Latest Post



Assalaamu alaikum warahmatullahi wabarkaatuhu, U diriku, keluargaku & sahabat2ku tercinta fillah, HIDUP BAHAGIA di era global ma'siyat, 
1. Tetap serius & disiplinkan diri dalam TAAT walau dianggap asing, kampungan, sok alim, riya dsb, 
2. Selalu setiap hari mulai waktu fajar berinteraksi dg ALQUR'AN, 
3. "Ihyaaussunnah" konsisiten menghidupkan SUNNAH2 RASULULLAH, seperti tahajjud, dhuha, jaga wudhu, membiasakan zikir di setiap kesempatan & selalu berjamaah di mesjid dimulai waktu subuh, 
4. Hiasilah kehidupan rumah tangga dg KETELADANAN & KEMESRAAN dalam SYARIATNYA, 5. Senang berguru & mengunjungi ULAMA yg ISTIQOMAH, 
6. Duduk & berkumpul dg ORANG2 SHOLEH, 
7. Hadir di MAJLIS ILMU & ZIKIR, 
8. Selalu menyempatkan duduk diatas sajadah u MUHASABAH DIRI persiapan HIDUP setelah MATI, 
9. Beraktifitas dg semangat SYUKUR, BAIK SANGKA & OPTIMIS, 
10. Segalanya selalu dimulai dg DOA & diakhiri dg TAWAKKAL, ALHAMDULILAH. "Semoga Allah bahagiakan kita dg semangat TAQWA & KEMULIAAN AKHLAK...aamiin".


ikadikobar.blogspot.com - Pangkalan Bun. Asap tebal mengepul tebal di belakang Masjid Miftahul Huda RT. 23 Kel. Sidorejo, Pangkalan Bun. Bukan dari pembakaran sampah.. atau lahan seperti pada musim kemarau, tapi berasal dari rumah dan 2 Barak milik Hj. Gudang Raharjo. Peristiwa ini terjadi Pada Hari ini Rabu 18 April 2012 Pukul 10.00 wib. Dua buah unit mobil pemadam sempat memadamkan api, tapi api sudah terlebih dulu menghanguskan rumah bu Raharjo. Sedikitnya 3 rumah dan 3 buah sepeda motor hangus dilalap si jago merah. tidak ada arang - barang yang bisa diselamatkan dari amukan si jago merah, bahkan sang pemilik rumahpun hampir terkena api, lantaran kondisi beliau yang sudah renta dan lumpuh selama satu tahun terakhir. dan sekarang beliau sedang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. 

Dua buah unit barak milik bu Raharjo disewa oleh Bapak Suprapto, warga asal demak ini memiliki anak buah 9 orang yang berprofesi sebagai pengepul barang-barang bekas. 2 buah unit sepeda motor masih baru, kata beliau. Dan Kami tidak sempat menyelamtkan barang-barang berharga kami termasuk dokumen-dokumen lainnya kata beliau. Setelah api dipadamkan tampak karyawan beliau dan pemilik rumah mengais puing-puing kebakaran untuk mengambil barang-barang yang bisa dipakai, dan alhamdulillah siang itu juga barang berharga milik bu Raharjo berupa sedikit emas bisa ditemukan. 


Kini Bapak Suprapto dan karyawan hanya bisa memakai pakaian yang tersisa, yaitu yang diapaki dan dijemur di jemuran. Bapak Suprapto berharap agar ada pihak-pihak yang dapat membantunya.

ikadikobar.blogspot.com - Dua pekan lalu saya diundang oleh tokoh pedagang Tanah Abang yang sangat sukses, saking banyaknya kios yang dimiliki – dia sampai tidak hafal jumlahnya karena setiap saat ada kios baru yang sedang dalam persiapan. Dia mengajak saya blusukan dari kios ke kios, dan nyaris semua orang di pasar itu mengenalnya dan memanggilnya Pak Haji. Tetapi jangan dibayangkan ini bagian Tanah Abang yang gedungnya mentereng itu, ini sisi lain dari Tanah Abang yang saya sendiri baru tahu setelah seperempat abad lebih hidup di Jakarta.

