Articles by "Sirah"

Tampilkan postingan dengan label Sirah. Tampilkan semua postingan

Kisah yg diceritakan oleh Ustad OEMAR MITHA,  saat hadir pada acara DN-3 di Gedung LPMP Jakarta.


*KISAH SULTAN MURAD ( SULTAN TURKI UTSMANI ) MENEMUKAN MAYAT SEORANG WALI*

Di dalam buku hariannya
Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kegalauan yang sangat,
ia ingin tahu apa penyebabnya.
Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu
apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal,
_"Mari kita keluar sejenak."_

Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan
di malam hari dengan cara  menyamar.

Mereka pun pergi,
hingga tibalah mereka
di sebuah lorong yang sempit.

Tiba-tiba,
mereka menemukan seorang
laki-laki tergeletak di atas tanah.
Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu,
ternyata ia telah meninggal.

Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultan pun memanggil mereka,
mereka tak menyadari
kalau orang tersebut adalah Sultan.

Mereka bertanya,
_"Apa yang kau inginkan...?_

Sultan menjawab,
_"Mengapa orang ini meninggal
tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya?_

_Siapa dia?_

_Di mana keluarganya?"_

Mereka berkata,
_"Orang ini Zindiq,
suka menenggak minuman keras dan berzinah.!"_

Sultan menimpali,
_"Tapi . .
bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam?_
_Ayo angkat jenazahnya,
kita bawa ke rumahnya"_

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal,
sang istripun pun menangis.
Orang-orang yang membawa jenazahnya dan langsung pergi tinggallah sang Sultan
dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap pada jenazah suaminya,
_"Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah..._
_Aku bersaksi bahwa
engkau termasuk orang
yang sholeh."_

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget..
_"Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan
tentang dia begini dan begitu,
sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya.?"_

Sang istri menjawab,
_"Sudah kuduga pasti akan begini..."_

_"Setiap malam suamiku
keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras,
dia membeli minuman keras
dari para penjual sejauh yang ia mampu._
_Kemudian minuman-minuman
itu di bawa ke rumah
lalu ditumpahkannya
ke dalam toilet,
sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin."_

_"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur,
memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku,
jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi."_

_"Kemudian ia pulang ke rumah,
dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah,
malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu
dan pemuda-pemuda Islam."_

_"Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur,
lalu mereka menuduhnya
dengan berbagai tuduhan
dan menjadikannya buah bibir."_

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku,
_"Kalau kamu mati nanti,
tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu"_

Ia hanya tertawa,
dan berkata,
_"Jangan takut,
bila aku mati,
aku akan dishalati
oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Wali."_

Mendengar itu semua, 
Sultan Murad pun menangis,
dan berkata,
_"Benar! 
Demi Allah,
akulah Sultan Murad,
 dan besok pagi kita
akan memandikannya,
menshalatkannya
dan menguburkannya."_

Demikianlah,
akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri
oleh Sultan,
para Ulama,
para Wali Allah
dan seluruh masyarakat.

*******

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhary dari _Mudzakkiraat Sultan Murad IV_)

*******

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini:

Jangan suka menilai orang lain
dari sisi lahiriahnya saja.
Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.
Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang.
Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya.

Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu.
Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka,
ternyata penghuni Firdaus
yang masih melangkah di bumi...

Jadi,
berhentilah berprasangka
dan menggunjing seseorang
sekalipun orang itu sangat kita kenal.


Ikadikobar.org, Syekh Aaq Syamsuddin adalah seorang ulama yang sangat terkenal pada masa pemerintahan Sultan Murad II. Ia sangat dikenal kepandaiannya dalam berbagai ilmu pengetahuan, serta ketegasannya dalam mendidik anak didiknya sehingga semua yang berguru kepadanya takut dan patuh terhadapnya. Muhammad Al Fatih sendiri sangat takut kepada sang guru karena pernah dicambuk amat keras.

Syekh Aaq Syamsuddin mendidik Muhammad Al Fatih berbagai ilmu pengetahuan. Karena kecerdasan Muhammad Al Fatih, sang guru tidak terlalu susah mengajarkan Al Qur'an kepadanya. Ya, pertama kali, Muhammad Al Fatih diajari Al Qur'an. Dalam waktu yang amat singkat, ia berhasil menghafalkan Al Qur'an dalam usia yang cukup muda, 8 tahun.

http://



ikadikobar.org, Pada masa kecilnya, Muhammad Al-Fatih sangat bandel dan tidak mau tunduk terhadap apa yang diajarkan kepadanya. Ayahnya, Sultan Murad II, sangat prihatin dengan sifat putranya tersebut. Karena itu, Ia mencarikan guru yang bisa mendidik Muhammad Al Fatih. Namun, semua guru yang telah mengajarinya gagal dalam membinanya. 



Sang Ayahpun kembali mencarikan guru. Muhammad Al Fatih lalu diserahkan kepada seorang ulama untuk dibina dan diberikan pendidikan. Ulama itu bernama Maula Ahmad bin Ismail Al-Kurani. Sultan Murad II memberikan cambuk kepada ulama tersebut agar Ia dapat memberikan hukuman cambuk jika Muhammad Al Fatih tidak mau mengikuti ajaran sang Guru.



Saat pertama kali mengajari Muhammad Al Fatih, Al-Kurani membawa cambuk itu. Ia berkata kepada Muhammad Al Fatih, "Ayahmu memberikan tugas untuk mendidikmu, dan Ia berpesan kepadaku untuk memukulmu jika Engkau melanggar apa yang kuperintahkan". 



Namun, bukannya takut! Muhammad Al Fatih justru menertawai Sang Guru. Sontak Syeikh Al-Kurani memukulnya amat keras. Sejak kejadian itu, Muhammad Al Fatih sangat takut kepada sang Guru dan mengikuti semua yang diajarkan kepadanya.*

* Masa Kecil Sultan Muhammad Al Fatih 



Dalam peristiwa Isro mi'raj, di langit ke lima. Nabi melihat Umur ummat nabi sebelumnya ada yg umurnya 1000 tahun, 3000 thn, ada juga yg 700 th dipenuhi jihad kepada Allah ta'ala..
Lalu rasul melaporkan  hal ini kepada Allah sehingga diterima Allah dan Allah memberikan kepada kita malam Lailatul Qadar.
1 malamnya senilai dengan 83 thn 4 bulan.

