Latest Post


Dalam suatu acara di aula kantor, motivator bertanya pada cewek-cewek pegawai yang belum menikah:

"Apakah Anda mencari calon suami yang sudah mapan?"

Cewek-cewek menjawab serentak "iyaaaaa."

Lalu motivator menunjuk kearah bapak-bapak pejabat eselon IV yang duduk di deretan kursi paling depan: "Seperti inilah calon-calon suami yang diinginkan cewek-cewek tadi, yang sudah jelas-jelas mapan (dan tua)." 

Lalu semua tertawa.

Bapak-bapak tua yang di depan pun mesem-mesem.

***

Yang seperti ini juga terjadi pada para orangtua ketika datang seorang lelaki hendak melamar putrinya.

Pertanyaan yang umum ditanyakan adalah tentang dunia. Padahal dunia ngga lama.

Yang ditanyakan: apa sudah punya pekerjaan tetap?
Padahal yang penting itu bukan "kerja tetap", tapi "tetap bekerja".

Ngga ditanyakan kepada si lelaki, apakah bisa ngaji? Apakah sholat 5 waktu? Apakah bisa berdoa?
Nah lho. Jangan-jangan ngga bisa berdoa?
Bagaimana dia akan mendoakan anak istrinya kalo berdoa aja ngga bisa?

#SebuahRenungan

(Ardian Candra)


Imam Ibnul Qayyim berkata;

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari SATU JALAN, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya.

Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

(Kitab Al Fawaid, Ibnul Qayyim, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali)

-Muhammad Hafiz Auji-



Ikadikobar. Blogspot. Com - Pangkalan Bun, Pada suatu waktu, Ustadz Sukardi, bercerita tentang salah satu tamu rukhyahnya. "Di malam itu, terdapat kelurga yang membawa seorang Anak muda ke Masjid BTN Bumi Asih, tempat rukhyah biasanya dilaksanakan. Beliau kira, anak itu kena gangguan jin, ternyata menurut keluarga bukan gangguan jin, tapi gangguan Narkoba.

Ustadz Sukardi pun kaget, dengan berkata " Apa bisa orang yang kena Narkoba dirukyah ya?" Karena belum pernah beliau merukyah orang yang kena Narkoba. Lalu beliau bertanya apa gejala anak ini? Keluarga pun menyebutkan bahwa yang bersangkutan sudah tidak tanggap dengan keadaan, bahkan dipanggil namanya pun tidak noleh dan menjawab. 

Lalu dengan mengharap ridho dan pertolongan Allah, Ustadz Sukardi pun merukhiyahnya. Alhamdulillah setelah dirukyah, pemuda narkoba sudah mulai bisa merespon, menjawab ketika nama sang anak disebut oleh ibunya. Anak itupun dirukyah oleh keluarga beberapa kali. Dan dari waktu ke waktu progressnya makin baik. 

Keluarga sudah kemana-mana dalam berusaha mengobati anaknya yang kena Narkoba. Alhamdulillah, Firman Allah benar2 HaQ."Kami turunkan Al Quran sebagai obat dan rahmat bagi orang2 yang beriman."




Ikadikobar.blogspot.com - Sungguh... Manusia itu mulia karena akalnya. Akal adalah karunia Allah tertinggi setelah iman. Tanpa akal, maka tidak bisa orang berkomunikasi dengan orang lain, apalagi membuat kerjasama atau MOU atau kesepakatan bisnis yang menguntungkan. Bahkan sistem kendali syaraf, sistem kendali tubuh, diatur didalam akal unsan. 

Maka ketika akal itu dirusak, atau sengaja dirusak maka akan rusaklah sistem kendali otomatis tubuh. Selanjutnya akal akan berfungsi terbalik, yang jauh terlihat dekat, yang dekat terlihat jauh, yang rugi terlihat untung, yang untung terlihat rugi. Itulah akibat akal yang rusak atau dirusak.

Salah satu penyebab terberat rusaknya akal adalah penggunaan NAPZA. Napza akan merusak sistem syaraf otak dan akal. Di dalam otak terdapat milyaran sel saraf dan jutaan simpul saraf untuk menopang sistem kendali dan fungsi seluruh organ tubuh. Baik itu penglihatan, pendengaran, lisan, dan seluruh fungsi kendali organ fital lainnya. Seperti janyung, paru2, ginjal. 


Ketika akal sudah tidak berfungsi, maka siapakah yang akan mengendalikan tubuh kita agar bisa digunakan sebagaimana mestinya. Ibarat mobil mewah, apalah guna kalau setirnya macet, remnya blong, pedal gasnya tidak berfungsi, porsnelingnya dol. Maka walau harganya milyaran, mobil mewah akan jadi besi tua, tidak dipakai. Bahkan besi tua lebih baik dan jauh lebih baik karena masih ada manfaatnya. Bisa dijual, bisa dikilo. Dibanding manusia yang sudah rusak akalnya, rusak otaknya karena narkoba. Diajak bicara tidak nyambung, dipanggil namanya tidak menoleh, apalagi menjawab. Yang ada hanya menghasilkan kotoran, dan membuat kegaduhan berkepanjangan.

Semoga Allah menjauhkan ummat rasulullah dari bahaya Napza, / Narkotika Psikotropika dan Zat Aditif lainnya. Dan semoga Allah membebaskan orang yang berjaga dan menjaga ummat manusia dari ancaman dan bahaya Napza dari Api Neraka serta memasukkannya dalam surga. Amiiin.

Mansyur, SH.



UNTUK ORTU YANG ANAKNYA MONDOK

"Kalo mau punya anak bermental kuat, orang tua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orang tua harus berjuang lebih..ikhlas.. ikhlas.. ikhlas..

Anak-anak mu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "gadget".

Insya Allah Anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Alqur'an..yakin.. yakin..harus yakin..

Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo.." (kalo sdh tua menangis krn anak2 kamu lalai thdp urusan akhirat....kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajah...lupa surga)"


Pesan KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Ponpes Gontor
___
Sumber:https://www.facebook.com/faisal.kunhi.1/posts/10201245507215524


INI TULISAN BAGUS... Saya tidak bosan-bosan membacanya...

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang-barang mewah.
Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya.
Tapi juga tudak merendahkan orang yg lebih miskin darinya.

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi.
Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi tidak teriak kemana -mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya.

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama.

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit saat pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu), kembalikan pinjaman uang sekecil apapun, berani minta maaf saat ada kesalahan & tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan.

Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang..

semoga bermanfaat..

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.