Latest Post



Ikadikobar - Memiliki buah hati yang gemar membaca Al-Quran adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi setiap abi dan umi, walaupun kondisinya belum bisa membaca dengan sempurna atau masih terbata-bata.
Tentu saja kebahagiaan itu akan terasa lebih lengkap ketika abi dan umi menyaksikan buah hati tercinta bisa lancar membaca Al Quran apalagi sampai bisa menghafalnya.
Apalagi ketika mereka masih usia dini, kebahagiaan itu terasa lebih sempurna dengan pemandangan lucu dan polosnya sang buah hati. Bagaikan kaset baru yang masih kosong, sebetulnya memori mereka sangat siap menampung file-file Al Quran. Buktinya mereka bisa menghafal berbagai macam lagu yang mereka dengarkan secara berulang-ulang, padahal lagu tersebut tidak secara serius diajarkan.
Berikut 6 tips sederhana untuk abi dan umi agar buah hati tercinta gemar dan bisa menghafal Al-Quran.
  1. Pujian. Perlu kita pahami, anak pada usia dini sangat senang mendapatkan pujian dan sanjungan. Bahkan kebanyakan anak usia dini lebih cepat menangkap instruksi dan menuruti permintaan abi dan umi adalah dengan pujian bukan dengan sebuah perintah. Pujian ini akan menjadikan mereka bersemangat dan istiqamah dalam menghafal Al Quran.
  2. Hadiah. Ini adalah cara yang efektif untuk memacu keinginan mereka berprestasi dalam hafalannya. Berikanlah hadiah dan iming-iming lainnya dengan tugas tertentu yang bisa secara mudah dilakukan.
    Hadiah tidak harus sesuatu yang mahal, hadiah yang terbaik adalah hadiah yang sekiranya membantu usaha buah hati dalam menghafal Al Quran, contohnya mushaf dengan sampul berwarna-warni, MP3 Player berisikan murattal anak, bisa juga kaset atau dvd Murottal Al Qur’an khusus anak yang bisa abi dan umi pesan di dvd.pusatalquran.com
  3. Menyenangkan. Jadikan suasana menghafal Al Quran untuk buah hati menjadi menyenangkan. Siapkan ruangan khusus dengan warna dinding yang beraneka ragam dan pernak-pernik lucu digantung atau ditempel, dan pastikan agar tempelannya adalah sesuatu yang berhubungan dengan Al Quran contohnya nama-nama surat ditulis pada karton berwarna ditempelkan di kardus, kemudian dirangkai dengan benang.
  4. Cerita.   Bukalah acara menghafal dengan cerita menarik, terutama cerita yang berhubungan dengan ayat yang akan dihafal. Jangan lupa ajak mereka berimajinasi tentang keindahan surga dan imbalan lainnya bagi penghafal Al Quran.
  5. Gambar. Yang tidak kalah pentingnya adalah menunjukkan gambar yang berhubungan dengan surat atau ayat yang sedang dihafal. Ini sangat bagus untuk menguatkan hafalan dengan imajinasi gambar. Lebih bagus lagi apabila ada proses khusus menikmati gambar, contohnya sebelum dijelaskan gambarnya, abi dan umi mengajak buah hati untuk mewarnai gambarnya terlebih dahulu.
  6. Murattal perayat. Yang sangat penting dari semua tips adalah memperdengarkan buah hati murattal Al Quran perayat. Putarkanlah maksimal lima ayat secara berulang-ulang dalam dua sampai tiga harian  secara terus menerus. Agar lebih memancing semangatnya, putarkanlah murattal dengan qori anak-anak, contohnya Muhammad Thaha Al junayd, atau ahmad saud. Biarkanlah murattal itu berputar walaupun sang buah hati tidak memperhatikannya secara serius. Karena mereka akan menangkapnya dan mengulanginya tanpa diperintah. DVD murottal khusus anak sudah tersebar luas di Indonesia, untuk mempermudah abi dan umi mendapatkannya, silakan pesan di dvd.pusatalquran.com





Selama 25 tahun Nabi Muhammad menghabiskan waktunya dengan menjadi pebisnis. Bahkan kemampuan strategi bisnis Rasulullah ternyata mendapat pengakuan akademisi dunia.