Habib Ali Ridho bin Habib Husin Alqadiri, dalam Majlis Duha Ikadi Kobar beberapa waktu yang lalu menyampaikan bahwa "10 malam akhir ini mulia, Krn keseringannya malam Lailatul Qadar turun, yg mana siapa saja yg ibadah sama halnya ibadah dgn 1.000 bulan."

Rasulullah bersabda carilah oleh kalian di sepuluh malam terakhir Ramadhan, malam Lailatul Qadar.
Imam Ibnu Hajar mengatakan kurang lebih 40 pendapat ulama mengenai kapan malam Lailatul qodar. Namun jumhur ulama berdasarkan hadis nabi yg shohih, mereka berpendapat keseringannya ada di sepuluh malam yg terakhir bukan suci ramadhan.

Oleh karena itu, jikalau kita di malam sebelumnya tidak giat ibadah kepada Allah, jangan sampai ada waktu yg terbuang di 10 malam akhir Ramadhan dgn perbuatan sia-sia.

Adalah nabi Saw, beliau sungguh-sungguh ibadah, meningkatkan amal ibadah. Tidak seperti kesungguhan nabi pada malam2 sebelumnya.
Ini beliau lakukan dgn harapan beliau mendapatkan malam Lailatul Qadar.





 Di dalam kitabnya, Al-Kamil fi At-Tarikh, Ibnu Atsir menceritakan percakapan Ibnu Samak dengan Harun ar-Rasyid, khalifah Bani Abbas. Suatu ketika, Harun ar-Rasyid merasa haus sekali. Untuk menghilangkan dahaga tersebut, dia memerintahkan Ibnu Samak untuk mengambilkan air minum. Setelah mengambil air minum, Ibnu Samak berkata, “Pelan-pelan. Wahai Amirul Mukminin, demi kedekatanmu dengan Rasulullah, berapakah engkau akan membayar air ini?”

Kemudian Harun menjawab, akan membelinya dengan separuh kerajaannya. Ibnu Samak berkata, “Kalau begitu, minumlah.” Selesai meminumnya, Ibnu Samak bertanya lagi jika air ini ditahan dan tidak bisa keluar dari tubuh, berapa Harun akan membelinya? Kemudian dijawab bahwa ia akan membeli dengan semua kerajaannya.

Di akhir pembicaraan, Ibnu Samak berkata kepada Harun ar-Rasyid, “Sesungguhnya sebuah kerajaan tidak dapat menyamai kenikmatan air minum dan keluarnya air kencing. Bahkan, ia lebih besar dari kerajaanmu.”

Memang demikian seharusnya kita menyadari bahwa nikmat-nikmat Allah takkan pernah habis dan takkan kuasa dihitung manusia. Karena Allah tidak menghendaki kecuali agar manusia bersyukur kepada-Nya.
——————————————————————————————————————————————————
“Di hari kiamat nanti, akan didatangkan orang yang hidupnya paling bahagia di dunia, lalu Allah swt berfirman, “Celupkan ia sekali celup ke dalam neraka!” Begitu selesai, Allah berfirman, “Hai anak Adam, pernahkah engkau mengecap kenikmatan? Pernahkah engkau merasa senang? Pernahkah engkau merasa bahagia?” Ia menjawab, “Sama sekali belum, demi kemuliaan-Mu!” Lalu Allah berfirman, “Masukkan kembali ia ke neraka.” Setelah itu, didatangkan orang yang hidupnya paling sengsara ketika di dunia, lalu Allah swt berfirman, “Celupkan ia sekali celup ke dalam surga.” Begitu selesai, ia dipanggil, Allah berfirman kepadanya, “Hai anak Adam, pernahkah engkau melihat sesuatu yang tidak engkau sukai?” Ia menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, hamba belum pernah melihat hal yang tidak hamba sukai.” (Hadits Qudsi)




Ikadikobar.org - Suatu hari, seorang lelaki pergi menemui Ibahim bin Adham, (seseorang penyembuh penyakit hati, ulama yang tidak hanya kaya akan ilmu, namun juga sangat wara' dan zuhud terhadap dunia sehingga diberi gelar, Sulthân al-Awliyâ’). Lelaki itu berkata, "Aku adalah orang yang berdosa, sebutkanlah kepadaku apa yang dapat membuatku berhenti melakukan dosa!."

Ibrahim berkata kepadanya, "Jika engkau mampu melakukan lima perkara, maka engkau tidak akan tergolong pelaku maksiat."

Lelaki itu bersungguh-sungguh mendengarkan nasihat Ibrahim, Ia berkata, "Sebutkanlah apa yang ingin engkau katakan wahai Ibrahim."

Ibrahim bin Adham berkata, "Pertama, jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat kepada Allah, maka janganlah engkau makan rezeki dari-Nya." Lelaki itu merasa heran, Ia bertanya, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, sedangkan semua rezeki itu datang dari Allah?!"

Ibrahim berkata, "Jika engkau mengetahui itu, apakah layak bagimu memakan rezeki-Nya, kemudian engkau melakukan perbuatan maksiat kepada-Nya?! Lelaki itu menjawab, "Tidak wahai Ibrahim. Sebutkanlah yang kedua!"


Ibrahim bin Adham berkata, "Jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat, maka janganlah engkau tinggal di negeri milik Allah." Lelaki itu lebih heran daripada keheranannya yang pertama. Ia berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, sedangkan semua negeri ini milik Allah." Ibrahim bin Adham berkata, "Jika engkau mengetahui itu, apakah layak bagimu tinggal di negeri milik Allah sedangkan engkau berbuat maksiat kepadanya?!" Lelaki itu menjawab, "Tidak wahai Ibrahim, sebutkanlah yang ketiga."

