Latest Post

Oleh: Azizon

Kirim Print
Ilustrasi (inet)
ikadikobar.blogspot.com- “Gumpalan debu yang menjadi daki adalah makanan, Air mata dan keringat yang asin adalah air minum, Tetesan darah karena kematian dan luka adalah tinta yang menggoreskan kepahitan”.
Walaupun terlihat “lebay” namun sedikit banyaknya sajak tersebut menggambarkan bagaimana keadaan dan perasaan saudara-saudara kita yang berada di Myanmar, tepatnya etnis minoritas Rohingya. Etnis ini merupakan etnis muslim yang berada di daerah perbatasan Myanmar dan Bangladesh. Pemerintah Myanmar menyebut mereka sebagai penduduk ilegal yang datang dari Bangladesh. Ketika mereka mencoba kembali untuk datang ke Bangladesh, mereka juga ditolak. Penolakan oleh kedua penduduk asli ini disebabkan karena perbedaan budaya dan karena etnis Rohingya yang beragama Islam. Padahal menurut laporan disebutkan bahwa sudah terdapat sebanyak 8 juta orang Rohingya yang tinggal di Myanmar. Hal inilah yang membuat mereka sering disebut sebagai bangsa yang tidak bertanah air.
Akhir- akhir ini sebagaimana banyak pemberitaan yang menyampaikan telah terjadi pembantaian etnis Rohingya tersebut yang dilakukan oleh penduduk Budha yang mendapat dukungan dari militer Myanmar. Awal pembantaian yang dilakukan pada akhir-akhir ini disebabkan karena kemarahan oleh penduduk asli setempat karena mendapat kabar seorang wanita dari mereka diperkosa oleh 3 laki-laki Rohingya. Menurut berita yang beredar terakhir sudah ratusan orang Rohingya yang tewas dan puluhan ribuan orang yang tidak memiliki tempat tinggal.
Etnis Rohingya saat ini diibaratkan seperti binatang yang terus diburu. Bahkan ada kabar yang menyebutkan bahwa pemerintahan yang berkuasa di Myanmar sekarang, ingin melakukan pembersihan terhadap etnis ini.  Kasus pembersihan ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Orang-orang Rohingya sama seperti kita, yaitu manusia, tidak pantas diperlakukan layaknya binatang. Bahkan pembantaian terhadap binatang seperti orang hutan saja di Kalimantan banyak yang mengutuk. Apalagi membantai manusia. Di zaman yang katanya HAM dijunjung tinggi, tidak diperbolehkan lagi adanya rasisme, tapi kenapa tindakan seperti ini tetap terjadi dan dibiarkan? Apakah karena orang Rohingya yang warna kulitnya lebih gelap serta memiliki budaya dan keyakinan yang berbeda dengan penduduk asli tersebut mereka boleh dibasmi? Apakah relevan dengan nilai yang telah disebutkan di atas tadi? Orang-orang Rohingya punya hak buat hidup tidak sepantasnya tindakan seperti ini mereka terima. Dari kejadian ini terindikasi bahwa posisi umat Islam minoritas yang ada di beberapa negara masih terancam keadaannya karena berkembangnya penyakit Islamophobia (ketakutan terhadap Islam).
Nah yang menjadi perhatian kita saat ini, apakah benar posisi umat Islam itu sebegitu menakutkan dan berbahaya sekali? Apakah ini sebuah bukti betapa sulitnya umat Islam itu hidup di bawah kepemerintahan Non-Islam? Ataukah kita sebagai umat Islam yang harus introspeksi diri. Sedikit menelisik firman Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 120:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. Dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Dari ayat di atas bisa kita lihat bahwa, posisi umat Islam diibaratkan seperti tidak disukai oleh umat non muslim (kafir). Orang-orang kafir akan selalu berusaha untuk membuat umat Islam meninggalkan Islam itu sendiri. Berbagai cara akan mereka lakukan, atau dengan bahasa lain orang-orang kafir tidak suka dengan keberadaan Islam itu sendiri. Sehingga kejadian yang terjadi di Rohingya sekarang bisa jadi disebabkan memang karena perasaan tidak suka umat non muslim tersebut terhadap keberadaan Islam.