Mengutip Machda, pengamat ekonomi syariah, Syafii Antonio mengatakan prinsip bisnis yang diwariskan Nabi bahkan telah mendapat pembenaran akademis sejak penghujung abad ke-20 atau awal abad ke-21.

"Beliau telah meletakkan dasar-dasar etika dan moral, yang mencakup manajemen dan etos kerja yang mendahului zamannya," ungkap Syafii mengutip situsnya syafiiantonio.com, Jumat, 13 Maret 2015.

Dalam membangun kepercayaan dalam bisnis dan muamalah, Nabi disebut memiliki tiga strategi yang diakui para akademis.

Pertama, Nabi membangun hubungan interpersonal yang amat berkesan dimanapun berada. Hal ini ditunjukan lewat sikap bersahabat dan raut muka yang selala tersenyum.

"Walau dalam waktu sesaat, Nabi mampu mengingat nama maupun masa lalu dari mitra yang dijumpainya," kata Syafii.

Nabi juga dinilai mampu mengangkat suasana menjadi ceria dan mendorong sikap untuk saling mendukung antarsesama. Sikap ini dinilai ampuh menciptakan optimisme meskipun dalam situasi serba berkekurangan.

Strategi kedua adalah Nabi mampu menjelaskan setiap adanya perbedaan cara pandang dan menghargai perbedaan tersebut. Diakui Syafii, Nabi dapat mengarahkan lawan debatnya tanpa terasa dan meyakinkan ke sasaran positif yang diinginkan.

Terakhir, Nabi dianggap mampu menciptakan kepastian, tidak hanya berupa angan-angan normatif. Beliau memperlihatkan sikap menghargai waktu dan tidak mudah obral janji, memperlihatkan kesediaan untuk berkorban, dan tidak hanya mengedepankan kepentingan diri sendiri.

"Pada suatu zaman yang penuh ketidakpastian dan berkembang suasana saling berkhianat, kehadiran sosok yang dapat dipercaya dan diandalkan menjadi dambaan," ujar Syafii. (Ism/Dream.co.id)

 
Televisi adalah alat propaganda  kolosal, handal dan spektakuler. Kotak ajaib ini menjadi  sangat  berbahaya jika suatu negara salah urus dalam mengatur isi siarannya, karena berpengaruh dan menentukan terhadap karakter atau budaya suatu bangsa dimasa datang, bisa dalam hitungan tahun, bulan, hari bahkan jam. Mengapa ??  Untuk menjawabnya, saya buat ilustrasi yang paling sederhana dan sudah terbukti kebenarannya adalah ketika seorang anak disuguhi tontonan kekerasan seperti gulat (wrestling) atau film laga yang berdarah-darah, setelah nonton film tersebut anak-anak langsung mempraktekan adegan kekerasan tersebut kepada adiknya dan teman-temannya yang justru sangat membahayakan (seperti memukul kepala, membanting dsb) akibatnya adiknya atau temanya menjadi cedera. 
 
Bila tontonan kekerasan tersebut berulang-ulang disaksikan anak-anak selama bertahun-tahun, efeknya ketika dewasa adalah anak akan memiliki temperamen yang keras sehingga dalam menyelesaikan persoalan akan lebih mengandalkan otot daripada logika. Dalam tataran lebih luas kekerasan akan menjadi budaya suatu bangsa, akhirnya hal ini akan  merepotkan negara juga.   Tayangan lainnya yang sangat ampuh dalam membius anak-anak menjadi penakut adalah tayangan berbau klenik, tahayul dan alam gaib, seperti film hantu, setan, jin, horor dan film yang menakutkan lainnya. Setelah nonton film menakutkan tersebut anak-anak menjadi takut misalnya ke kamar mandi atau tempat gelap (koq bisa ya?) padahal sudah dijelaskan berulang-ulang bahwa itu hanya ada di film dan tidak nyata (cuma trik kamera saja) namun tetap saja tidak percaya, akahirnya anak ke kamar mandi saja mesti di antar (jadi repot nich). Efek yang paling berbahaya anak setelah dewasa menjadi penakut, berfikir dan bertindak tidak logis, misalnya memberi sesaji dalam pembangunan  sebuah gedung karena diyakini ada “penunggunya”.   
 