Letaknya adalah dari stasiun kereta menuju bangunan pasar yang megah, di sepanjang jalan Anda akan jumpai bangunan-bangunan sederhana yang padat penuh dengan pedagang. Di antara bangunan ini bahkan sebagiannya menhadap ke sungai – yang Anda bisa bayangkan kondisinya sungai di pusat kepadatan penduduk Jakarta. Bila Anda pernah blusukan di antara bangunan-bangunan tersebut, besar kemungkinan itu milik Pak Haji yang saya ceritakan ini.

Saya yakin sebagian besar kita tidak tahu, bahwa baju-baju yang dijual di pasar Pak Haji ini adalah muara dari sekian banyak toko pakaian di seluruh nusantara bahkan juga negara lain. Baju-bajunya sama bagusnya dengan yang dijual di pasar yang mewah disampingnya, tetapi tentu dengan harga yang jauh lebih murah karena sewa tempatnya yang tidak mahal.

Rata-rata pedagang di pasar itu punya client base para retailer  yang sudah lama dikenalnya. Mereka yang tahu keberadaan pasar ini dan tidak peduli dengan segala ketidaknyamanannya untuk berbelanja, tetapi yang jelas ada barang bagus dan murah disana.

Setelah Pak haji ini selesai mengajak saya tour sambil menjelaskan segala macam problema yang dihadapinya, Pak Haji ini ingin saya juga ikut memikirkan bagaimana mereka bisa memenangkan perasingan yang ada di depan mata. Saya tidak bisa langsung menjawabnya, pertama karena ini pasar yang sangat berbeda dengan yang pernah saya garap.  Kedua saya juga rada minder, bagaimana saya bisa memberi masukan ke orang yang sudah begitu sukses dan dihormati di komunitasnya. Maka sampai pulang saya tidak merasa mampu memberikan masukan yang berarti.

Keesokan harinya saya berkesempatan jalan-jalan di mall paling mewah di Jakarta selatan, dari sulitnya mencari tempat parkir saya bisa menebak bahwa hari itu mall pasti lagi ramai-ramainya. Betul juga, di dalam manusia penuh sesak berlalu lalang. Tetapi saya amati ada yang rada aneh, di dalam deretan toko dan department store internasional yang menjadi icon mall itu – ternyata tidak begitu ramai. Di luar toko orang yang berlalu lalang juga tidak banyak yang mententeng tas hasil belanjaan.

Dari dua pengalaman ini saya kemudian membandingkannya secara sederhana. Di pasar tanah abangnya Pak Haji di atas, meskipun tempatnya kurang nyaman – tetapi pengunjung mereka adalah para pembeli yang serius. Di sisi lain di mall paling mewah di Jakarta Selatan tersebut, pengunjungnya sangat banyak – tetapi tidak berarti mereka pembeli.

Karakter para pengunjungnya –pun berbeda. Mayoritas pengunjung pasar Pak Haji adalah para pedagang/pemilik toko dari berbagai kota, yang rela bersusah payah untuk datang demi memperoleh barang yang bagus dengan harga grosir yang murah. Sedangkan para pengunjung mall mewah tersebut, rata-rata mereka datang untuk pleasure saja – mereka tidak peduli dengan harga barang disana – toh mereka belum tentu juga  membelinya.

Dengan perbedaan karakter pasar dan pengunjungnya ini, mungkinkah keduanya disatukan ? Secara fisik mungkin sulit. Tetapi dengan teknologi internet yang ada sekarang, hal ini menjadi sangat-sangat mungkin. Inilah yang saya sebut game changer-nya, yaitu pihak yang bisa merubah permainan. Siapa dia ?, bisa siapa saja yang bisa memformulasikan business model baru dan merubah peta permainan di pasar.

Para pengunjung mall mewah yang menghabiskan pleasure time-nya di tempat-tempat yang sejuk di reastaurant atau foodcourt yang ada di mall tersebut, bisa saja pada saat yang bersamaan dia berbelanja pakaiannya di pasar Pak Haji di Tanah Abang.

Tidak sedikit diantara pengunjung mall tersebut yang saya amati mententeng Ipad, Galaxy dan sejenisnya untuk akses internet kapan saja dan dimana saja. Bahkan tidak sedikit pula yang lagi asyik browsing.
 
