Articles by "News"

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan




Ikadikobar.org - Suatu hari, seorang lelaki pergi menemui Ibahim bin Adham, (seseorang penyembuh penyakit hati, ulama yang tidak hanya kaya akan ilmu, namun juga sangat wara' dan zuhud terhadap dunia sehingga diberi gelar, Sulthân al-Awliyâ’). Lelaki itu berkata, "Aku adalah orang yang berdosa, sebutkanlah kepadaku apa yang dapat membuatku berhenti melakukan dosa!."

Ibrahim berkata kepadanya, "Jika engkau mampu melakukan lima perkara, maka engkau tidak akan tergolong pelaku maksiat."

Lelaki itu bersungguh-sungguh mendengarkan nasihat Ibrahim, Ia berkata, "Sebutkanlah apa yang ingin engkau katakan wahai Ibrahim."

Ibrahim bin Adham berkata, "Pertama, jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat kepada Allah, maka janganlah engkau makan rezeki dari-Nya." Lelaki itu merasa heran, Ia bertanya, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, sedangkan semua rezeki itu datang dari Allah?!"

Ibrahim berkata, "Jika engkau mengetahui itu, apakah layak bagimu memakan rezeki-Nya, kemudian engkau melakukan perbuatan maksiat kepada-Nya?! Lelaki itu menjawab, "Tidak wahai Ibrahim. Sebutkanlah yang kedua!"


Ibrahim bin Adham berkata, "Jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat, maka janganlah engkau tinggal di negeri milik Allah." Lelaki itu lebih heran daripada keheranannya yang pertama. Ia berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, sedangkan semua negeri ini milik Allah." Ibrahim bin Adham berkata, "Jika engkau mengetahui itu, apakah layak bagimu tinggal di negeri milik Allah sedangkan engkau berbuat maksiat kepadanya?!" Lelaki itu menjawab, "Tidak wahai Ibrahim, sebutkanlah yang ketiga."

Ibrahim berkata, "Jika engkau akan melakukan perbuatan maksiat, maka carilah tempat dimana engkau tidak dilihat oleh Allah, maka lakukanlah perbuatan maksiat di tempat itu." Lelaki itu berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, Dia mengetahui semua tentang semua rahasia, Dia mengetahui yang dinyatakan dan yang disembunyikan, mendengar hentakan kaki semut di atas batu hitam pekat di tengah malam yang gelap gulita,"  Ibrahim bin Adham berkata, "Jika engkau mengetahui hal itu, apakah pantas engkau melakukan maksiat kepada Allah?!." Lelaki itu menjawab, "Tidak. Wahai Ibrahim sebutkan yang keempat."

Ibrahim bin Adham berkata, "Apabila malaikat maut datang kepadamu untuk mencabut nyawamu, maka katakanlah kepadanya, "Tundalah hingga masa tertentu''' Lelaki itu berkata, "Bagaimana mungkin engkau mengatakan itu wahai Ibrahim, sedangkan Allah telah berfirman, "Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (Al-a'raf: 34). Ibrahim bin Adham berkata kepadanya, "Jika engkau telah mengetahui hal itu, lantas bagaimana mungkin engkau masih mengharapkan keselamatan?!" Lelaki itu menjawab, "Ya, sebutkan yang kelima wahai Ibrahim."


Ibrahim bin Adham berkata, "Jika malaikat Zabaniah (para malaikat neraka jahanam) datang kepadamu untuk memasukkanmu ke dalam neraka Jahanam, maka janganlah engkau pergi bersama mereka." Hampir saja lelaki itu tidak mendengarkan syarat yang kelima, ia berkata sambil menangis, "Cukuplah wahai Ibrahim, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." Kemudian, lelaki itu pun rajin beribadah hingga ia meninggal dunia. 

dikutip dari kitab Semua Ada Saatnya, karangan Syaikh Mahmud Al - Mishri, yang diterjemakan Ust. Adul Somad, Lc., MA

Rembug Nasional Api Islam Untuk Peradaban Indonesia Masa Depan

Jakarta - Rembug Nasional dengan tema Api Islam Untuk Peradaban Indonesia Masa Depan yang diselenggarakan di Hotel Sahid Jakarta pada hari Rabu, 27 Februari 2019 dengan peserta meliputi akademisi, tokoh agama, lintas agama, dan Pengurus Pusat Ormas- Ormas besar di Indonesia seperti Muhammadiyah, Persis, NU, Serikat Islam, dll.

Dalam sambutannya, Ketua Gerakan Suluh Islam Prof. Dr. Mahfud MD menyampaikan bahwa gerakan suluh kebangsaan telah dilakukan di universitas, berbagai stasiun, dll

Prof. Mahfud MD menyampaikan  bahwa Istilah api islam disampaikan pertama kali oleh bung Karno. Islam akan maju jika apinya dihidupkan dengan semangat untuk membangun Islam. Kita tidak boleh lagi dijajah. Kemudian dengan semangat api islam meliputi Persatuan yg juga dimiliki ormas islam lainnya dengan menerima perbedaan, dan bersatu dalam persamaan untuk membangun negara. Maka terbentuklah negara kesatuan Republik Indonesia.

Dahulu Bung Karno juga mengatakan saat ini ada Islam sontoloyo, menggunakan Islam untuk sendiri, tapi setelah berkuasa meninggalkan nilai Islam.