Televisi juga mampu membentuk suatu bangsa menjadi konsumerisme dan  bergaya hidup mewah karena tayangan iklan serta sinetron glamour. Televisi jadi  sekedar hiburan dan menjual kesenangan belaka hingga masyarakat hidup dalam angan-angan.  Kesimpulan dari tulisan di atas bahwa apa yang ditonton oleh masyarakat telah menjadi tuntunan hidupnya, sayangnya tuntunan tersebut mengarah kepada rusaknya mental bangsa. Bila demikian halnya maka seharusnya televisi di Indonesia diisi dengan siaran-siaran yang mendidik dan membangun.   Dengan menayangkan siaran televisi yang mendidik dan membangun berarti pemilik televisi telah ikut serta membantu pemerintah dalam menanamkan hal-hal yang positip untuk membangun karakter bangsa yang kuat serta budaya positip.  
 
Oleh karena itu dalam artikel ini saya mengusulkan kepada stasiun televisi atau pemerintah yang berkompeten atas siaran televisi seperti KPI, agar siaran televisi menjadi lebih baik :  Yang Pertama, tidak menayangkan program yang bersifat tahayul, kekerasan dan yang mengarah pada konsumerisme. Yang kedua, lebih banyak menayangkan gegap gempitanya pembangunan (ini pun harus sesuai dengan kenyataan yang dibangun) dibanding dengan acara kriminalitas. Yang ketiga, menayangkan keberhasilan dari sebuah penelitian yang merupakan  hasil karya Bangsa Indonesia.  Yang keempat, menyorot kinerja pemerintah, badan atau lembaga pemerintah dengan tujuan agar masyarakat mengetahui dan memahami keberadaanya serta perkembangannya, saya yakin rakyat belum tentu mengetahui adanya lembaga-lembaga tersebut serta apa yang dihasilkannya.  Yang kelima, menampilakan budaya daerah agar bangsa Indonesia mengetahui keberadaan budaya daerah tersebut sehingga bangsa Indonesia mencintai kebudayaannya sendiri, baik dengan diadakannya kompetisi budaya atau dikemas dalam bentuk hiburan atau festival.  Yang keenam, siaran pendidikan untuk anak,  adapun format penyiarannya dapat bekerjasama dengan Dep Diknas atau yang berkompeten dalam pendidikan.  Yang ketujuh, diadakan berbagai perlombaan atau kompetisi matematika dan sains.  Yang kedelapan, dan sebagainya.  Pengaruh yang diharapkan dengan program televisi seperti yang diusulkan di atas adalah bangsa Indonesia mempunyai karakter yang kuat, memiliki budaya positip, senang bekerja keras, cinta budaya sendiri, cinta produksi sendiri yang pada akhirnya Indonesia menjadi Negara maju, kuat, bermartabat dan disegani.  Jadi jangan anggap remeh pengaruh televisi terhadap kemajuan suatu bangasa. Ayo kita perbaiki siaran televisi Indonesia menjadi lebih baik. *)
*) https://ayobangkitindonesiaku.wordpress.com


Saudaraku sekalian..., tahukah anda tentang surat dalam Al Quran yang dianjurkan untuk sering dibaca selain kegiatan mengkhatamkan Quran setiap bulannya?

Diantara wirid Qur'an yang perlu rutin dibaca tiap hari adalah membaca surat - surat berikut : Yasiin, Ad-Dukhan, Al-Waqi'ah, dan Tabaraka (Al Mulk). Dan, lebih ditekankan pada hari dan malam Jum'at. Kemudian ditambah dengan surat Al-Kahfi dan Ali Imran.