Lantas saya bayangkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, ketika mereka lagi cuci mata di mall mewah tersebut, melihat baju-baju yang mahal – mereka kembali ke ‘Laptop’-nya yang kini telah menjadi Ipad , Galaxy dan sejenisnya yang lebih praktis, dan menemukan baju yang sama persis dengan harga sepertiga atau separuhnya. Baju-baju yang bagus nan murah ini, nantinya bukan lagi privilege para pedagang yang mau bersusah payah datang ke Tanah Abang, tetapi menjadi pilihan bagi siapa saja yang mau browse and click dari mana saja dan kapan saja.

Maka inilah yang saya sarankan ke Pak Haji tersebut diatas untuk go to the next level, go internet and go e-commerce. Pertahankan pasar fisiknya untuk melayani existing market; expand dengan e-commerce untuk menggarap pasar baru yang sebelumnya tidak tersentuh !.

Peluang untuk merubah permainan semacam inilah yang selama beberapa hari ini saya iklankan di situs ini. Sangat banyak pelamar sehingga saya belum sempat menjawabnya satu per-satu. Namun secara garis besarnya begini, dari sekian banyak pelamar E-Commerce Executive Trainee (EET), hanya sebagian kecil yang akan kami rekrut karena kebutuhannya tidak banyak.

Namun bagi para pelamar untuk menjadi pedagang, vendor/supplier dan para agents; insyaallah akan dibuka selebar-lebarnya dan akan kami undang untuk technical briefingnya tentative akhir April setelah system untuk tiga situs e-commerce yang  saat ini dalam pengerjaan intensif – dapat di-launch. Untuk bisa memenangkan persaingan, kita memang harus bisa ikut merancang permainan itu sendiri, untuk itulah saya ingin mengajak Anda para pembaca situs ini, Insyaallah !.*

*www.geraidinar.com

Biaya Kesehatan Yang (Bisa) Membawa Kebangkrutan…

ikadikobar.blogspot.com - Ada dialog menarik di depan kasir sebuah rumah sakit kecil di Jawa Timur, ketika 16 tahun lalu saya membayar biaya operasi penggantian tulang pinggul ibu saya yang retak. Begitu mahalnya harga sebuah tulang pinggul palsu Made in Germany ini, sehingga untuk menghitung uangnya yang harus dibayar tunai perlu waktu cukup lama. Sampai-sampai orang yang antri di belakang saya bertanya ke saya “kangge mbayar sak monten niku kedah dodolan nopo sampeyan…?” (untuk membayar sejumlah itu Anda harus menjual apa ?).

Inilah gambaran biaya kesehatan yang harus ditanggung masyarakat awam pada umumnya. Bila biaya itu masih berpuluh atau beratus ribu, yang tidak mampu-pun mungkin masih bisa pinjam ke sana ke sini. Bila biaya itu berjuta, berpuluh atau bahkan beratus juta…maka memang menjadi umum di masyarakat, bahwa nereka harus menjual ternak, menjual sawah, atau bahkan menjual rumah untuk membiayai biaya kesehatan yang serius.

Problem biaya kesehatan yang selangit ini sebenarnya bukan khas negara seperti kita, negara yang mengaku dirinya adikuasa seperti Amerika-pun konon terancam bangkrut gara-gara tidak mampu membiaya biasa kesehatan rakyatnya. Presiden negeri itu mati-matian berupaya mereformasi system jaminan kesehatannya, karena dengan system yang ada sekarang crash course kebangkrutannya sudah begitu nyata.

Dalam tiga dekade terakhir, biaya kesehatan rata-rata di negeri itu naik 2.5 kali lebih cepat dari kenaikan pendapatannya. Lantas siapa yang akan membayar ?. Di bayar rakyat tidak terjangkau, di bayar pemerintah – pun pemerintahnya tidak memiliki sumber pemasukan yang memadai.

