Latest Post

Sabtu, Mei 12, 2012

ikadikobar.blogspot.com - Pangkalan Bun.


 Allah swt berfirman  :

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…( Ali Imran 185)

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu) . Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun ( Al Araf : 34)

….Dan tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya esok, dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati….( Al Luqman : 34)

Mensikapi bencana pesawat Sukhoi yang sedang hangat diperbincangkan berbagai media di tanah air  bahkan di dunia internasional, sebagai seorang muslim tentu kita faham betul arti dan maksud dari kutipan ayat-ayat diatas.

Sudah merupakan sunnatullah bahwa setiap diri akan mengalami kematian. Namun yang menjadi misteri adalah kita tidak pernah mengetahui kapan, dimana dan dengan cara seperti apa kematian datang menjemput kita.

Setiap kejadian yang terjadi di muka bumi ini tidak pernah luput dari hikmah. Kecelakaan pesawat yang bukan pertama kali terjadi di atmosfer Indonesia ini tentu membawa banyak hikmah untuk kita semua. Diantaranya dzikrul maut atau mengingatkan kita kepada kematian yang pada hakikatnya siap menghampiri kita kapan saja.

Kecelakaan maut di darat, di air atau di udara hanyalah salah satu cara Allah mengambil nyawa makhluk-makhlukNya. Yang menjadi tanda tanya besar adalah sejauh manakah kita telah mempersiapkan  kematian kita yang merupakan gerbang awal kehidupan abadi kita semua sejak kita mengerti bahwa kematian akan datang tanpa kabar berita kapan, dimana dan bagaimana?

Sungguh ayat-ayat diatas merupakan kemurahan dan bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya agar  kita semua bersiap siap dengan matang menghadapi akhir kehidupan kita. Karena pasti semua manusia ingin hidupnya berakhir dengan husnul khotimah.

Ulama Ibnul qoyyim mengatakan “ Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian dan mempersiapkan kematiannya dengan matang”.

Usia dan kesempatan adalah dua hal penting yang diberikan Allah sebagai investasi semasa hidup di dunia. Dengan usia yang terbatas tentunya kita harus pandai-pandai mengalokasikan usia ini untuk hal-hal yang bermanfaat dan menguntungkan kita di kehidupan selanjutnya.

Maka uraikan dan rencanakan ending hidup kita dengan seindah-indahnya agar kita menjadi hamba Allah yang selamat di dunia dan akhirat.
Semoga Para Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran. amiin *
*) http://www.eramuslim.com

Sabtu, Mei 12, 2012
 
Jakarta, ikadikobar.blogspot.com- Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan saat Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak tanggal 9 Mei pukul 14.33 WIB, gunung tersebut sedang diliputi awan Cumulonimbus menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km).

"Logika sederhananya, pilot akan mencari jalan keluar yang paling aman. Namun menaikkan pesawat untuk mengatasi awan mungkin dianggap terlalu tinggi, dari 10.000 kaki harus terbang melebihi 37.000 kaki. Karena itu, pilihannya hanya mencari jalan ke kanan, kiri, atau bawah," kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Thomas Djamaluddin, ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu (12/5/2012).

Karena itu, ia menjelaskan, pilihan minta izin menurunkan pesawat ke ketinggian 6.000 kaki mungkin didasarkan pada pertimbangan bahwa ada sedikit celah yang terlihat di bawah, tetapi terlambat memperhitungkan risiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung.

Ia menguraikan, data MTSAT menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak memang tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen.

Analisis indeks konveksi yang bisa menggambarkan ketinggian awan juga menunjukkan indeks sekitar 30 yang bermakna adanya awan Cb (Cumulonimbus) yang menjulang tinggi sampai sekitar 37.000 kaki (11,1 kilometer).

Data satelit itu, tambahnya, memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan tebal yang menjulang tinggi. Pada saat sebelum jatuh itu, diinformasikan pesawat turun dari ketinggian 10.000 kaki (3 kilometer) ke 6.000 kaki (1,8 kilometer), padahal tinggi gunung Salak sekitar 2,2 km.

Namun analisis ini, tegasnya, hanya berdasarkan data satelit cuaca, sekadar untuk memberi jawaban sementara berdasarkan data, bukan berdasarkan spekulasi yang tak berdasar.

"Analisis komprehensif tentang faktor lainnya tentu kita nantikan dari analisis rekamanan penerbangan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), walau tentu saja faktor cuaca tetap tak dapat dikesampingkan," kata Djamal.

Sementara itu, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Syamsul Bahri yang ditemui mengatakan, saat berada di dalam kepungan awan seorang pilot memiliki risiko yang tinggi untuk tiba-tiba naik atau tiba-tiba turun.