Banyak anjuran Rasulullah yang menerangkan hal itu, antara lain :
  1. Ma'qil bin Yasar ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Jantung AL-Qur'an adalah surat Yasin. Tidaklah seseorang membacanya dalam rangka menginginkan ridha Allah dan kampung akhirat, kecuali Allah akan mengampuninya. Bacalah surat itu untuk orang-orang yang akan meninggal dari kalian." (h.r. Ahmad, Abu Dawud, Nasa'i, dan yang lainnya)
  2. Abdullah bin Mas'ud ra. berkata "Barangsiapa membaca 'tabarakalladzi biyadihil mulku...' setiap malam, maka dengan surat itu Allah akan mencegahnya dari adzab kubur. Pada zaman Rasulullah kami menamakan surat itu "Al-Mani'ah" (yang mencegah). Surat tersebut dalam Al-Qur'an; barangsiapa membacanya pada waktu malam, maka dia telah memperbanyak (tilawah) dan memperbaikinya." (h.r. Nasa'i, dan Hakim meriwayatkan hadis serupa serta menyatakannya shahih)
  3. Dalam hadis Abu Hurairah ra. disebutkan "Barangsiapa  membacaa surat "haa miim Ad Dukhan" setiap malam, maka pagi harinya ada tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun untuknya." (h.r. Tarmidzi dan Al-Ashabani)
  4. Dalam hadits Abu Sa'id Al Khudri ra. disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at, Allah akan meneranginya dengan cahaya di antara dua Jum'at. (h.r. Nasa'i dan Baihaqi secara marfu')
  5. Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa membaca surat yang didalamnya disebut (kisah) keluarga Imran pada hari Jum'at, Allah akan mendoakannya dan juga para malaikat-Nya sampai terbenamnya matahari." (h.r. Thabrani, dalam kitab Al-Ausath dan Al-Kabir")
  6. Terdapat banyak atsar yang marfu' (sanadnya sampai pada Rasulullah saw.) dan yang mauquf (sanadnya hanya sampai pada sahabat) dari Abdullah bin Mas'ud tentang keutamaan surat Al-Waqi'ah. Apalagi didalamnya terdapat ayat tentang hari kebangkitan, hari pembalasan, dan argumentasi yang kuat tentang hal itu, hingga tidak meninggalkan keraguan-keraguan bagi orang yang berakata. 
Maka sebaiknya setiap aktivis muslim tidak menghalangi dirinya untuk mendapatkan keutamaan membaca surat -surat tersebut sekali setiap hari, dan pada malam hari lebih utama. Khusus hari Jum'at boleh dibaca sekali dimalam hari dan sekali di siang hari. Sementara waktu ashar hingga magrib (hari Jum'at) untuk membaca Surat Ali Imran. Barangkali itu merupakan waktu dikabulkannya do'a. Maka seorang mukmin akan menggunakan waktunya untuk menyibukkan diri dengan sebaik-baik dzikir, yakni tilawah qur'an, bukan komik, bukan gosip, bukan pula hal sia-sia lainnya. Semoga Allah mengkaruniakan hidayah, taufik dan keistiqomahan untuk mengamalkannya bagi yang baca artikel ini dan bagi siapa saja yang menyebarkannya. amiiin...



Pesawat udara Air Asia nomor penerbangan QZ8501 jurusan Surabaya – Singapura telah resmi dinyatakan mengalami kecelakaan setelah puing-puing dan jenazah korban ditemukan pada Rabu, 31 Desember 2014. Tanpa mengurangi rasa hormat dan simpati saya kepada keluarga korban, mari kita mengambil pelajaran dari peristiwa kecelakaan tersebut.

Pertama: tentang kematian yang pasti
Saudaraku, dari peristiwa kecelakaan Air Asia ini mengingatkan kita tentang kepastian kematian. Yaitu, bahwa kematian telah Allah tentukan waktu dan tempatnya. Tak ada seorang pun yang dapat berlari darinya. Dan tak ada seorang pun tahu di negeri mana ia akan mati.

Jika sekali waktu Anda membaca berita, “maskapai X masuk dalam daftar 10 penerbangan paling aman di dunia!”, maka — hemat saya — penerbangan tersebut sesungguhnya tidak benar-benar aman dari kematian. Bukankah Allah SWT berfirman, (artinya) “Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh…” (QS An-Nisa : 78)

Mari mengambil pelajaran dari peristiwa kecelakaan ini. Bahwa kematian adalah pasti dan Rasulullah SAW menggambarkan tentang beratnya detik-detik menjelang kematian.  Diriwayatkan dari Syahr bin Husyab dia berkata, Rasulullah saw ditanya tentang beratnya kematian. Rasulullah SAW menjawab, “kematian yang paling ringan adalah seperti bulu wol yang tercerabut dari kulit domba. Apakah mungkin kulit dapat keluar kecuali bersama bulu-bulunya itu?”

Kedua: tentang awan
Meskipun Badan Nasional Keselamatan Transportasi (BNKT) belum memberikan keterangan apapun tentang sebab-sebab kecelakaan, media massa ramai memberitakan bahwa awan adalah (dugaan) penyebab kecelakaan Air Asia dimaksud. Saya tidak ingin membahas tentang sebab kecelakaan itu, namun lebih tertarik untuk mendiskusikan awan dalam perspektif Al-Quran.