Namun di sisi lain sebagai umat Islam kita tentu juga harus introspeksi diri. Sudah jelas bahwasanya Islam itu adalah agama yang membawa kedamaian, namun kenapa kasus seperti Islamophobia itu masih berjangkit saat ini? Ini adalah pertanyaan yang meski kita jawab. Tidak ada yang bisa memungkiri bahwa secara substansi yang diajarkan Islam itu benar-benar membawa kedamaian bagi manusia dan merupakan rahmat bagi sekalian alam. Tetapi terkadang yang membuat substansi itu berubah di mata orang-orang non- muslim itu adalah karena tingkah dari beberapa oknum yang beragama Islam (menyebutkan mereka Islam) yang tidak sesuai dengan substansi itu, seperti tindakan terorisme, kekerasan dan tindakan lainnya yang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Termasuk pada kasus pembantaian yang terjadi terhadap etnis Rohingya, sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa menurut kabar yang beredar yang menjadi pemicu terjadinya kasus pembantai di Myanmar akhir-akhir ini adalah gara-gara kasus pemerkosaan. Inikan sudah jelas bahwa sebenarnya yang salah itu bukan Islamnya, tetapi perilaku dari orang Islam itu sendiri. Secara jelas dalam Islam itu pemerkosaan dilarang tetapi kenapa masih dilakukan? Di sinilah yang harus menjadi introspeksi bagi kita umat Islam, agar melaksanakan Islam itu secara kaffah dan benar.
Walaupun sebenarnya sedikit kita sayangkan kelihatannya kasus pemerkosaan ini cuma dijadikan alasan untuk misi pembersihan etnis tersebut. Secara logika kasus pemerkosaan itu melibatkan individu, bagi negara yang memiliki hukum yang harusnya dihukum adalah orang yang melakukan tindak pemerkosaan itu saja, kalau memang yang melatarbelakanginya hanyalah kasus pemerkosaan tadi.
Bicara lebih lanjut tentang pembantaian tersebut, sebenarnya kasus ini adalah kasus yang melanggar Hukum dan HAM. Sudah seharusnya tindakan ini segera diselesaikan agar tidak bertambahnya korban. Dilihat dari perkembangan yang terjadi saat ini sudah ada beberapa pihak yang bersuara untuk menyelesaikan peristiwa ini seperti ASEAN. Namun masih banyak kita lihat pihak/lembaga berwenang seperti PBB dan negara lainnya dunia yang masih berdiam terhadap kasus ini. Kebanyakan dari mereka hanya bisa menyampaikan ucapan simpati, namun tidak diikuti oleh tindakan kongkret termasuk negara-negara Islam sendiri, yang di dalamnya juga tergabung di Indonesia.
Nah, kita sebagai umat Islam bagaimanakah menanggapi kasus ini. Menelisik firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 54 yang artinya:
“ Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui”
Dalam kutipan ayat di atas disebutkan bahwa kita diperintahkan untuk bersikap tegas terhadap orang-orang kafir. Nah sudah seharusnya kita juga bersikap tegas terhadap tindakan yang dilakukan oleh penduduk asli Myanmar tersebut terhadap saudara kita etnis Rohingya.  Hendaknya kita berkontribusi aktif untuk mencegah kemungkaran ini. Berbagai cara banyak bisa kita lakukan mulai dari menyumbangkan tenaga, harta benda, serta pemikiran kita untuk mendesak pihak yang berkuasa untuk bertindak tegas terhadap kasus ini. Dan kita berharap pihak-pihak yang berkuasa tersebut seperti pemimpin-pemimpin negara Islam, negara yang katanya menjunjung tinggi HAM, serta PBB juga bertindak tegas terhadap kasus ini. Sudah saatnya kita mengusap air mata saudara kita yang ada di Myanmar saat ini. Kita mesti berbagi keindahan di bulan suci Ramadhan. Saudara kita di sana butuh ketenangan untuk menjalankan ibadahnya. Doa kepada Allah juga tidak lupa kita panjatkan, karena semuanya akan terjadi hanya dengan pertolongan Allah SWT.*)