Gambaran yang mengerikan ini dapat Anda saksikan secara real time dengan angka yang terus bergerak setiap seper sekian detik. Saat artikel ini saya tulis, biaya perawatan kesehatan (medicare) yang belum jelas ada dananya (unfunded) di AS sudah mendekati US$ 80 trilyun. Seberapa besar angka ini sesungguhnya ?

Sebagai gambaran GDP AS tahun ini diperkirakan ‘hanya’ sekitar US$ 16 Trilyun dan GDP Dunia secara total sekitar  72 Trilyun. Jadi perlu kerja lima tahun terus menerus dan tidak menggunakan satu sen-pun hasilnya kecuali untuk membayari biaya perawatan kesehatan – itu baru cukup untuk menutupi unfunded medicare tersebut di AS.

Bahkan seluruh GDP di dunia tahun 2012 ini dipakai untuk membayari unfunded medicare di AS, itu baru cukup menutup 90% dari dana yang dibutuhkan. Jadi mimpi buruk biaya kesehatan ini memang seperti bom waktu yang cepat atau lambat pasti akan mengguncang ekonomi AS dan berarti juga dunia.

Oh tetapi itu tidak masalah bagi kita ?. Semoga saja demikian. Saya sendiri melihatnya ada dua kemungkinan, kita merasa tidak ada masalah karena memang tidak pernah atau belum pernah memikirkannya secara serius. Atau yang kedua memang benar-benar tidak masalah.

Berdasarkan pengalaman saya yang saya ungkapkan dalam bentuk dialog diawal tulisan ini, nampaknya kita memang perlu meng-antisipasi biaya perawatan kesehatan dan biaya obat ini secara sangat serius. Sebab bisa jadi kita tidak merasa ada masalah, bukan karena masalah tersebut yang tidak ada – tetapi hanya karena datanya yang tidak ada.  Bila data berupa realita itu ujug-ujug harus kita hadapi, jangan-jangan kita sangat tidak siap…

Inisiatif project Shipha yang insyAllah akan kami luncurkan bersama dua project e-commerce lainnya akhir bulan ini,  adalah  bentuk langkah proaktif untuk bisa ikut menurunkan biaya kesehatan bagi masyarakat secara luas. Meskipun dikemas dalam bentuk e-commerce, mayoritas penyembuhan yang ada di Shipha Healing References adalah tidak perlu dibeli. Anda bisa perolehnya di sekitar Anda, atau bisa Anda dapat dari dalam Al-Qur’an yang insyaAllah memang sudah ada di tangan Anda.

Bahkan bukan hanya untuk Anda, bagi masyarakat yang ada di sekitar Anda yang tidak terbiasa mengakses internet-pun dapat Anda bantu. Apa penyakitnya, search di pencarian Shipha Healing References – insyaallah akan ketemu alternative penyembuhannya yang diambilkan dari sumber-sumber Al-Qur’an atau Al Hadits.

Dengan demikian insyaallah kita bisa mengatasi masalah kesehatan ini bukan hanya untuk diri dan keluarga kita tetapi juga untuk masyarakat sekitar kita. Mudah-mudahan ketika negeri lain bangkrut gara-gara tidak mampu merawat kesehatan warganya, negeri kita tidak ikut-ikutan bangkrut karenanya. Mudah-mudahan pula rakyatnya tidak harus ‘dodolan menopo…’ untuk bisa membiaya biaya pengobatannya. Amin.*

*www.geraidinar.com

ikadikobar.blogspot.com- Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kepada para wanita.” (HR. Al-Bukhari)


Wanita adalah sebuah maha karya Allah. Dibalik kelembutannya ada kekuatan yang dapat menggerakkan sebuah laju peradaban. Islam dengan segala kemuliaannya telah berhasil meletakkan dengan ideal posisi kaum wanita dalam gempita kehidupan. Dan fakta sejarah pun mengungkapnya dengan elok, bahwa di setiap keberhasilan orang-orang besar selalu ada wanita-wanita kuat di belakangnya. Tapi, tidak semua wanita berkenan menempati posisi-posisi itu. Dengan hadirnya racun-racun demokrasi, omong kosong HAM atau bualan feminisme, wanita telah kehilangan karakter-karakter dasar kemanusiaannya. Fungsi-fungsi wanita telah terdistorsi dari letak fitrahnya.
Namun, di tengah kerusakan pemahaman yang semakin kuat, ada sebagian wanita yang tetap menjunjung tinggi martabat mereka. Memelihara nilai-nilai kefitrahan mereka sebagai seorang hamba. Pengorbanan dan perjuangan telah menjadikan para wanita-wanita ini bak bidadari-bidadari surga yang Allah segerakan kehadirannya. Inilah wanita-wanita yang membuat resah para bidadari-bidadari Surga karena kemuliaannya. Menerbitkan cemburu di ufuk hati para bidadari Surga.