"Karena itulah, setiap pilot selalu menghindari awan untuk menghindari risiko ini dengan terbang jauh di atas liputan awan. Namun mungkin si pilot belum menguasai medan yang berat ini," kata Kepala Biro Perencanaan BPPT yang berpengalaman menerbangkan pesawat untuk layanan modifikasi cuaca itu.*

*)http://www.seruu.com/

Sabtu, Mei 12, 2012
Oleh: Tim dakwatuna.com

ikadikobar.blogspot.com – Jakarta. Hingga Maret 2012, total aset industri keuangan syariah mencapai Rp152,3 triliun. Jumlah itu berasal dari 11 bank komersial berbasis syariah, 24 unit usaha bank syariah, dan 155 bank perkreditan rakyat syariah.
Meski masih triwulan pertama, total asset tersebut terbilang besar. Lebih dari setengah total aset industri keuangan syariah selama 2011 sebesar Rp214 triliun yang didominasi aset perbankan syariah sebesar 69,5% dan obligasi syariah 18,7%.
“Rata-rata pertumbuhan Industri perbankan syariah sangat bagus, 40,2% selama lima tahun terakhir. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bank konvensional yang hanya sekitar 16,7%,” ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah di Hotel Hilton, Bandung, Senin (7/5).
Selain itu, kontribusi perbankan terhadap industry perbankan komersil meningkat 4,1%. Halim percaya, jika tren positif tersebut terus berlangsung, dekade berikutnya kontribusi perbankan syariah bisa meningkat 15%-20%.
Gambaran umum industri keuangan syariah global memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Dari total aset yang hanya US$137 miliar pada 1996 menjadi US$1,3 triliun pada 2011. “Pada 2015, jumlah diharapkan bisa mencapai US$5 triliun,” tutur Halim. (*/X-13/MICOM)

Sumber: http://www.dakwatuna.

Sabtu, Mei 12, 2012
Kategori : Entrepreneurship
Dalam setiap kali pelatihan, seminar, coaching maupun mentoring para (calon ) entrepreneur saya nyaris hafal pertanyaan-pertanyaan yang hampir selalu muncul. Yang paling sering adalah “…saya sudah sekian kali mecoba, tetapi gagal lagi dan gagal lagi…”.  Yang sering muncul juga adalah “…Saya sudah mencoba, tetapi masalah ini muncul, masalah itu muncul….bahkan masalah demi masalah bergatian muncul…”. Selain jawaban yang sifatnya teknis, jawaban kiasan yang saya ambil dari cerita tentang Wortel, Telur dan Kopi biasanya  juga tidak kalah efektifnya.

Untuk memahami cerita ini dan pesan yang ada di dalamnya, Anda bisa benar-benar menyiapkan bahannya yang rata-rata ada di sekitar Anda yaitu beberapa wortel, satu atau dua butir telur dan beberapa sendok kopi bubuk. Kalau toh Anda tidak mencobanya secara langsung, Anda bayangkan saja juga cukup. Tetapi bila mencobanya langsung efek pembelajaran psikologisnya akan lebih terasa.

Pertama rebuslah air secara cukup di tiga wadah yang berbeda, tunggu sampai ketiganya mendidih. Setelah mendidih , masukkan wortel di wadah pertama, telur di wadah kedua dan kopi di wadah ketiga. Biarkan air terus mendidih sampai sekitar ¼ jam, setelah itu matikan kompornya.

Sekarang Anda amati apa yang terjadi dengan wortel, telur dan kopi Anda ?. Wortel yang tadinya keras, tiba-tiba lunak dan bila Anda jatuhkan akan mblenyek di lantai. Telur yang tadinya lunak di dalamnya, setelah direbus dia menjadi keras. Untuk kopi berbeda lagi, setelah direbus kopi bubuk berubah bentuknya dari bubuk menjadi bercampur air yang sedap harum dan enak rasanya.

Maka seperti itulah (calon) entrepreneur itu setelah mengalami ujian yang berat – yang direpresentasikan oleh air rebusan yang mendidih tersebut. Yang tadinya penuh semangat untuk menjadi pengusaha dengan segala persiapannya, tetapi sebagian besar akan lemas lunglai setelah masalah demi masalah menerpanya – seperti wortel masak.

Tetapi ada sedikit di antara para (calon) entrepreneur tersebut yang tadinya lemah dan ringkih – seperti telur mentah, justru setelah melalui terpaan masalah demi masalah menguatkannya menjadi pribadi entrepreneur yang kokoh dan perkasa.