Ada banyak ayat dalam Al-Quran yang membahas tentang awan. Salah satunya QS An-Nur: 43 Artinya: “Tidakkah kamu melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan lalu mengumpulkannya, kemudian Allah menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari gunung-gunung tinggi, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dihindarkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan”. Ayat ini sangat jelas membahas tentang kandungan awan dan potensi yang dimilikinya. Para ahli mengatakan awan ini sebagai awan Cumulonimbus.

Selain soal awan, pemahaman tentang cuaca secara umum dalam penerbangan memang sangat urgen. Kita tahu, cuaca berubah setiap saat, terutama di bulan Desember dan Januari ini. Angin adalah agen perubahan cuaca yang sangat dahsyat. Dalam ayat lain, Allah SWT berfirman, “Dan, telah kami turunkan dari angin, air yang banyak tercurah.”  (QS An-Naba:14) Pada ayat ini, Allah SWT menyebutkan bahwa anginlah yang mengantarkan hujan. Sekilas, kita mendapati ayat ini biasa saja. Tetapi, bila kita telaah, sesungguhnya angin yang menjadi katalisator pembentukan hujan. Singkatnya begini, di atas permukaan laut dan samudra, terjadi gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya yang terbentuk akibat buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, jutaan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter terlempar ke udara. Partikel ini dikenal dengan aerosol bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin, dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer bumi. Partikel-partikel tersebut dibawa ke atas oleh angin dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini lalu terkumpul membentuk awan dan kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Karena itu pula, wajib dan mutlak diperlukan dalam dunia penerbangan pemahaman tentang cuaca sebagai syarat penerbangan yang aman.

Ketiga: Tentang manfaat besi
Kecelakaan Air Asia ini juga membuka mata kita, umat Islam, untuk lebih menguasai teknologi, terutama teknologi dirgantara. Pesawat udara sering kita dengar dengan sebutan “burung besi.” Dan, kita bersyukur bahwa salah satu ahli yang kita miliki dalam teknologi burung besi adalah Profesor BJ Habibie. Namun, tentu satu BJ Habibie tak cukup. Kita perlu para ahli lain yang mampu mengantarkan bangsa ini pada kemajuan teknologi dirgantara.

Al-Quran dengan tegas mengisyaratkan tentang besi dan bagaimana kita — umat manusia — diminta mampu mengoptimalkan besi. Dalam Al-Quran, bahkan, besi menjadi satu surah sendiri: surah al-hadid atau surah (tentang) besi. Besi adalah bahan dasar utama pembuatan pesawat terbang, dan — karena itu — mutlak wajib dikuasai oleh negara pengolahan dan penjualan besi di negeri ini. Syukurlah kini telah ada aturan (UU Minerba) yang mewajibkan ekspor biji besi (iron ore) setelah dilakukan purifikasi lewat cara smelter, dan dengan demikian kekayaan alam kita tidak beralih ke luar negeri secara semena-mena.
Kembali ke Al-Quran, surah al-Hadid ini sejak awal mendiskusikan kekuasaan Allah SWT, kewajiban manusia untuk percaya pada qadha dan qadar-Nya serta berlaku adil dalam menegakkan kebenaran.

Secara khusus, Allah SWT berfirman, “لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ” (QS: Al-Hadid 25) Artinya: “Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia…”

Para ahli tafsir generasi awal, agak kesulitan menafsirkan kata “telah kami turunkan besi” pada ayat ini. Sebab, “nazala” tidak punya makna lain kecuali “turun”. Sementara, manusia mengambil biji besi (iron ore) dari perut bumi, bagaimana mungkin ia “diturunkan”. Dalam tafsir Jalalain, misalnya, disebutkan “sungguh telah kami kirim utusan kami (malaikat) kepada para nabi dengan dalil-dalil yang tegas. Dan telah kami turunkan kepada mereka al-Kitab (wahyu) dan kami ciptakan atau kami sediakan bagi manusia besi.”  Terlihat sekali, penulis tafsir Jalalain menghindari penafsiran “kami turunkan” besi dengan menggantinya menjadi “kami ciptakan”. Penafsiran yang mirip dianut oleh Imam As-Suyuthi, ar-Razi dan Ibn Katsir, termasuk terjemahan Departemen Agama. Hanya Ibn Abbas yang mengatakan, “besi diturunkan sebagaimana Adam diturunkan dari surga.”