1.   Ibu: Oase Cinta Yang Takkan Kering
“Makan malamlah bersama Ibumu hingga ia senang.
 Hal itu lebih aku senangi daripada haji sunnah yang kamu kerjakan.”
(Al-Hasan bin Amr Rahimahullahu)

Hijrah bukan semata keputusan ideologis-teologis, lebih jauh hijrah adalah sebuah keputusan psikologis, terlebih dalam konteks di saat kita dalam posisi seorang anak. Dan hal inilah yang dirasakan oleh seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahu ‘Anhu seorang lelaki mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku berjanji setia kepadamu wahai Rasulullah untuk berhijrah. Tetapi aku meninggalkan orang tuaku dalam keadaan terus menangis.” Ucap lelaki itu. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Pulanglah kepada keduanya. Buatlah keduanya tertawa, sebagaimana kau telah membuatnya menangis.” (HR. Muslim)

Ibu, adalah representasi bidadari surga yang paling terang. Hatinya adalah oase cinta kehidupan yang menyejukkan, airnya bening dan tak pernah menemui kekeringan. Kasih sayang dan pelukannya adalah hembus angin kedamaian. Jasa-jasanya takkan pernah dapat terbilang, sekalipun dengan formula-formula canggih matematika atau fisika modern.
Imam Bukhari dalam Shahih Al Adabul Mufrad No.9 meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa suatu hari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma melihat seorang menggendong Ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja sang Ibu menginginkan. Kemudian orang tersebut bertanya, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?”, “Belum, setetes pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma.

Pada kisah lain yang diceritakan Abul Faraj Rahimahullahu. Sesungguhnya seorang laki-laki datang kepada Umar lalu berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai ibu yang sudah tua renta. Dia tidak menunaikan keperluannya kecuali punggungku yang menjadi tanggungannya. Apakah aku sudah membuatnya ridha dan bisa berpaling darinya? Apakah aku sudah menunaikan kewajiban kepadanya?” Umar Radhiyallahu ‘Anhu menjawab, “Belum”. “Bukankah aku telah membawanya dengan punggungku dan aku merelakan hal itu untuknya.” tukas lelaki itu. “Tapi, dia telah melakukannya dan dia berharap agar engkau hidup dan tetap berada di pangkuannya. Sebaliknya, engkau melakukannya dan berharap untuk segera berpisah dengannya,” tegas Umar Radhiyallahu ‘Anhu, sehingga membuat orang itu tak lagi sanggup mengeluarkan kata-kata.

Sebesar apapun pengorbanan yang kita berikan pada Ibu, se-zarah pun tak akan dapat menggantikan pengorbanan yang diberikan ibu kepada kita. Dengan memahami bahwa bakti dan pengorbanan kita tak akan pernah bisa membalas kebaikan ibu, semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu memahami dan menyelami keinginannya.
Di dunia ini, tak akan pernah kita temukan cinta kasih seindah cinta kasih seorang Ibu. Tentang hal ini dengan apik Imam Adz Dzahabi rahimahullahu menguraikan, “Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan yang serasa sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dia telah menyusuimu dengan air susunya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dia bersihkan kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan, dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang panjang. Dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu, dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka ia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlaq yang tidak baik. Dia selalu mendoakanmu agar mendapat petunjuk, baik di dalam sunyi maupun ditempat terbuka. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan ia haus. Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat. Begitu berat rasanya bagimu memeliharanya, padahal itu urusan yang mudah…”
Ibu, benar-benar bidadari Surga yang Allah turunkan dengan segera. Maka, sampaikanlah kepadanya betapa kita mencintainya, dan berterima kasihlah atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya kepada kita. Semoga Allah mengampuni dosanya, memberkahi usianya, dan mengumpulkan kita kembali dalam surgaNya.