Dalam seminar itu, Hamdan Zoelva yang merupakan sekarang ketua Sarekat Islam, ormas yg paling besar saat Indonesia Merdeka menyampaikan bahwa Islam jalan tengah, yaitu terbuka untuk perbedaan, tapi tidak menganggap orang lain itu salah. Gerakan ini berfaham gerakan Indonesia berfaham dan berdasar Pancasila. seminar juga diisi dari Pengurus Pusat Muhammadiyah, NU, Persis.

Ikadikobar.org- Saat musim kemarau tiba, banyak daerah yang dilanda kabut asap. Kalimantan dan Sumatra adalah daerah yang langganan mengalami kabut asap. Bagi yang memiliki bayi, asap adalah masalah yang menimbulkan masalah kesehatan terutama bagi anak yang kita sayangi.


Berikut saya sampaikan tips ringan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kabut asap disekitar rumah kita di pagi hari, yang diperoleh dari hasil uji coba untuk mengurangi asap/CO2 dengan mengaktifkan Penyedot asap/CO2 alami :
1. Siramlah tanaman yang ada di halaman rumah anda dengan air sebanyak 3-5 gayung besar atau lebih di permukaan tanah bagi yang besar dan tinggi, dan seluruh dahan serta daun bagi tanaman yang berbatang rendah seperti bunga yang ada di pot;
2. Lakukan kegiatan ini minimal sekali sehari di pagi hari,
3. Tunggulah sekitar 30 menit, maka kita akan melihat proses fotosintesis berlangsung, sehingga asap/ CO2 yang banyak akan dihirup atau disedot oleh stomata atau mulut daun tanaman dan tanaman disekitar kita akan menghasilkan Oksigen/O2 yang amat dibutuhkan dalam pernafasan kita.

Proses penyedotan asap dapat kita lihat dengan semakin menipisnya ketebalan kabut yang ada disekitar tanaman yang kita siram, dan semakin tebalnya asap daerah yang jauh dari tanaman yang kita siram.

foto contoh tanaman yg menyerap banyak CO2 &  menghasilkan O2 bila disediakan air

Faktor2 yang mempengaruhi seberapa cepat dan kuat tanaman sebagai Penyedot asap/CO2 dalam mengurangi kabut asap :

1. Besarnya batang dan lebatnya daun tanaman,
    semakin besar dan semakin banyak daun tanaman yang tanahnya disiram air, maka akan semakin        banyak asap yang dihisap oleh daun dan semakin banyak Oksigen yang dihasilkan, maka beruntunglah rumah, sekolah dan bandara udara yg punya modal utama ini;

2. Jumlah air yang disiramkan ke tanaman,
   semakin banyak air yang disiramkan ke akar tanaman, maka akan semakin membantu tanaman          untuk melakukan proses fotosintesis dengan semakin banyak asap atau CO2 yang dihisap dan              semakin banyak pula O2 yang dihasilkan. Maka dahulukan menyiram tanaman di pagi hari untuk sekolah dan kantor, agar saat orang datang asap disekitar sekolah dan kantor mulai menipis dan banyak udara segar disekitar kita.

3. Cahaya Matahari,
  semakin banyak atau semakin siang maka akan semakin banyak pula daun yang melakukan             fotosintesis, jika bahan baku lainnya berupa air yang disedot akar telah tersedia. Maka adanya lampu yang hidup di malam hari, dan air yang cukup bisa membantu tanaman menyerap CO2 di malam hari walau lebih kecil sehingga asap di pagi hari tidak terlalu tebal.

4. Seberap sering tanaman disiram,
misalnya di sore hari juga disiram maka akan semakin tipis kabut asap di rumah kita saat di pagi hari dibandingkan pagi hari yang tidak kita adakan aktivitas menyiram tanaman;

Catatan Kondisi saat uji coba selama beberapa hari di pagi hari:
Kabut asap yang tebal dengan jarak pandang dibawah 30 meter, tidak ada hembusan angin sehingga tidak ada perpindahan kabut asap, setelah melakukan penyiraman di pohon mangga depan rumah, kabut asap di sekitar tanaman semakin tipis dibanding sekitarnya yang semakin jauh dengan pohon mangga tetap tebal.

                                 

Demikian tips singkat dan mudah ini, semoga dapat mengurangi kabut asap di sekitar kita.

Tips ini bisa diterapkan di sekitar rumah, sekolah, kantor, bahkan di sekitar bandara yang memiliki banyak pohon dan ada tim/alat pemadam kebakaran yang bisa diaktifkan dan didigunakan untuk menyiram tanaman di sekitar Bandara Udara. Bagi yang menyiram tanaman di rumah yg dekat jalan raya maka hal ini akan mengurangi kabut asap di jalan raya sehingga laka lantas dapat dihindari.
Mari cegah penyakit saluran pernapasan dan laka lantas dengan membantu paru-paru dunia atau tanaman untuk melakukan Fotosintesis dengan menyiram tanaman.

Teori dan praktek ini sebenarnya telah diparktekkan ulang oleh teman2 waktu praktikum biologi di Klas 3 IPA pada beberapa kelompok. Kesimpulannya ada 3 mata rantai Fotosintesis, yaitu harus ada H2O/AIR, CO2/KARBONDIOKSIDA/ASAP, MAKA AKAN MENGHASILKAN O2/OKSIGEN.
detail hubungan timbal baliknya telah diuraikan diatas.

Mohon hindari menyiram tanaman di tengah hari, kecuali kondisi tidak panas atau mendung karena bisa merusak sebagian organ akar tanaman.

Mohon di Share agar semakin banyak sekolah, kantor, dan rumah yang terbebas dari bahaya asap/CO2.

Salam Hormat,
Mansyur.


Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.