Sesungguhnya, (biji) besi memang diturunkan Allah SWT ke muka bumi ini. Penemuan para ahli pada awal abad ke-delapan belas membuktikan itu. Biji besi (iron ore) adalah “benda langit” yang jatuh ke bumi lewat “hujan meteor”, entah berapa juta tahun silam. Apa yang menarik dari ayat tentang besi ini? Allah SWT mengingatkan kepada kita betapa pentingnya peran besi dalam peradaban manusia. Bahkan, turunnya besi disandingkan dengan turunnya kitab suci. Untuk itu, umat Islam wajib mempelajari besi sebagai bahan dasar pesawat terbang dan menguasai ilmu dirgantara, setelahnya.

Keempat: tentang sidik jari
Kini, setelah jenazah korban Air Asia ditemukan, kita sering mendengar istilah ante mortem dan post mortem untuk memastikan identitas jenazah. Menurut para ahli, selain gigi dan tes DNA, sidik jari adalah salah satu cara primer untuk memastikan identitas seseorang. Sumber dokter di Kompas TV, (saya lupa namanya) menyebutkan kemungkinan kesamaan sidik jari adalah satu dari dua miliar manusia. Namun, para dokter akan mengalami kesulitan melakukan identifikasi sidik jari bila mayat telah terendam di dalam air selama sekian hari.

Subhanallah, empat belas abad yang lalu, Allah SWT telah berfirman, “بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ” (QS al-Qiyamah:4).
Berabad-abad lamanya, para ahli tafsir “bingung” menafsirkan ayat tersebut. Mengapa Allah SWT memberi contoh kemampuan-Nya dengan mengembalikan ujung jari manusia pada hari kiamat nanti? Bukankah ujung jari hanya contoh yang kecil. Karena itu, Imam Al-Qurtubi bahkan hanya menafsirkan, “jika pada pengembalian jari saja mampu dilakukan, maka demikianlah pada tulang-belulang.”

Penafsiran al-Qurtubi (dan para ulama tafsir lainnya) itu tentu tidak memuaskan. Namun, setelah Jan Evangelista Purkyně (1787–1869), seorang profesor anatomi dari Universitas Breslau, Republik Ceko, menemukan sembilan formula sidik jari, penafsiran ayat “sidik jari” ini menarik untuk dilakukan. Artinya, pada setiap manusia, sidik jarinya berbeda, dan Al-Quran telah menegaskan itu, yaitu bahwa pada saat kiamat nanti, ketika orang-orang kafir berkata, apakah mungkin Allah mengembalikan manusia sementara telah menjadi tulang belulang. Al-Quran menegaskan bahwa Allah bahkan mampu mengembalikan manusia kepada setiap sidik jarinya. Allahu akbar!
Demikian catatan singkat saya, semoga manfaat. Amin.

Penulis :Inayatullah Hasyim



Pangkalan Bun, Beberapa hari ini kota Pangkalan Bun kembali menjadi bahan perbincangan Nasional. Hal ini dikarenakan pesawat AirAsia QZ8501 dari Bandara Juanda menuju Singapura hilang kontak dengan otoritas bandara, dan akhirnya serpihan pesawat ini ditemukan di Perairan Kubu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat.

Desa Kubu yang biasanya menjadi tujuan wisata dan rekreasi warga Pangkalan Bun dan sekitarnya, kini menjadi salah satu posko pencarian Korban Kecelakaan moda transportasi AirAsia QZ8501. Jarak Pangkalan Bun - Kubu sekitar 31 km, dalam kondisi normal yaitu diluar waktu liburan lebaran kita bisa mencapainya kurang dari 45 menit dari Kota Pangkalan Bun. Sedangkan Pangkalan Bun - Pelabuhan Kumai bisa kita tempuh kurang dari 15 menit. 

Dalam hal telah dievakuasinya jenazah dari lokasi ditemukannya jenazah ke Bandara Iskandar, jenazah akan dibawa ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun, yang bisa ditempuh kurang dari 5 menit. Jarak tempuh yang dekat, cukup mendukung proses kelancaran evakuasi jenazah walau kondisi alam di lokasi kejadian cukup berat bari tim evakuasi untuk melakukan evakuasi dengan cepat sehingga menunggu kondisi alam bersahabat.




Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.