Ibrahim berkata, "Jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat, maka carilah tempat dimana engkau tidak dilihat oleh Allah, maka lakukanlah perbuatan maksiat di tempat itu." Lelaki itu berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, Dia mengetahui semua tentang semua rahasia, Dia mengetahui yang dinyatakan dan yang disembunyikan, mendengar hentakan kaki semut di atas batu hitam pekat di tengah malam yang gelap gulita,"  Ibrahim bin Adham berkata, "Jika engkau mengetahui hal itu, apakah pantas engkau melakukan maksiat kepada Allah?!." Lelaki itu menjawab, "Tidak. Wahai Ibrahim sebutkan yang keempat."

Ibrahim bin Adham berkata, "Apabila malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka katakanlah kepadanya, "Tundalah hingga masa tertentu''' Lelaki itu berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, sedangkan Allah telah berfirman, "Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (Al-a'raf: 34). Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, "Jika engkau telah mengetahui hal itu, lantas bagaimana mungkin engkau masih mengharapkan keselamatan?!" Lelaki itu menjawab, "Ya, sebutkan yang kelima wahai Ibrahim."


Ibrahim bin Adham berkata, "Jika malaikat Zabaniah (para malaikat neraka jahanam) datang kepadamu untuk memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam, maka janganlah engkau pergi bersama mereka." Hampir saja lelaki itu tidak mendengarkan syarat yang kelima, ia berkata sambil menangis, "Cukuplah wahai Ibrahim, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." Kemudian, lelaki itu pun rajin beribadah hingga ia meninggal dunia. 

dikutip dari kitab Semua Ada Saatnya, karangan Syaikh Mahmud Al - Mishri, yang diterjemakan Ust. Adul Somad, Lc., MA


ummu.khalidalfarisiRegrann from @dr.ferihana

Rumah tangga itu adalah kebersamaan
Bergandeng tangan bersama
Ringan sama dijinjing berat sama dipikul

Maka,

Terhadap Suaminya
Janganlah seorang istri selalu berkata "mana hakku mana kewajibanmu"

Jangan pula senantiasa berprinsip,
Ini hartaku adalah milikku, dan hartamu wahai Suami adalah juga milikku
Hartaku hartaku, hartamu hartaku

Sungguh,

Tak ada lelaki yang sempurna
Biarlah dia miskin, tapi dia setia dan menyayangi kita

Itu jauh lebih membahagiakan dan mendamaikan

Karena di luar sana banyak lelaki kaya yang tak setia dan aniaya
Dan betapa sengsaranya wanita yang menjadi istrinya, wal iyaadzu billah

Maka jika Suami kita miskin dan kita ditaqdirkan kaya
Adalah keutaman jika kita bershadaqah kepada Suami kita
Insya Allah harta kita akan diberkahi Nya

Ingatlah keutaman suri tauladan kita Bunda Khadijah radhiyallahu 'anhaa

Beliau memberikan hartanya kepada suaminya, yaitu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, sebagaimana hal ini disampaikan oleh Rasulullah

وَوَاسَتْنِى بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِى النَّاسُ

Ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku (HR. Ahmad)

Dan,

Bukankah Rasulullah menyuruh kita menyelamatkan diri kita dari neraka jahanam dengan banyak shadaqah ?

يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ، فَإِنِّي أُرِيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ

Wahai sekalian kaum wanita, bersedekahlah. Karena diperlihatkan kepadaku mayoritas penduduk neraka adalah kalian (HR. Al-Bukhari no. 304)

Dan, mari kita baca apa sabda Rasulullah pada Zainab Ats Tsaqafiyah yang memberi harta untuk Suaminya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَهُمَا أَجْرَانِ أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ

Kedua wanita itu mendapatkan dua pahala yaitu pahala membantu kerabat dan pahala sedekah (HR. Bukhari no. 1466 dan Muslim no. 1000)

Jadi,

Mengapa mesti risau jika Suami kita kekurangan harta
Justru saat suami miskin inilah ladang pahala bagi seorang istri

Mari semangat bershadaqah
Baarakallahu fiikum akhawatiy

dr. Ferihana Ummu Sulaym
Mudarrisah di Madrasah Uwais Al Qorniy


Al Faqih meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas, katanya : "Ada orang bertanya : Ya Rasul, hitam dan buruk mukaku ini apakh menjadi faktor penyebab terhalangnya aku masuk surga? Jawab Rasul saw. " "Tidak, Demi Allah sepanjang engkau meyakini kepada Tuhanmu dan ajaran RasulNya. Lalu katanya : "Demi Allah, Aku sudah islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, kurang lebih 8 bulan sebelum aku datang ke sini, dan aku telah beberapa kali meminang orang - orang yang berada di sekitarmu ini, tetapi seorangpun tidak ada yang mau menerimanya, akibat buruknya wajahku. dan perlu diketahui bahwa nasabku dari ayah adalah orang baik  - baik, berbeda dengan nasab dari ibuku yang buruk. Rasul saw bertanya : "Amr Wahb (seorang suku Taqief) yang belum lama ini masuk islam, apakah ada di tempat ini? Jawab sahabat : "Tidak ada" Lalu orang hitam giliran ditanya : "Kau tahu pasti rumahnya? Jawabnya : "Ya, aku tahu pasti. Sabdanya : "Pergilah kau kesana dan ketuklah pintunya pelan - pelan. Lalu uluk salam, jika sudah masuk berkatalah kepadanya, bahwa : "Rasul saw. telah mengawinkan aku dengan putrinya (anak putrimu). 'Atikah nama putrinya, gadis yang cukup cantik dan cerdik, maka pada mulanya ia disambut baik, tetapi karena buruk wajahnya, maka mereka tidak senang kepadanya, apalagi setelah amanat beliau saw. disampaikan, maka mereka menolaknya mentah - mentah (dengan cara sangat kasar), hingga ia cepat - cepat pergi menghadap Rasulullah saw. 