Lebih sedikit lagi adalah yang seperti kopi bubuk di atas, terpaan masalah yang berat mentransformasikan dia menjadi bentuk lain – dirinya sendiri tidak lagi penting, dia meleburkan diri dalam lingkungannya – meningkatkan kwalitas hidup masyarakat sekitarnya – yang tadinya terasa hambar seperti air tawar berubah menjadi sedap rasanya dan harum pula baunya.

Cerita ini banyak menyemangati (calon) entrepreneur dalam menghadapi masalah-demi masalah. Kadang mereka merasa lunglai tidak berdaya dengan masalah yang ada – itu wajar dan manusiawi, tetapi karena mereka tidak ingin menjadi wortel dalam cerita tersebut, mereka bangkit berusaha keras – minimal menjadi telur atau bahkan menjadi kopi bubuk yang mengharumkan dan menyedapkan linkungannya yang semula hambar. Mau yang mana Anda ?. Wa Allahu A’lam. *
*) http://geraidinar.com/

Sabtu, Mei 12, 2012

Dari Embargo Ke Organic …

ikadikobar.blogspot.com Sekitar 50 tahun lalu suatu negeri pulau kecil mulai diembargo oleh negeri terkaya di dunia yang hanya berbatas laut dengannya. Negeri pulau kecil ini adalah Cuba dan yang memimpin embargo adalah salah satu tetangga terdekatnya yaitu Amerika Serikat. Setelah hampir setengah abad negeri yang diembargo itu hidup dalam segala keterbatasan, kini negeri yang memimpin embargo itu dan juga negeri-negeri lain mulai berbalik mengambil pelajaran darinya.


Hampir tiga dekade sejak diembargo, untuk memenuhi kebutuhan negerinya Cuba menggantungkan diri pada perdagangan bersubsidi dari negeri-negeri blok timur dibawah pimpinan USSR. Tetapi USSR sendiri runtuh pada tahun 1991, yang membuat kondisi Cuba tambah runyam.

Paska keruntuhan USSR, ekonomi Cuba ikut mengkerut sampai 35 % . Sejalan dengan pengkerutan ekonomi yang luar biasa ini, kelaparan meluas di seluruh negeri. Konsumsi rata-rata penduduk turun sekitar 1/3 nya dari rata-rata 3,052 kalori/hari  sebelum keruntuhan USSR menjadi tinggal 2,099 kalori/hari pasca keruntuhan. Padahal jumlah kalori minimum agar orang tidak sampai kelaparan adalah 2,100 – 2,300 kalori/hari, maka saat itu boleh dibilang secara nasional Cuba menjadi negeri yang kelaparan.

Mengapa tiga dekade Cuba bisa survive tetapi tiba-tiba kelaparan bersamaan dengan runtuhnya USSR ?, inilah pelajaran pertamanya yaitu karena Cuba terlalu bergantung pada impor – kususnya impor minyak dari USSR dan negeri-negeri blok timur lainnya. Saat itu impor minyak Cuba turun dari 14 juta ton /tahun menjadi tinggal sekitar 4 juta ton/tahun.

Dampak dari penurunan supply minyak ini, giliran listrik mati bisa mencapai 16 jam per hari. Transportasi tidak bisa berjalan, mesin-mesin produksi dan pertanian berhenti karena semua tidak mendapatkan bahan bakarnya secara cukup.

Tetapi dari sinilah pelajaran kedua muncul, yaitu janji Allah bahwa semua makhluk hidup mendapatkan jatah rezekinya (QS 11 :6) – tidak terkecuali penduduk di negeri yang tidak mengenal Tuhan sekalipun seperti Cuba ini. Setelah tiga dekade bergantung pada import bersubsidi dari negeri komunis, satu dekade import dan subsidinya negeri se blok menghilang, maka satu dekade terakhir bukti bahwa rezeki tersedia cukup bagi semua makhluk itu begitu jelas nampak pada mereka.

Keterbatasan bahan bakar minyak membuat penduduk negeri itu meninggalkan mobil dan menggunakan kendaraan umum, jutaan sepeda menjadi kendaraan baru bagi masyarakat, dan kendaraan-kendaraan pejabat pemerintah menjadi tumpangan bagi rakyat yang memerlukannya.

Lebih dari itu Cuba bangkit dengan pertaniannya yang bagi negeri-negeri lain yang maju sekalipun masih berupa teori. Tidak kurang dari 80 % produk pertanian negeri itu kini organic, dihasilkan melalui apa yang disebut permaculture dan community farm.

Permaculture intinya adalah ecological design dan ecological engineering yang mengembangkan system pertanian yang self-sustainable meniru ecosystem di alam, untuk menopang  kehidupan penghuni bumi ini secara berkelanjutan.

Ada tiga hal yang menjadi titik perhatian dari permaculture yaitu memelihara apa yang ada di alam, menjaga manusia yang tinggal di dalamnya dan menyeimbangkan populasi dengan ketersediaan konsumsi.