Ibu, Poros Awal Peradaban
“Karir terbaik seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga” (Mario Teguh)
Anak yang unggul hanya akan lahir dari ibu yang unggul. Maka, sudah semestinya tidak layak lagi ada pandangan bahwa menjadi Ibu rumah tangga adalah sebuah tindakan pengekangan bagi para wanita untuk mengembangkan potensi-potensinya. Adalah para penganut feminisme, menggugat secara serampangan pembagian wilayah tanggung jawab antara kaum pria dan wanita. Para feminis beranggapan wilayah kerja wanita yang lebih cenderung pada ranah private adalah bentuk ketidakadilan terhadap kaum wanita. Lebih jauh mereka beranggapan melalui keikutsertaan wanita pada ranah publik dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas kaum wanita. Benarkah demikian?
Saya selalu ingat apa yang dikatakan ibu saya, “Perempuan bagiannya di rumah, sedang laki-laki di luar rumah.” Sepintas terdengar sangat diskriminatif. Tapi, makin lama saya makin paham bahwa inilah yang dimaksud Job Descpription. Layaknya sebuah organisasi, keluarga pun mutlak memiliki job description. Dan hal yang harus kita pahami adalah tidak ada yang menjamin seorang yang memiliki wilayah kerja di sektor publik akan memiliki kemuliaan dan kualitas lebih baik dari seorang ibu yang memiliki wilayah tanggungjawab pada sektor privat. Karena semua kemuliaan mutlak hanya akan dipetik dari ketaqwaan dan ketaatan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semoga kita dapat renungkan apa yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. An-Nisaa’ ayat 32, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Ibu, sebagai seorang ‘manajer’ rumah tangga adalah sebuah entitas terpenting dalam konteks pembentukan sebuah generasi. Tanpa seorang ibu yang berkualitas takkan lahir para manusia-manusia berkualitas. Ibulah, madrasah peradaban yang paling awal. Dari para ibulah cetak biru sebuah poros peradaban ditentukan. Kesungguhan para ibu men-tarbiyah keturunannya adalah langkah nyata rekonsiliasi sebuah bangsa. Dan kerja-kerja macam ini, bahkan para bidadari surga pun belum tentu mampu melakukannya. Dengan kesungguhan inilah, bahkan para bidadari pun akan mencemburuinya.

2.   Wanita Shalihah: Pesona Di atas Pesona
Ia mutiara terindah dunia
Bunga terharum sepanjang masa
Ada cahaya di wajahnya, Betapa indah pesonanya
Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya
Kelak, ia menjadi bidadari surga, Terindah dari yang ada
(Hanan)

Ya, bidadari surga yang Allah segerakan berikutnya adalah wanita shalihah. Konteks tulisan ini sama sekali bukan tentang fisik. Kita hanya akan membahas hal-hal substansial yang bernama kesalehan. Untuk itu, cukuplah dialog penuh ‘ibrah antara Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang didokumentasikan oleh Imam Ath-Thabrani sebagai pecut penyemangat, pengobar ruh kesalehan.
Ummu Salamah Radhiyallahu ‘Anha berkata, “Wahai Rasulullah, Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam jelaskanlah kepadaku firman Subhanahu wa Ta’ala tentang bidadari-bidadari yang bermata jelita.” (QS. Ad-Dukhan: 54) Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”
Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “Laksana mutiara yang tersimpan baik.” (Al-Waqi’ah: 23) Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”
Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar-Rahman: 70) Beliau menjawab, “Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”
Aku berkata lagi, “Jelaskan kepadaku firman Allah, “Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik.” (Ash-Shaffat: 49) Beliau menjawab, “Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”
Aku berkata lagi, “Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, Penuh cinta lagi sebaya umurnya” (Al-Waqi’ah: 37) Beliau menjawab, “Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya.”
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli” Beliau menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Aku bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?” Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? Beliau menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaqnya paling bagus, lalu dia berkata, “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaqnya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya”. Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”
Keshalihan dan akhlaq baiklah sumber kemuliaan, semoga kita dapat meraihnya. Amiin.