Tetapi secara tiba-tiba putrinya berkata : "Hai Ayah, carilah selamat 2x, sebelum turun wahyu yang membuka rahasiamu dan jika benar Rasul telah mengawinkan aku dengannya, maka aku rela atas ketentuan tersebut. Lalu Ayahnya segera menyusul ke tempat Rasulullah saw. dan setelah sampai di majlisnya, ditegur : "Kaukah orangnya yang berani menolak pinangan Rasulullah? Jawabnya : "Benar, tapi kini aku menghadap untuk untuk memohon ampun kepada Allah, yang semula aku mengira ia berdusta, ternyata hal itu benar-benar dari engkau, maka kini dengan perasaan senang aku menerimanya (dan kukawinkan Ia dengan putriku), dan aku berlindung agar tidak sampai ditimpa kemarahan Allah dan RasulNya. Lalu dikawinkan dengan mas kawin 400 dirham, dan ketika calon Suami yang bernama Sa'ad Sulamy disuruh masuk kepada istrinya, Ia menjawab : "Demi Allah ya Rasul..., tiada sepeserpun uang bagiku, hingga ia akan berusaha menghimpunnya dari saudara - saudaranya. Kemudian sabdanya : "Mas kawin untuk istrimu ditanggung oleh 3 orang mukmin, yaitu Utsman, Abdurrahman bin Auf, S. Ali, maka sekarang ambillah. 

Setelah uang tersebut diambil, ternyata mereka bertiga memberi lebih besar (lebih dari 400 driham) dan terus dibawa ke pasar, yang akan dibelikan segala keperuluan lamaran buat istrinya. Mendadak terdengar seruan... : "Hai kuda Allah berkendaraanlah..., juga Rasul saw. menyerukan panggilan jihadnya, lalu ia melihat ke langit seraya berdo'a : "Ya Allah, Tuhan Pencipta -langit-bumi, Tuhannya Muhammad saw., aku akan membelanjakan uang ini demi memenuhi sesuatu yang lebih disenangi Allah dan RasulNya, akhirnya uang sebesar itu dibelanjakan peralatan dan perlengkapan sabil (yakni kuda, pedang, tembok, perisai) kemudian ikat pingagangnya dipererat, memakai, memakai topi baja) seluruh anggota tubuhnya tidak kelihatan *(berukut rapat) kecuali bola mata saja, ia tegak berdiri di barisan Muhajirin, sehingga mereka saling bertanya " Siapakah orang itu, kami belum pernah melihatnya? Jawab S. Ali biarkanlah..., mungkin ia dari Bahrain atau dari Syam, ia sengaja menimba ilmu agama, dari itu ia bertekad (berjuang) demi keselamatan kalian, benar juga dugaan mereka, ia maju menghadapi lawan, memukul dan menerjang dengan pedang dan tobmaknya, hingga kudanya tidak mampu mengimbanginya, lalu ia turun seraya menyingsingkan lengan bajunya, dan pada saat itu diketahui secara pasti oleh Rasulullah saw. dan ia dipanggil : "Benarkah kau ini Sa'ad? Jawabnya : "Ya benar, lalu sabdanya : "Baik sekali nasibmu" dan ia terus maju kedepan menghadapi lawannya, hingga ia mati syahid, gugur di medan pertempuran melawan orang - orang kafir. 

Kemudian, Rasulullah saw. mengangkatnya..., kepalanya diletakkan di atas pangkuannya. dan debu-debu yang melekat oleh beliau diusapnya, sabdanya :"Harum sekali baumu, Allah dan RasulNya sangat kasih kepadamu, lalu beliau menangis, dan sesudah itu tertawa, lalu memalingkan wajahnya, sabdanya : "Saat ini ia sudah sampai di telaga Haudl, demi Tuhan Penguasa Ka'bah, Abu Lubabah bertanya : "Apa itu Haudl ya Rasul? Jawabnya : "Telaga Allah yang diberikan kepadaku, luasnya antara Yaman sampai Bushra, permata mutiara menghiasi pinggirnya, putihnya air melebihi putihnya susu, dan manis melebihi madu, dan sekali minum airnya maka tidak akan haus selamanya. 

Lalu kenapa Engkau menangis ya Rasul? Jawabnya : 'Karena rindu kepadanya, dan sesudah itu tertawa, "Karena aku gembira dengan pemberian kehormatan Allah kepadanya, dan ketika itu para calon istrinya (para bidadari) saling berebut menyambut kedatangannya sampai terlihat betis-betisnya. Oleh karena itulah aku memalingkan wajahku (malu karenanya) Kemudian peralatan perang milik Sa''ad diserahkan kepada istrinya (atas perintah Rasulullah saw.), juga diberitahu, bahwa : "Allah telah mengawinkan Sa'ad dengan putri Surga (Bidadari) yang jauh lebih cantik dari pada putri tersebut. 
























Terkisah Nabi Nuh 'Alaihissalam, yang diuji dengan ummat yang sukar diajak tuk beriman. Terkabar ilahi akan hadirnya banjir bandang. Nabi Nuh AS kemudian membangun kapal diatas gunung nan tinggi. Semua orang mengejek, mencela, bahkan menganggap gila. Tak hanya ummatnya, anaknya pun tak sanggup ia Selamatkan.

Banjir besar pun datang. Menyapu peradaban. Kecuali mereka yang beriman. Yang memilih menaiki bahtera harapan. Itulah sejengkal kisah peradaban. Dihadirkan agar diambil pelajaran.

*****

Kali ini Saya tidak pada posisi membahas kisah Nabi Nuh sebagai seorang ulama. Karena memang Saya tidak pakar dalam hal tersebut. Namun ijinkan hamba nan bodoh ini mengambil ibroh bisnis dari kisah Nabi Nuh.

Kisah Nabi Nuh dan Kapalnya mengusik fikiran Saya semalaman suntuk. Bagaimana kisah Nabi Nuh ini berkesuaian dengan apa yang terjadi dalam dunia bisnis sekarang : disruption atau penggilasan.

*****

Di tahun 1990an, santer terdengar isu tentang perkembangan dunia telekomunikasi. Isu santer itu bernama Global System for Mobile-Communication atau yang disingkat dengan GSM. Ada isu besar, bahwa ada teknologi yang membuat manusia tak lagi berkomunikasi via kabel. Teknologi ini membuat manusia bisa terhubung secara nirkabel.