ikadikobar.blogspot.com - Pangkalan Bun. Di Sabtu Ramadhan tanggal 04 Agustus 2012 Ikatan Dai Indonesia Kabupaten Kotawaringin Barat bekerja sama dengan pengajian Ibu-Ibu Masjid Besar Sirajul Muhtadin kembali melakukan kegiatan Majelis Dhuha. Kegiatan kali ini diisi oleh Ustadzah Dety Cantika Wahyu Rini. 

Dalam tausiyahnya Ustadzah Dety Cantika atau sering disapa dengan ustdz. Eet menyampaikan bahwa puasa Ramadhan adalah wasilah atau sarana untuk melatih diri kita supaya menjadi pribadi yang jujur, disiplin, memiliki jiwa sosial, dan sabar. Sehingga dengan sifat - sifat yang dimiliki tersebut diharapakan derajat takwa dapat diraih oleh setiap mukmin yang berpuasa.

Suasana pengajian cukup ceria, hidup dan khidmat. Dalam sesi terakhir kegiatan diisi dengan dialog dan pembagian doorprize.

Dalam sesi dialog terkait dengan masalah hadis, sebagaimana pertanyaan ibu-ibu, apakah bisa kita menggunakan hadis yang dhoif untuk landasan beramal? maka ustd. Muhammad Ichsan yang diminta untuk menambahkan penjelasan ustadz. Dety Cantika memberikan penjelasan tentang apa itu hadis? Siapa aja Ulama Hadis? Apa itu ilmu hadis? Kenapa ilmu hadis itu penting dipelajari? Beberapa kitab hadis dan penjelasan tentang hadis dhoif shohih dan cerita tentang Imam Bukhari yang tidak jadi mengambil hadis dari seorang perawi gara-gara perawi tersebut membohongi ayam yang dipanggilnya untuk diberi makan tapi tidak diberi makan.

Foto Ustadzah Dety Cantika sedang memberikan bingkisan terhadap peserta majelis dhuha yang bisa menjawab pertanyaan beliau.


Foto seorang muslimah yang bertanya kepada Ustadzah Dety Cantika



ikadikobar.blogspot.com - Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas untuk para Ibu yg sedang mengandung calon sang buah hati. Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan.
Tips Berpuasa Sehat Untuk Ibu Hamil
Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:
• Saat Sahur
- Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
- Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.
- Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
- Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.
 • Saat Berpuasa
- Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.
- Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
- Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan

buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

- Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

1. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

2. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
3. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
4. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
5. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa.
• Saat Berbuka
- Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
- Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.
- Setelah shalat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
- Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.
Oke demikianlah sedikit inpormasi Tips Berpuasa Sehat Untuk Ibu Hamil dari saya, semoga bisa membantu dan mudah-mudahan puasa kita 1 bulan full tanpa ada halangan apapun. Aamiin

ikadikobar.blogspot.com- Anak-anak usia sekitar 5-9 tahun memang belum diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadhan, tetapi para orang tua di Indonesia biasanya mulai mengenalkan pentingnya dan praktik langsung puasa di bulan yang suci ini. Ingin puasa penuh atau setengah hari, bisa disesuaikan menurut kemampuan anak Anda.

Apapun pilihan anak Anda untuk puasa penuh atau setengah hari, mereka tetap harus bangun sahur. Nah.. anak-anak biasanya agak sulit jika harus bangun pada jam yang tidak biasa untuk menikmati hidangan sahur. Agar kegiatan ini semakin mudah, kami punya tips yang bisa Anda coba.

Jelaskan Pentingnya Berpuasa dan Makan Sahur

Anak-anak akan menyukai apa yang dia lakukan jika tahu maksud dan tujuannya. Anda bisa menjelaskan mengapa mereka harus berpuasa, mengapa mereka harus merasakan lapar walaupun banyak makanan tersedia. Jelaskan juga pentingnya sahur sebagai sumber tenaga hingga waktu berbuka. Jelaskan dengan kalimat yang mudah mereka pahami.
 
 Bangunkan Tepat Waktu & Buat Anak Nyaman
Biasakan untuk membangunkan anak tidak lebih dari 40 menit sebelum waktu imsak. Bangun yang terlalu cepat akan membuat anak mengantuk mendekati waktu imsak. Anak-anak biasanya tidak tahan udara dingin pada waktu sahur, siapkan sandal rumah dan pakaikan jaket yang nyaman.
 