oleh : Nur Pamudji, Direktur Utama PT. PLN
  

Ikadikobar.blogspot.com - Saya terhenyak dan sedih setiap kali mendengar ada kolega yang masuk ruang ICU gara-gara serangan jantung, stroke atau penyakit gawat lainnya. Mungkin mereka akan pulih sepulang dari rumah sakit, tapi kondisi kesehatannya tentu tidak lagi sama dengan kondisi sebelum sakit. Peluang bagi manajemen untuk menugasi yang lebih menantang jadi semakin kecil, kalau tidak malah lenyap sama sekali. Sebab itu saya sering menyisipkan pesan untuk menjaga kebugaran tubuh di setiap kesempatan berbicara di depan khalayak PLN.

Anda tidak perlu pergi ke dokter untuk tahu apakah tubuh anda bugar atau tidak. Detak jantung per menit pada kondisi istirahat adalah indikator kebugaran yang akurat. Detak jantung manusia dewasa pada kondisi istirahat berkisar antara 60 detak per menit (dpm) sampai 90 dpm. Anda belum pernah mengukur detak jantung per menit? Jangan khawatir, Anda tidak sendirian, sebagian besar pembaca Note ini juga belum pernah melakukannya. Cara praktis mengukur detak jantung adalah dengan cara menempelkan jari pada pergelangan tangan bagian dalam atau bagian leher di belakang telinga, ukurlah selama 10 detik, lalu kalikan dengan 6, Anda akan mendapatkan angka detak per menit. Makin dekat ke 60, makin bugar, makin dekat ke angka 90, makin tidak bugar. Nah, kalau Anda belum tahu berapa detak jantung kondisi istirahat Anda, sekarang lah saat yang tepat untuk melakukannya, karena saat ini adalah kondisi istirahat. Pegang nadi Anda, dan perhatikan jam di layar komputer. Berapa?
Selain detak dalam kondisi istirahat, ada pula detak dalam kondisi berolahraga, yaitu kisaran 70% sampai 90% dari apa yang disebut detak maksimum. Sedangkan detak maksimum dihitung dengan rumus yaitu (220 – umur). Jadi kalau umur Anda 50, maka detak maksimum adalah 220-50 = 170 dpm. Maka pada saat olahraga, detak jantung anda harus berada di kisaran 70%x170=125 sampai 90%x170=150 (saya bulatkan), dan harus dipertahankan terus berada di kisaran itu selama paling sedikit 45 menit, agar olahraga yang kita lakukan bermanfaat pada tubuh.

Olahraga aerobik seperti jalan, jalan cepat, jogging, berenang, bersepeda, pencak silat, taichi, chi kung, senam pernafasan, dan yang sejenis, yang dilakukan secara terukur dan teratur dalam jangka panjang akan menurunkan dpm kondisi istirahat. Terukur artinya pada setiap latihan, detak jantung kita berada di kisaran detak kondisi olahraga selama paling sedikit 45 menit. Teratur artinya takarannya cukup yaitu lima kali seminggu pada hari-hari yang kita pilih, serta dilakukan secara terus menerus dalam jangka panjang, mulai hari ini sampai kelak kita berpulang ke rahmatullah. Kalau Anda rajin main tenis atau bulutangkis seminggu sekali, jangan dulu merasa sudah bugar sebelum pernah mengukur detak jantung per menit. Memang olahraga permainan seperti voli, boling, dan sejenisnya baik untuk pergaulan sosial dan pertemanan, tapi seringkali tidak cukup untuk menjaga kebugaran, masih perlu ditambah dengan olahraga aerobik.

Saya mulai mengukur detak jantung sekitar 5 tahun lalu, saat mulai berolahraga aerobik secara terukur dan teratur. Waktu itu, pada kondisi istirahat, detak jantung sekitar 75an. Dengan berjalannya waktu, detak istirahat semakin hari semakin berkurang, saat ini detak per menit sudah mencapai 58, artinya bugar. Salah satu kenikmatan punya tubuh bugar adalah tidak pernah kena penyakit batuk, pilek dan kepala pusing (migren). Jadi kalau Anda sering batuk, pilek dan kepala pusing, ukurlah detak jantung kondisi istirahat Anda, saya tebak, angkanya antara 75 sampai 80an dpm.