PT Telkom sebagai raksasa telekomunikasi sedang menikmati indahnya pembayaran tarif telepon fix line. Dengan bersumber dari pembayaran telepon rumah, Telkom sedikit terbuai, namun tidak untuk beberapa orang yang meyakini "Banjir Bandang" akan datang. Banjir Bandang itu bernama GSM.

Sejak tahun 1993, mereka bergerak mendirikan bakal calon anak perusahaan yang kan berteknologi GSM. Dan di tahun 1995, berdirilah Telkomsel.

Membangun Telkomsel di tahun 1995, ibarat membangun Kapal diatas gunung. Tidak sedikit pesimisme dan cibiran berdatangan dari mereka yang tidak "mengimani" banjir bandang GSM. Itulah kabar burung yang Saya dengar dari para pendiri Telkomsel di generasi pertama. Mereka seakan orang-orang aneh dalam sejarah.

Di tahun awal-awal pendiriannya, Telkomsel cukup terseok menghadirkan layanan. Pelanggan pun masih sangat minim. Maklum, tekonologinya masih belum merata.

Sejarah berlalu, banjir bandang pun terjadi. Arus GSM mengalir keras ke peradaban. Perangkat mobile phone menyesaki saku-saku penduduk Indonesia. Peradaban telepon rumah seakan ditinggalkan. Sebagian dipertahankan untuk sekedar syarat pencairan kredit bank.

Kini, konon Telkomsel memasok mayoritas pendapatan Telkom Group. Perusahaan yang dahulu dicibir ini mendadak menjadi "Bahtera Nuh" bagi perusahaan raksasa telekomunikasi Indonesia. Selamat.

*****

Sejalan dengan cerita Nabi Nuh, teknologi GSM ini hadir bersamaan dengan teknologi internet, surel dan kerabatnya. Sebuah perusahaan jasa pengiriman nasional yang tak bisa Saya sebutkan namanya, entah bagaimana, tidak begitu mengimani kabar hadirnya "Banjir Bandang" Teknologi.

Kini perusahaan tersebut bertahan walau berat. Andai perusahaan tersebut sempat membangun "Bahtera Nuh"-nya, Saya yakin, keadaan perusahaan tersebut tak akan seperti saat ini.

Aset-aset perusahaan tersebut kini mulai menua dan tak terawat. Model bisnis mereka kini mulai direvolusi menjadi payment gateway dan ekspedisi barang. Walau terseok, mereka tetap bertahan. Persis seperti kampung paska banjir : recovery nya berat.

*****

Ada beberapa hal yang dapat kita petik ambil pelajaran :

1. Banjir Bandang Pasti Datang

Dalam dunia yang terus bergerak, perubahan adalah hal yang pasti terjadi. Yang jarang disadari adalah... perubahan yang terjadi akan berdampak seperti banjir bandang.

Perhatikan hal berikut ini,

Anda berbisnis di industri kapal feri. Sebuah moda angkutan laut jarak pendek. Biasanya menghubungkan pulau antar selat. Apa yang terjadi jika pemerintah berhasil membangun jembatan atau terowongan bawah laut? Banjir bandang.

Anda berbisnis jualan pulsa, bagaimana jika suatu hari dunia terkoneksi internet, sehingga orang tidak perlu lagi membayar pulsa untuk berkomunikasi? Banjir bandang.

Anda memiliki bisnis kursus bahasa inggris, bagaimana jika suatu saat, ada platform edukasi bahasa inggris yang tidak lagi membutuhkan kehadiran fisik peserta didik? Banjir bandang.

Bisnis apa pun yang kita lakukan hari ini, tidaklah lepas dari ancaman banjir bandang. Karena begitulah dunia terus berubah

2. Bangunlah Bahtera Nuhmu

Banjir Bandang adalah keniscayaan, namun hal itu bukanlah ancaman ketika Anda berhasil membangun Kapal diatas gunung. Seperti Telkom yang berhasil membangun Telkomsel, Seperti Trans Grup yang berhasil memodifikasi Mallnya menjadi wahana rekreasi, karena mereka menyadari.. bahwa orang tidak akan lagi datang ke mall untuk berbelanja, namun untuk rekreasi. Dan biarkan impulse buying sebagai trigernya.

Apakah Anda sudah membangun kapal Nuh Anda?

3. Yang menghina hanya akan tenggelam

Lihatlah kisah Nabi Nuh, mereka yang menghina akhirnya larut bersama banjir bandang.

Ini persis seperti kesadaran Kodak akan kamera digital. Mereka mentertawakan konsep camera digital yang tidak memiliki film didalamnya. Kodak mentertawakan kapal Nuh yang dibangun canon. Dan sekarang kodak tenggelam dalam "kekufurannya"

Begitulah nokia, yang mentertawakan android, dimana nokia sangat mengagung-ngagungkan syimbian nya. Dan akhirnya mereka harus tenggelam bersama kesombongannya.

Begitulah biro-biro travel yang tidak move on ke perilaku digital. Mereka harus gigit jari melihat Traveloka melahap hampir seluruh market share penjualan tiket mereka. Mereka tenggelam bersama banjir bandang perubahan.

*****

Semoga Allah melindungi kita semua, dari Banjir Bandang yang tak kuasa kita atasi.



..."Jika suatu masa kelak kamu tidak lagi mendengar bunyi bising dan gelak ketawa anak anak riang diantara shaf shaf solat di masjid masjid, maka sesungguhnya takut lah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian masa itu"...

Silahkan  perhatikan masjid kawasan kalian  Sunyi atau masih ramaikah  dengan celoteh dan canda khas  anak anak atau sdh terasing dari masjid dg khusuk di depan TV dan game dan gadget, Jangan pernah larang mereka utk ke mesjid dg alasan ribut dan mengganggu " kekhusyuan" shalat .karena ketika hilang suara suara kecil mereka di Mesjid itu tanda keruntuhan dan jatuh nya generasi mendatang..# bawa anak ke masjid.