Selang-Seling Menu Sahur
Anak-anak mudah bosan dengan menu yang sama berulang-ulang. Karena itu tak ada salahnya Anda membuat daftar menu harian. Hal ini juga akan memudahkan Anda berbelanja bahan makanan mentah dan tidak pusing memikirkan, "Besok sahur pakai apa ya?" Contoh:
Senin: Nasi + sup + ayam goreng
Selasa: Nasi + tumis kangkung + gurami goreng
Rabu: Nasi + semur daging + sayur bayam
dan seterusnya
 
Kreatif Menyajikan Makanan
Tidak perlu menghias makanan dengan cara yang sulit, karena kepraktisan tetap harus diutamakan saat sahur. Anda bisa membeli cetakan puding berbagai bentuk yang dapat digunakan untuk mencetak nasi, misalnya bentuk Hello Kitty. Hias dengan sayur sederhana, misalnya wortel untuk mata, buncis untuk hitung dan sebagainya. Anak-anak biasanya suka dengan nasi yang dibentuk walaupun lauk disajikan seperti biasa.*)

*) Sumber: http://www.unik-aneh.com/2012

Ramadhan Kareem from http://fc08.deviantart.com/fs32/f/2008/235/6/8/___Ramadhan_Kareem_1429____by_LonelyDiary.jpgAwal turunnya kewajiban shaum Ramadhan adalah pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriyah, atas dasar ini para ulama berijma’ bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menunaikan ibadah shaum Ramadhan selama hidupnya sebanyak sembilan kali. ()
Ibnul Qayyim mengatakan dalam Zadul Ma’ad, bahwa difardhukannya shaum Ramadhan melalui tiga tahapan :
1.      Kewajibnya yang bersifat takhyir (pilihan).
2.Kewajiban  secara Qath’i (mutlak), akan tetapi jika seorang yang shaum  kemudian tertidur sebelum berbuka maka diharamkan baginya makan dan minum sampai hari berikutnya.
3.Tahapan terakhir, yaitu yang berlangsung sekarang dan berlaku sampai hari kiamat sebagai nasikh (penghapus) hukum sebelumnya.()
Tahapan awal berdasarkan firman Allah I :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ( البقرة: ١٨٤)
Artinya :
” Dan wajib bagi orang yang berat untuk menjalankan ash-shaum maka membayar fidyah yaitu dengan cara memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya. Barang siapa yang dengan kerelaan memberi makan lebih dari itu maka itulah yang lebih baik baginya dan jika kalian melakukan  shaum maka hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya.”  [Surat Al-Baqarah 184]
Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir :
“Adapun orang yang sehat dan mukim (tidak musafir-pen) serta mampu menjalankan ash-shaum diberikan pilihan antara menunaikan ash-shaum atau membayar fidyah. Jika mau maka dia bershaum dan bila tidak maka dia membayar fidyah yaitu dengan memberi makan setiap hari kepada satu orang miskin. Kalau dia memberi lebih dari satu orang maka ini adalah lebih baik baginya.”()
Ibnu ‘Umar [L] ketika membaca ayat ini فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ  mengatakan : “bahwa ayat ini mansukh (dihapus hukumnya-pen)”.()
Dan atsar dari Salamah ibnu Al-Akwa’ tatkala turunnya ayat ini berkata :
“Barangsiapa hendak bershaum maka silakan bershaum dan jika tidak maka silakan berbuka dengan membayar fidyah. Kemudian  turunlah  ayat  yang berikutnya yang memansukhkan (menghapuskan) hukum tersebut di atas.” ()
Secara dhahir, ayat ini وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ  mansukh (dihapus) hukumnya dengan ayat  فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ sebagaimana pendapat jumhur ulama ().
Tetapi dalam sebuah atsar Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata :
“Ayat ini bukanlah mansukh melainkan rukhshoh (keringanan) bagi orang tua (laki-laki maupun perempuan) yang lemah supaya memberi makan seorang miskin untuk setiap harinya.” ()
Berkata Al-Hafizh Ibnu Katsir :
“Kesimpulan bahwa mansukhnya ayat ini وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ adalah benar yaitu khusus bagi orang yang sehat lagi mukim dengan diwajibkannya ash-shaum atasnya. Berdasarkan firman Allah فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْه Adapun orang tua yang lemah dan tidak mampu bershaum maka wajib baginya untuk berifthor (berbuka) dan tidak ada qadha` baginya”.()
 