Kini banyak orang-orang dari negeri maju belajar dari Cuba yang tidak lagi kelaparan, tingkat konsumsi mereka telah meningkat ke angka 2,600-an kalori/hari – jauh di atas kebutuhan minimal agar orang tidak kelaparan. Bukan hanya tidak kelaparan, dengan permaculture, community farm dan bahan pangan organic-nya yang luar biasa – mereka kini memiliki variasi bahan pangan yang lebih banyak dan lebih sehat dibandingkan dengan negara-negara lain yang maju sekalipun.

Ketika bahan bakar, pupuk dan produk-produk industry tidak lagi bisa mereka peroleh, mereka kembali mengandalkan alam dan berhasil. Bisa jadi  benar saran pengusaha tua dari Singapore yang pernah saya tulis di situs ini, yaitu agar Indonesia meng-embargo diri untuk bisa mandiri – karena Cuba telah membuktikannya.

Pelajaran ke tiga yang bisa diambil dari Cuba adalah ketika krisis terjadi, pemerintah dan rakyat bahu membahu mengatasinya secara bersama – seperti yang tercermin dari contoh kecil para pejabat yang mau memberi tumpangan kendaraan pada rakyat yang membutuhkannya.

Maka pada kesempatan ini saya menghimbau khususnya bagi para wakil rakyat yang suka ‘study banding’ ke manca negara; perbanyaklah study banding ke negeri seperti  Cuba, dan kurangi study banding ke negeri-negeri seperti Jerman, Perancis, Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya.

Mengapa demikian ?, negeri berkembang seperti kita ini ibarat petani dari desa. Kalau kita ke kota besar seperti Jakarta, maka kita banyak terkagum-kagum tetapi tidak banyak manfaat yang bisa kita bawa dan terapkan di desa kita. Sebaliknya bila petani dari desa ini studi banding ke petani lain yang sukses dengan karyanya, maka langsung bisa kita contoh dan terapkan di desa kita.

Belajarlah dari negeri dengan jumlah penduduknya sekitar 11 juta di areal luas lahan sekitar  110,000 km2 - yang kini mampu memberikan pendapatan per capita penduduknya di angka sekitar US$ 9,900. Bandingkan ini dengan Indonesia yang memiliki 248 juta penduduk di luas areal sekitar 1,900,000 km2, pendapatan per capita penduduknya kurang dari separuh dari Cuba yaitu di kisaran US$ 4,700. Data ini diperoleh dari CIA yang bekerja ekstra keras memelototi seluk beluk yang terjadi di dua negeri ini – untuk alasan dan sudut pandang yang berbeda !.

Dari angka-angka ini lantas saya memang tidak sampai pada taraf seperti yang disarankan oleh pengusaha Singapore tersebut di atas yaitu mendorong agar Indonesia meng-embargo diri, karena bagaimanapun perdagangan internasional akan bermanfaat bila dapat dijalankan secara adil. Namun bila kita diperlakukan secara tidak adil, ditekan sana – ditekan sini sampai-sampai kenaikan harga bahan bakar di negeri ini-pun konon karena tekanan asing, maka kita harus berani menyatakan tidak.

Kita harus berani menyatakan tidak untuk segala perlakuaan yang tidak adil dari negeri-negeri yang sok mendikte kita. Bila dampak dari sikap merdeka yang bebas dari tekanan asing ini terburuknya membuat kita diembargo sekalipun, kita tidak perlu khawatir sama sekali.

Siapa tahu kita bisa lebih sehat karena tumbuh secara ‘organic’ dan siapa tahu pula pendapatan kita malah meningkat dua kalinya dari sekarang – menyamai Cuba. Wa Allahu A’lam. *
*) http://geraidinar.com

Sabtu, Mei 12, 2012

10 Tips Sederhana Ala Nabi Muhammad SAW

Sabtu, 12 Mei 2012

 

Ingin sehat.. Siyam!
Ingin wajah bersinar.. Qiyamullail
Ingin hati lapang.. Tilawah Al-Quran
Ingin bahagia.. Sholat di awal waktu
Ingin meredam nafsu.. Wudhu dan istighfar
Gelisah gundah bin galau.. Perbanyak doa dan olahraga
Hilangkan tekanan, ancaman... Perbanyak membaca.. لاحول ولاقوة الا بالله
Ingin hidup berkah berlimpah rahmat.. Pastikan rizki yg halal dan perbanyak sholawat Nabi
Ingin kekayaan harta.. Banyak-banyak sedekah
Ingin kebaikan tanpa lelah.. Bagikan pesan sederhana ini ke teman-teman

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.