Seorang mukmin senantiasa berbaiksangka pada saudaranya. Tapi praduga mulia bukanlah penghenti saling menasehati. Sebab cinta bukanlah penjamin mesra dunia; melainkan alasan, untuk bersama ke surga. Inilah sikap adilnya, juga kesejatian cintanya; yaitu untuk menjaga agar ia sempurna kelak di kehidupan yang abadi.

Apakah dengan begitu antar mukmin pencinta dapat terjadi sengketa di dunia?

Ya. Maka dalam firman tentang persaudaraan di Surat Al Hujurat ayat 10 ada kalimat lanjutan tentang kemungkinan itu sekaligus menegaskan peran pengishlah sebagai yang paling mulia, "..Maka damaikanlah antara kedua saudara kalian."

Ukhuwah itu tak meniadakan masalah. Hanyasanya ia mendampinginya agar berakhir indah. Bahkan jika pendamaian itu belum tuntas di dunia, ia akan berujung ke ayat yang dibaca Sayyidina 'Ali saat memangku mesra putra Thalhah dan Zubair yang masih kecil sebakda beliau berseteru dengan ayah mereka:

“Dan Kami cabut segala sesak dan rasa terluka di hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara, duduk berhadapan di atas dipan-dipan.” (QS Al Hijr [15]: 47)

Sebab di hadapan pengadilan Allah nanti, dua yang bersaudara dalam iman bisa jadi yang satu mendakwa yang lain. Tapi berbeda dengan penghakiman biasa di mana pahala si tertuntut diambil tuk membayar khilafnya, atau dosa penggugat ditambahkan pada tergugat; ada ganti yang ditawarkan.

"Angkat kepalamu hai Fulan!", perintah Allah pada si penuntut sebagaimana diriwayatkan Imam Ath Thabary. Maka hamba ini menaikkan pandangan dan menyaksikan istana ratna mutu manikam yang begitu megah di tengah taman surga yang membentang hijau amat jelita.

Takjub ternganga, hamba itu bertanya, “Duh Rabbi; bagi Nabi siapakah istana ini? Atau milik orang shiddiq yang mana ia? Atau kepunyaan pahlawan syahid zaman apa pula?”

Allah berfirman; “Istana ini akan jadi milik siapapun yang mampu membayar harganya.”

Penggugat itu terbelalak & bertanya.
“Berapakah harganya Ya Rabbi? Dengan apakah orang yang menginginkan akan membayarnya? Siapakah yang beruntung memilikinya?”

Allah berfirman; “Jika kau maafkan saudaramu itu, niscaya istana ini kan jadi milikmu!”

Maka dia berteriak gembira, “Demi kemuliaan dan keagunganMu; sungguh kini aku telah memaafkan saudaraku!”

Maka Allah karuniakan istana kemaafan itu; Dia hapuskan dendam di hatinya, hingga mereka kembali bersaudara, bahkan bertetangga di surga. Cinta orang-orang bertaqwa, memang baru akan sempurna di surga.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak Yang Maha Pengasih akan jadikan di hati mereka rasa cinta yang dalam." (QS Maryam [19]:96)

Majelis Jejak Nabi Bandung, 27 Februari 2016



Oleh: Musyafa Ahmad Rahim

Alkisah..

Tersebutlah ada satu keluarga yang memelihara seekor kucing. Dididiknya kucing piaraannya itu sehingga dapat mengerjakan sebagian tugas-tugas rumah dengan baik.

Pada suatu kali, keluarga itu mendapatkan tambahan anggota baru dengan lahirnya seorang anak lelaki yang sangat tampan dan menarik perhatian.

Rasa bahagia semakin tampak pada keluarga itu. Termasuk si kucing pun ikut terlihat berbahagia.

Hari demi hari keluarga itu mengekspresikan kebahagiaan mereka kepada sang bayi, dan si kucing pun juga bersikap lembut dan sayang kepada anggota keluarga baru yang masih memerah tersebut dan sama sekali tidak ada tanda-tanda atau gejala-gejala bahwa si kucing hendak menyakiti si bayi.

Pada suatu hari, ibu sang bayi sedang ada suatu hajat, sehingga ia tidak bisa menunggui sang bayi. Sang ayah pun berada di depan rumah, sedang bersih-bersih pekarangan; membabati rumput yang meninggi dan tidak beraturan, mencangkuli tanah yang perlu dicangkul dan sebagainya. Intinya membersihkan dan merapikan halaman depan rumah agar tampak lebih indah dan menawan. Sementara si kucing, tadinya tampak “bermain” dan “bercanda” dengan si bayi yang masih menggeletak di atas tempat tidur yang kaki-kaki ranjangnya sudah dilepas, dengan maksud agar sang bayi tidak menggelundung jatuh.

Saat sang ayah merasa haus, dengan tangan kanan masih memegang celurit tajam, ia bermaksud memasuki rumah hendak minum.

Betapa terkejutnya sang ayah saat melihat si kucing mulutnya berlumuran darah, dan pada bulu tubuhnya pun banyak terdapat darah segar, dan si kucing menampakkan ekspresi kebanggaannya di hadapan sang ayah.

Tanpa pikir dan pertimbangan panjang, sang ayah pun mengayunkan celuritnya kepada si kucing. Clurit itu dengan tepat mengenai tubuh si kucing yang seketika mati berlumuran darah. Belum puas bahwa sekali babat kucing itu mati, clurit pun diayunkan sekali lagi dan sekali lagi, untuk memastikan bahwa si kucing telah benar-benar mati, dan untuk melampiaskan “dendam”-nya.

Betapa tidak, bukankah darah segar pada mulut kucing itu, dan juga lumuran darah pada tubuhnya, juga ekspresi kebanggaannya menunjukkan bahwa baru saja si kucing menyakiti sang bayi?! Atau bahkan telah membunuhnya?! Atau bahkan telah memakannya?!

Sang ayah baru tersentak, tersadar dan terbangun dari “nafsu kesetanannya” saat melihat istrinya menggendong anaknya, dalam keadaan segar bugar, sehat wal afiat, tidak terjadi sesuatu apa pun padanya.

Justru ibu sang bayi itu lah yang menjerit melihat suaminya seperti “kesetanan” mencincang si kucing!! Seraya mengatakan: "Berhenti! Sarungkan clurit itu! Simpan! Kucing tidak salah! Justru kucing inilah pahlawan kita!"