 
Dan inilah tahapan kedua. Tetapi jika seseorang bershaum kemudian tertidur di malam harinya sebelum berbuka maka diharamkan baginya makan, minum dan jima’ sampai hari berikutnya.
Tahapan ini kemudian mansukh (dihapuskan) hukumnya berlandaskan hadits Al Barra’ t:
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ  rإِذَا كَانَ الرَّجُلُ صَائِمًا فَحَضَرَ اْلإِفْطَارُ فَنَامَ قَبْلَ أَنْ يُفْطِرَ لَمْ يَأْكُلْ لَيْلَتَهُ وَلاَ يَوْمَهُ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنَّ قَيْسَ بْنَ صِرْمَةَ الأَنْصَارِي كَانَ صَائِمًا فَلَمَّا حَضَرَ اْلإِفْطَارُ أَتَى اِمْرَأَتَه فَقَالَ لَهَا : أَعِنْدَكِ طَعَامٌ ؟ قَالَتْ : لاَ لكِنْ أَنْطَلِقُ فَأَطْلُبُ لَكَ – وَكَانَ يَوْمَهُ يَعْمَلُ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ- فَجَاءَتْ اِمْرَأَتُهُ فَلَمَّا رَأَتْهُ قَالَتْ : خَيْبَةً لَكَ !  فَلَمَّا اِنْتَصَفَ النَّهَارُ غُشِيَ عَلَيْهِ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِي  rفَنَزَلَتْ هَذِهِ اْلأَيَةُ :  )أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ( فَفَرِحُوا بِهَا فَرْحًا شَدِيْدًا فَنَزَلَتْ )وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ( [رواه البخاري  وأبو داود]
Artinya :
“Dahulu Shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam  jika salah seorang di antara mereka shaum kemudian tertidur sebelum dia berifthar (berbuka) maka dia tidak boleh makan dan minum di malam itu dan juga siang harinya sampai datang waktu berbuka lagi. Dan (salah seorang shahabat yaitu), Qois bin Shirmah Al Anshory dalam keadaan shaum, tatkala tiba waktu berbuka, datang kepada istrinya dan berkata : apakah kamu punya makanan ? Istrinya menjawab : “Tidak, tapi akan kucarikan untukmu (makanan).” – dan Qois pada siang harinya bekerja berat sehingga tertidur (karena kepayahan)-  Ketika istrinya datang dan melihatnya (tertidur) ia berkata : ” Rugilah Engkau (yakni tidak bisa makan dan minum dikarenakan tidur sebelum berbuka- pen) !” Maka ia pingsan di tengah harinya. Dan ketika dikabarkan tentang kejadian tersebut kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka turunlah ayat :
)أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ(
“Telah dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan shaum (Ramadhan) untuk berjima’ (menggauli) istri-istri kalian.”
dan para shahabat pun berbahagia sampai turunnya ayat yang berikutnya yaitu :
)وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ(
“Dan makan serta minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.”
[HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud] ()

Lihat Kitab Taudhiihul Ahkam, Kitabush shiyam Jilid 3 hal 123 (secara makna).
Lihat Zadul ma’ad kitabus shiyam jilid 2 hal.20
Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, hal. 180 (Surat Al-Baqarah ayat 184)
Al-Bukhari Kitabut Tafsiir hadits no.4506.
Al-Bukhari Kitabut Tafsir hadits no.4507; Muslim Kitabush Shiyamhadist no. 149 – [ 1145 ] dan Abu Dawud Kitabush Shiyam, bab 2, hadist no.2312
Lihat Syarh Shahih Muslim An-Nawawi : Kitabush Shiyam hadits no. 149 – [ 1145 ]
Al-Bukhari Kitabut Tafsir hadits no. 4505
Lihat Tafsir Ibnu Katsir (II/281) dalam menafsirkan QS Al-Baqarah : 183 -185.
Peny :  Sehingga dengan ini, ayat (…وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيْقُونَهُ فِدْيَةٌ) masih tetap berlaku hukumnya orang yang lanjut usia dan tidak mampu untuk bershaum, dengan cara membayar fidyah. Namun bagi orang yang muda belia yang muqim (tidak musafir) tetap wajib atasnya ash-shaum.
Al-Bukhari Kitabush Shaum hadits no. 1915 dan Abu Dawud Kitabush Shiyaam, bab 1, hadits no. 2311.*)

*)Sumber: http://www.unik-aneh.com/2012

ikadikobar.blogspot.com- KITA bersyukur, salah satu anugerah dari Allah SWT kepada bangsa Indonesia adalah Kemerdekaan RI yang diproklamasikan 9 Ramadhan atau 17 Agustus. Bulan yang sangat isitimewa kedudukannya dan juga berlimpah ampunan, rahmat dan berkah dari Allah SWT.
Di saat menahan haus dan lapar, para pendiri bangsa ini justru menorehkan prestasi emas mereka. Di saat sepuluh hari pertama Ramadhan yang merupakan penuh Rahmat Allah SWT, kemerdekaan Republika Indonesia diproklamasikan.

