Ayat tentang “Mensyukuri Nikmat”
قال الله تعالى :
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ(7)
وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُواْ أَنتُمْ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعاً فَإِنَّ اللّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ(8)
Terjemah surat Ibrahim ayat 7 & 8 :
(7)“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan
jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat
pedih”.
(8) Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi
semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya
lagi Maha Terpuji”.
(QS: Ibrahim:7-8)
Kandungan ayat :
1. Peringatan dari Allah SWT untuk mensyukuri nikmat Allah yang telah
diberikan kepada manusia, bahwa jika manusia mensyukuri nikmatNya maka
akan ditambahkan nikmat kepadanya dengan berbagai kenikmatan dariNya.
Dan jika manusia mengingkari nikmat Allah yang telah diberikan
kepadanya, maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat pedih
baik adzab di dunia dengan dicabutnya kenikmatan di dunia dan di akhirat
akan mendapat adzab yang pedih.
2. Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya, yaitu surat Ibrahim
ayat 6 yang mengisahkan tentang perkataan Nabi Musa ‘Alaihissalam
terhadap kaumnya dengan mengingatkan mereka tentang besarnya nikmat
Allah atas mereka.
Dalam ayat disebutkan:
Dan (ingatlah), ketika musa berkata pada kaumnya:
”Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkanmu dari (Fir’aun
dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siska yang pedih,
mereka menyembelih anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak perempuanmu
dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari tuhanmu” (Ibrahim
(QS 14: 6). Kemudian dilanjutkan ayat ini yang memberikan dorongan agar
bersyukur atas nikmat-Nya sekaligus menyebutkan ancaman bagi orang-orang
yang mengingkarinya.
3. Syukur di wujudkan dengan hati, lisan, dan perbuatan. Syukur
dengan hati adalah mengetahui bahwa berbagai kenikmatan tersebut berasal
dari Allah juga dari yang lain. Syukur dengan lisan adalah dengan
memuji dan menyanjung pemberi nikmat. Sedangkan bersyukur dengan
pebuatan adalah dengan menggunakan kenikmatan tersebut dengan bersikap
loyal dan rendah hati terhadap Allah SWT.
4. Ayat ke 8
dan Musa berkata: “jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi
semuanya mengingkari (nikmat Allah) (ingkar terhadap nikmat-nikmat Allah
dan tidak mengimani-Nya), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji”.
Apabila kaum nabi Musa A.S dan seluruh makhluk mengingkari nikmat-nikmat Allah dan kalaupun itu terjadi, maka:
Allah tidak membutuhkan syukur mereka dan tidak membuat Allah berkurang
sedikitpun. Dan Allah layak terhadap pujian karena kebesaran
kenikmatan-Nya meskipun mereka tidak bersyukur.
Atau, Dia dipuji oleh selain mereka, yakni para malaikat. Dengan
demikian, pengingkaran yang dilakukan manusia sama sekali tidak
memberikan pengaruh bagi Allah SWT. Sebaliknya, justru mendatangkan
bahaya bagi pelakunya
Perintah bersyukur disebut kan dalam banyak dalil, seperti QS Al-Baqarah (2): 152 ,172, An-Nahl(16):114, Al Ankabut(29): 17