Masih diliputi oleh campur aduk perasaan antara dendam kepada kucing di satu sisi, dan suara-suara pengingatan dan bentakan istrinya di sisi yang lain, sang suami melepaskan cluritnya, sambil masih dengan perasaan bingung tidak karuan, ia bertanya kepada istrinya: “Apa yang terjadi?”

Kata sang istri: “Lihat ke dalam rumah!”

Ternyata, di sana, di dekat tempat tidur sang bayi terdapat bangkai ular yang sudah terkoyak-koyak sedemikian rupa!!

Seketika, sadar lah sang ayah, berarti, kucing piaraannya ternyata adalah "pahlawan" keluarganya. Dialah yang telah berkelahi mati-matian untuk membela bayinya. Berkelahi dengan seekor ular yang bisa jadi akan “memangsa” bayinya.

Kucing itu, dalam perkelahian dan pegumulannya dalam melawan ular, telah menjadikan mulut dan seluruh tubuhnya berlumuran darah...

Maka, dapat dibayangkan, betapa dalam penyesalan sang ayah atas tindakannya yang telah mencincang dan memutilasi kucing pahlawannya sedemikian rupa!!


---------

Ya Rabb....

Ya Ikhwah,
Jangan Salah Sangka, Kenali Pahlawanmu....



Pakai Pakaian Lusuh Saat Rapat Wali Murid, Ucapan Bapak Ini Membuat Semua Orang Malu!
 Tepat pukul 7, orang tua murid mulai masuk ke dalam ruangan kelas di sekolah. Beberapa orang tua terlihat penuh sopan santun, ada juga orang tua yang kelihatannya sombong, ada juga yang terlihat sangat berhati-hati. Pada saat guru mulai menutup pintu dan mulai berbicara, pintu yang baru saja ditutup terbuka kembali perlahan-lahan, seorang pria paruh baya, badannya kotor penuh dengan debu muncul dibalik pintu. Dengan wajah yang tersenyum dia meminta maaf karena datang terlambat. Kehadirannya menarik perhatian orang tua murid lainnya. Dia mengenakan pakaian kerja yang sudah luntur serta penuh bercak cat. Celananya pekat dengan debu, dia memakai sepatu boot yang penuh dengan lumpur. Dia kelihatan seperti baru pulang dari kerja bangunan.
Guru itu berkata: "Permisi, Bapak siapa?" Pria paruh baya itu berkata: "Saya ayahnya Aminudin"
Guru itu terlihat kaget, tapi segera meminta pria itu menandatangani buku kehadiran. Ayah dari Aminudin dengan muka yang tertunduk berkata: "Maaf, Pak Guru, saya tidak dapat membaca dan menulis..." Para orang tua murid lainnya terdengar ada yang mulai menertawakan, sang guru tersebut pun berkata: "Tidak apa-apa, saya yang akan membantu Bapak tanda tangan."
Kemudian guru tersebut mulai menjelaskan, tujuan diadakannya rapat orang tua murid adalah supaya setiap orang tua dapat saling berbagi pengalaman tentang bagaimana cara mendidik anak serta kesannya selama mendidik anak. Ada 2-3 orang tua murid membagikan pengalaman mereka dalam mendidik anak-anak mereka, yaitu bagaimana mereka mendidik anak mereka dengan ketat, supaya mereka mau menulis pr mereka, membantu anak-anak mereka mencarikan guru les tambahan, dll.
Pada saat guru tersebut meminta ayah dari Aminudin untuk berbicara, ia memperkenalkan, " Aminudin adalah seorang murid teladan dengan nilai terbagus di kelas. Pelajaran matematika selalu beroleh nilai terbaik, ia tidak pernah terlambat, selalu bersikap baik terhadap teman-temannya. Mari
sama-sama kita dengarkan bagaimana ayah dari Aminudin mendidik anaknya."
Tidak sedikit orang tua murid lainnya tampak kaget. Bapak yang tidak terpelajar namun mempunyai anak yang hebat. Ayah Aminudin dengan agak sedikit canggung mulai berjalan ke depan. Ia sedikit tertunduk, tidak begitu berani menatap mata para orang tua murid lainnya. Ini perkataannya:
Saya hanya suka melihat anak saya mengerjakan PR nya. Setiap kali sepulang kerja, tidak peduli seberapa capeknya saya, saya pasti akan duduk di samping dia untuk melihatnya mengerjakan PR yang ada. Suatu hari, anak saya bertanya kepada saya,
"Ayah, setiap hari melihat saya mengerjakan PR, apa Ayah mengerti apa yang saya kerjakan?" Saya berkata "Ayah tidak mengerti." Kemudian anak saya bertanya: "Ayah, jika Ayah tidak mengerti bagaimana Ayah tahu saya mengerjakannya dengan benar atau tidak?"
Saya berkata: "Jika kamu mengerjakannya dengan cepat, maka Ayah tahu bahwa soal ini sangat mudah; jika kamu menyalakan kipas angin, mengambil minum, maka Ayah tahu bahwa soal tersebut susah."
Saya seorang buruh bangunan. Suatu kali saya mengangkat wajah saya dan melihat bangunan tinggi yang saya bangun, saya bertanya kepada anak saya, apakah kamu mau tinggal di rumah yang tinggi, yang besar, rumah yang indah? Mengendarai mobil bagus? Anak saya menganggukkan kepalanya. Saya berkata: "Oleh karena itu kamu harus belajar dengan baik. "
Saya tidak sekolah, tidak dapat membaca dan menulis, saya tidak tahu bagaimana cara-cara hebat mendidik anak. Saya hanya suka bercakap-cakap dengan anak saya. Anak saya senang jongkok di samping saya pada saat saya bekerja. Saya tidak memberikan uang jajan kepada anak, ia tidak bermain internet, juga tidak belanja macam-macam. Dia sering di rumah membantu saya mencuci pakaian.
Setelah selesai berbicara, dia membungkuk untuk memberikan hormat kepada sang guru! Orang tua murid lainnya terpaku tak bergeming, hati mereka sangat tersentuh oleh perkataannya. Ayah ini meskipun tidak mempunyai pendidikan yang tinggi dan tidak dalam keadaan ekonomi yang cukup, tetapi ia sangat hormat kepada guru. Dia juga senang menemani anaknya. Ini adalah caranya bagaimana dia berhasil dalam mendidik anak.