Sejarah telah memperlihatkan kepada kita bahwa banyak prestasi yang ditorehkan di bulan Ramadhan. Yang cukup fenomenal dalam sejarah kenabian adalah terjadinya perang Badar Kubro pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah. Pada malam menjelang perang keesokan hari, Rasulullah SAW lebih banyak mendirikan shalat.

Dan ketika peperangan kian berkobar, Rasulullah SAW berdoa: “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi, ya Allah, kecuali jika memang Engkau menghendaki untuk tidak disembah untuk selamanya setelah hari ini.”

Maka turunlah ayat: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” (QS Al Anfal: 9). Pertempuran antara 314 kaum muslimin melawan 1000 orang pasukan Quraisy ini, dimenangkan kaum muslimin dengan izin Allah SWT.

Selain itu, penaklukan kota Mekah juga terjadi di bulan Ramadhan. Pada tanggal 10 ramadhan tahun ke-8 Hijriyah, terjadi penaklukan kota Mekah. Rasulullah SAW beserta 10.000 kaum muslimin melakukan mobilisasi ke Mekkah karena perjanjian Hudaibiyah telah dilanggar oleh kaum kafir Quraisy. Mereka memasuki Mekah dengan aman. Kaum kafir Quraisy yang mengetahui bahwa setiap penaklukan terjadi pembantaian justru semakin terpesona oleh akhlak Rasulullah SAW karena pasukan Islam tersebut tidak melakukan apa yang mereka bayangkan. Hingga akhirnya banyak penduduk Mekah yang masuk Islam.

Penaklukan kota Mekah ini jika ditarik ke belakang berawal dari pelanggaran perjanjian Hudaibiyah oleh kafir Quraisy. Dan pada awalnya perjanjian Hudaibiyah ini terlihat menguntungkan kaum kafir Quraisy, sampai Umar bin Khaththab ra pun mempertanyakan kepada Rasulullah SAW tentang disetujuinya perjanjian Hudaibiyah oleh Rasulullah SAW. Setelah turun wahyu Allah yang berbunyi, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata” (QS Al Fath: 1). Maka umat Islam menjadi tenang. Dan setelah terjadinya pelanggaran, maka bergeraklah pasukan Muslim ke Mekah hingga akhirnya beroleh kemenangan tanpa pertumpahan darah.
 
Prestasi lain yang juga tercatat sejarah adalah pada Ramadhan 92 Hijriah, Thariq bin Ziyad menaklukkan Andalusia (Spanyol) yang diawali dengan membakar hampir semua kapal yang membawa pasukannya. Tindakan ini menyebabkan tegaknya Islam selama lebih kurang tujuh abad di Andalusia.

Sementara itu, pada Ramadhan 658 Hijriah, Muzaffar Quthz berhasil memimpin kaum muslimin memperoleh kemenangan dari pasukan Tar Tar yang terkenal ganas dan juga tangguh setelah sebelumnya tidak dibayangkan kemenangan melawan pasukan ini.

Dengan melihat sederetan prestasi tersebut, maka bulan Ramadhan bukanlah bulan yang menjadikan umat Islam bermalas-malasan. Justru sebaliknya, bulan yang seharusnya penuh dengan prestasi karena pertolongan Allah sangat dekat dibanding bulan yang lain. Maka merugilah orang yang bermalas-malasan atau bahkan yang menjadikan tidur sebagai ibadah favorit.

Jika tidak mampu berprestasi untuk masyarakat, maka minimal kita bisa menorehkan prestasi untuk diri sendiri dan juga keluarga. Jika di bulan lain kita jarang sholat ke masjid, maka di bulan Ramadhan kita bisa meningkatkan kunjungan ke masjid. Jika di bulan lain kita jarang membaca Allquran, maka di bulan Ramadhan kita bisa meningkatkan intensitas membaca Alquran dan kemudian membiasakannya setelah Ramadhan.*)

Oleh : Irwan Prayitno
Gubernur Sumatera Barat
*) http://www.islamedia.web.id

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.