Kalau Anda mau keluar modal sedikit, ada alat ukur detak jantung dan tekanan darah elektronik yang harganya 500-an ribu rupiah. Memang alat ini tidak seakurat alat ukur tekanan darah pakai air raksa milik dokter, tapi lumayanlah. Dengan memasang alat ini pada pergelangan tangan, saya baru tahu bahwa tekanan darah sistole dan diastole turun pada saat detak jantung kita berada di kondisi olahraga. Ketika detak mencapai 150 dpm, sistole/diastole turun dari kondisi normal 120/80 menjadi 70/40. Ada pula alat ukur detak yang pakai kabel dengan sensor dipasang di dada, cocok untuk pesepeda, bisa mengukur detak sambil terus nggowes.

Kalau Anda ingin memulai berolahraga secara terukur dan teratur, saran saya, jangan melakukannya sendirian. Bergabunglah ke klub atau buatlah klub. Empat bulan pertama biasanya membosankan. Adanya teman dalam klub akan saling mengingatkan untuk terus berolahraga. Ketika tubuh mulai terasa semakin bugar, biasanya Anda akan ketagihan untuk terus berolahraga. Selain itu, usahakan ada instruktur, karena instruktur akan mengatur waktu olahraga kita dan memaksa Anda untuk berolahraga dengan cara yang benar dan terukur. Kadang sesama teman di dalam klub membuat kita tidak berolahraga, malah ngobrol ngalor-ngidul, nah, tugas instruktur untuk menegur. Instruktur juga akan mengukur beberapa indikator kesehatan fisik Anda, lewat test lari 1 mil (1,69 km), push up, dan uji kelenturan tubuh. Lima tahun lalu, saya ngos-ngosan kalau lari. Saat ini, catatan waktu terbaik lari 1 mil saya adalah 7 menit 36 detik, masuk kategori excellent untuk seumur saya. Sedangkan push up dan kelenturan tubuh cuma kategori normal, well, at least not bad lah.

Olahraga teratur akan membuat darah kita mengandung banyak hormon endorphin, yaitu zat seperti morphin yang diproduksi oleh tubuh kita saat berolahraga, yang membuat diri kita menjadi senantiasa ceria. Benarlah apa kata pepatah latin yang sejak kecil kita kenal, men sana in corpore sano, pikiran yang sehat ada di tubuh yang bugar. Jadi selain tubuh jadi sehat, olahraga teratur juga bikin pikiran jadi cerah, selalu positif thinking, selalu bersemangat dalam bekerja. Kolega akan menilai kita sebagai kawan yang koperatif, yang enak diajak bekerja sama. Kalau Anda melihat ada kolega yang sering murung, sering berkeluh kesah, senantiasa negatif thinking, gampang marah, tidak bersemangat dalam bekerja, coba ukurlah berapa detak jantungnya per menit. Bisa dipastikan bahwa corpore-nya nggak sano.

Setelah membaca Note ini, janganlah anda menuntut agar BKK setempat membiayai klub olahraga aerobik, misalnya pencak silat Merpati Putih, agar karyawan bisa berlatih dengan gratis, dan kalau klub itu tak kunjung terbentuk, jadi alasan untuk tak kunjung memulai berolahraga aerobik secara teratur dan terukur. Klub olahraga yang dibiayai kantor umurnya tidak akan lama, sebulan sampai dua bulan pertama akan ramai, mulai bulan ketiga persertanya semakin susut, dan akhirnya bubar. Lebih baik bergabung dengan klub di luar kantor. Anda membayar iuran, dan iuran itu akan jadi salah satu faktor pemaksa untuk terus datang ke klub. Sekalian itu juga untuk memperluas pergaulan; masak bergaul hanya dengan teman sekantor.

Syarat bagi karyawan PLN selain jujur, cakap dan bersemangat, kini bertambah satu: bugar.*


*http://www.pln.co.id/

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.