Inspirasi pagi...
Kisah SEORANG DOKTER.

Sejak pulang dari itikaf di masjid selama 3 hari bersama jamaah dakwah, dokter Agus menjadi pribadi yang berbeda. Sedikit-sedikit bicaranya Allah, sedikit-sedikit bicaranya Rasulullah. Cara makan dan cara tidurnya pun berbeda, katanya itulah cara tidur Nabishallallahu 'alaihi wasallam. Rupanya, pengalaman itikaf dan belajar di masjid betul-betul berkesan baginya.

Ada semangat baru. Namun beliau juga jadi lebih banyak merenung. Dia selalu teringat-ingat dengan kalimat yang dibicarakan amir jamaah. “Obat tidak dapat menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Obat bisa menyembuhkan berhajat kepada Allah, karena sunnatullah. Sedang Allah menyembuhkan, tidak berhajat melalui obat. Allah bisa menyembuhkan dengan obat atau bahkan tanpa obat. Yang menyembuhkan bukanlah obat, yang menyembuhkan adalah Allah.”

Dia-pun merenung, bukan hanya obat, bahkan dokter pun tidak punya upaya untuk memberi kesembuhan. Yang memberi kesembuhan adalah Allah.

Sejak itu sebelum memeriksa pasiennya, beliau selalu bertanya.

“Bapak sebelum kesini sudah ijin dulu kepada Allah?” atau “Sudah berdoa meminta kesembuhan kepada Allah?” atau “Sudah lapor dulu kepada Allah?”

Jika dijawab belum (kebanyakan memang belum), beliau meminta pasien tersebut mengambil air wudhu, dan shalat 2 rakaat di tempat yang telah disediakan.

Jika memberikan obat, beliau pun berpesan dengan kalimat yang sama. “Obat tidak bisa menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Namun berobat adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan sebagai ikhtiar dan sunnatullah, agar Allah mau menyembuhkan”.

Ajaib! banyak pasien yang sembuh.

Jika diperiksa dengan ilmu medis, peluang sehatnya hampir tidak ada, ketika diberikan terapi “Yakin” yang diberikan beliau, menjadi sehat.

Pernah ada pasien yang mengeluh sakit, beliau minta agar orang tsb untuk shalat 2 rakaat (minta ampun dan minta kesembuhan kepada Allah), ketika selesai shalat pasien tersebut langsung merasa sehat dan tidak jadi berobat. Allahu-Akbar.

Rudi, Asistennya bertanya, kenapa dia langsung sembuh?

Dr. Agus katakan, bisa jadi sumber sakitnya ada di hati, hati yang gersang karena jauh dari Allah. Efek lain adalah pasiennya pulang dalam keadaan senang dan gembira. Karena tidak hanya fisiknya yang diobati, Namun batinnya pun terobati. Hati yang sehat, membuat fisik yang kuat. Dan sebaik-baik obat hati adalah Dzikir, Al-Quran, Wudhu, Shalat, Do'a dan tawakal pada Allah.

Pernah ada pasien yang jantungnya bermasalah dan harus di operasi.

Selain “Yakin”, beliau juga mengajarkan terapi cara hidup Rasulullah. Pasien tersebut diminta mengamalkan satu sunnah saja, yaitu sunnah tidur. Sebelum tidur berwudhu, kalo bisa shalat 2 rakaat, berdoa, berdzkir, menutup aurat, posisi kanan adalah kiblat, dan tubuh miring ke kanan.

Seminggu kemudian, pasien tersebut diperiksa. Alhamdulillah, tidak perlu dilakukan operasi. Allah telah memberi kesembuhan atasnya.

Ada juga pasien yang ginjalnya bermasalah. Beliau minta agar pasien tersebut amalkan sunnah makan dan sunnah di dalam WC. Makan dengan duduk sunnah sehingga posisi tubuh otomatis membagi perut menjadi 3 (udara, makanan, dan air). Kemudian buang air kecil dengan cara duduk sunnah, menguras habis-habis kencing yang tersisa dengan berdehem 3 kali, mengurut, dan membasuhnya dengan bersih. seminggu kemudian, saat diperiksa ternyata Allah berikan kesembuhan kepada orang tersebut.

Rudi pernah sedikit protes. Sejak melibatkan Allah, pasiennya jadi jarang bolak-balik dan beresiko mengurangi pendapatan beliau.

Namun Dr. Agus katakan bahwa rezeki adalah urusan Allah. Dan beliau jawab dengan kalimat yang sama dengan redaksi yang berbeda, bahwa “Sakitnya pasien tidak dapat mendatangkan rezeki, yang memberi rezeki adalah Allah. Allah juga bisa mendatangkan rezeki tanpa melalui sakitnya pasien”.

Enam bulan berikutnya seorang pasien yang pernah sembuh karena diminta shalat oleh beliau, datang ke klinik, mengucapkan terima kasih, dan berniat mengajak dokter serta asistennya umroh bulan depan. Dr. Agus kemudian memanggil Rudi ke dalam ruangan. Sebenarnya beliau tahu bahwa Rudi ingin sekali berangkat umroh. Namun kali ini beliau ingin bertanya langsung dengannya.

“Rudi, bapak ini mengajak kita untuk umrah bulan depan, kamu bersedia?”

Rudi tidak menjawab, namun matanya berbinar, air matanya tampak mau jatuh.

“Sebelum menjawab, saya ijin sholat dulu pak”. Ucapnya lirih. Ia shalat lama sekali, sepertinya ini shalat dia yang paling khusyu'. Pelan, terdengar dia terisak-isak menangis dalam doanya.

Demikian mudah-mudahan kisah yang di bagikan membawa banyak manfaat, Silahkan di SHARE..!

Sumber: fb Abdul Basir 

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.