dini.
  1. Sejak anak dalam kandungan selalu berkomunikasi dengan anak, mengajak untuk shalat. Meski masih dalam kandungan, janin sudah bisa mendengar, dengar cara ibu selalu mengajak bayi dalam kadungan untuk shalat setiap datang waktu shalat, maka berarti janin sdng dalam kandungan sudah mulai belajar mengenal waktu waktu shalat yang lima waktu. Dia menjadi terbiasa mendengar secara rutin ajakan untuk shalat dari ibunya. Demikian juga ketika anak sudah lahir ke dunia, sejak awal selalu libatkan dalam setiap aktifitas shalat kita, minimal dengan mendengar suara ajakan shalat, kemudian membawanya untuk terbaring atau duduk disamping tempat shalat kita.
  2. Ketika anak sudah mulai berdiri dan bisa berbicara, latih anak untuk berdiri shalat di samping kita, dan ajak untuk mengikuti bacaan Al-Fatihah kita, dalam shalat yang sifatnya jahr (magrib, isya, subuh) atau mulai ajarkan untuk menghafal Al-Fatihah, dengan sistim drill, sering diulang ulang. Al-Fatihah adalah bacaan minimal yang harus dibaca oleh seorang yang sedang berlatih shalat. Maka target bacaan pertama yang harus diajarkan untuk dihafal anak dalam rangka menegakkan shalat, adalah bacaan alfatihah. Baru beranjak mengajarkaan bacaan bacaan yang lain.
  3. Mengajarkan gerakan dalam shalat secara bertahap. Misal dalam tahap awal, fokus memperhatikan dan memastikan sedekap tangan anak kita sampai benar. sebelum beranjak mengajarkan gerakan yang lain secara benar. Perhatikan hasil latihan ini misalnya untuk jangka waktu 1 sampai 3 bulan. Selanjutnya baru fokus mengajarkan gerakan lain, misal ruku, bagaimana ruku yang benar dengan menekuk badan kita dalam sudut 90 derajat secara lurus, serta telapak tangan diatas lutut. Demikian seterusnya sampai semua gerakan dalam shalat perlahan bisa dicontoh anak kita dengan baik.
  4. Lakukan semua latihan dengan suasana enjoy dan tidak dipaksakan. Sementara dibiarkan dulu ketika anak shalat berawal takbir, dengan semangat baik bergerak cepat langsung salam. Proses demikian mungkin akan berlangsung beberapa lama, sebelum anak berusia 7 tahun, pemakluman dan sikap bijaksana kita terhadap anak anak, porsinya masih butuh besar. Ketika anak sudah mulai menginjak usia 7 tahun, disinilah kita sudah harus memulai sedikit disiplin dalam megajar anak untuk shalat. Rasul saw menyampaikan kepada kita dalam hadisny, “Didiklah anakmu untuk shalat pada saat usia mereka 7 tahun, dan pukullah mereka jika pada saat usia 10 tahun belum mau shalat. Kami memahami hadis ini bahwa proses latihan anak untuk shalat sudah harus dilatih sejak dini sehingga pada saat usia 7 tahun diharapkan sudah legkap pemahaman anak terhadap ibadah shalat, baik dari sisi gerakan, bacaan atau waktu waktu shalat yang lima waktu.
  5. Memberikan penghargaan saat anak kita sudah mau melaksanakan shalat sesuai arahan kita, sejalan dengan target target yang kita buat. Misalnya, dalam tahapan kita mentarget anak hafal alfatihah, maka ketika anak sudah hafal alfatihah,meski bacaan yang lain belum hafal, kita berikan hadiah/penghargaan bisa dalam bentuk materi atau non materi (ungkapan bahagian kagum dsb). Pada saat memberikan hadiah dalam bentuk materi (misal mainan) sampaikan bahwa hadiah dari ayah/bunda atas prestasi ananda yang sudah bisa menghafal Al-Fatihah, dan sampaikan pada anak bahwa hadiah dari ayah/bunda ini belum seberapa jika dibanding dengan hadiah (pengganti pahala, jika anak blum memahami kata pahala) dari Allah, jauh bisa hebat dan istimewa, yang akan Allah berikan di akherat nanti, Kalimat ini penting untuk disampaikan, untuk menanamkan pada anak bahwa kita melakukan shalat adalah karena menginginkan balasan dari Allah, dan bukan balasan dari manusia (dalam hal ini hadiah dari ayah bunda)
Demikian sedikit kiat bagi ayah bunda untuk dapat mendidik anak menegakkan shalat. Semoga kita termasuk orang tua yang selalu bertanggung jawab mendidik anak dengan sungguh sungguh. Ketika anak anak yang kita didik sudah dapat menunaikan shola dengan baik, insya Allah sebagai orang tua kita akan ikut mendapatkan pahala dari pahala shalat anak kita, tanpa mengurangi pahala mereka, bahkan saat nyawa ini sudah terpisah dari jasad, semoga royalti paha tersebut kan terus mengallir. Amin. Rabij alnaa muqiimasholaah wa min dzurriyatina (YA Allah jadikan kami orang yang senantiasa menegakkan shalat bersama anak keturunan kami)
by. Sri Kusnaeni, S.TP. ME.I.

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.