Latest Post



UNTUK ORTU YANG ANAKNYA MONDOK

"Kalo mau punya anak bermental kuat, orang tua-nya harus lebih kuat, punya anak itu jangan hanya sekedar sholeh tapi juga bermanfaat untuk umat, orang tua harus berjuang lebih..ikhlas.. ikhlas.. ikhlas..

Anak-anak mu di pondok pesantren gak akan mati karena kelaparan, gak akan bodoh karena gak ikut les ini dan itu, gak akan terbelakang karena gak pegang "gadget".

Insya Allah Anakmu akan dijaga langsung oleh Allah karena sebagaimana janji Allah yang akan menjaga Alqur'an..yakin.. yakin..harus yakin..

Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo.." (kalo sdh tua menangis krn anak2 kamu lalai thdp urusan akhirat....kebanyakan memikirkan urusan dunia, berebut harta, pamer rupa wajah...lupa surga)"


Pesan KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Ponpes Gontor
___
Sumber:https://www.facebook.com/faisal.kunhi.1/posts/10201245507215524


INI TULISAN BAGUS... Saya tidak bosan-bosan membacanya...

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang.
Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah.
Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima.
Mereka sanggup beli barang-barang mewah.
Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan.
Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota.
Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana.
Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan.
Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.
Mereka berbicara visioner saat bertemu rekan kerja.
Tapi mampu bercanda lepas bertemu teman sekolah.
Mereka tidak norak saat bertemu orang kaya.
Tapi juga tudak merendahkan orang yg lebih miskin darinya.

Mereka mampu membeli barang-barang bergengsi.
Tapi sadar kalau yang membuat dirinya bergengsi adalah kualitas & kapasitas dirinya, bukan dari barang yang dikenakan.
Mereka punya..
Tapi tidak teriak kemana -mana.
Kerendahan hati yang membuat orang lain menghargai dan menghormati dirinya.

Jangan didik anak dari kecil dengan penuh kemanjaan, apalagi sampai melupakan kesantunan & etika tata krama.

Hal hal sederhana tentang kesantunan seperti : Pamit saat pergi dari rumah, permisi saat masuk ke rumah temen (karena ternyata banyak orang masuk ke rumah orang tidak punya sopan santun, tidak menyapa orang orang yang ada di rumah itu), kembalikan pinjaman uang sekecil apapun, berani minta maaf saat ada kesalahan & tahu berterima kasih jika dibantu sekecil apapun. Kelihatannya sederhana, tapi orang yang tidak punya attitude itu tidak akan mampu melakukannya.

Bersyukurlah, bukan karena kita terlahir di keluarga yang kaya atau cukup.
Bersyukurlah kalau kita terlahir di keluarga yang mengajarkan kita kesantunan, etika tata krama & kesederhanaan.

Karena ini jauh lebih mahal daripada sekedar uang..

semoga bermanfaat..




TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) yang mengabulkan gugatan calon kepala daerah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Fakfak.

Komisioner KPU Pusat Hadar Nafis Gumay menuturkan, dalam proses peradilan di PTTUN tersebut, pihaknya sempat menanyakan bagaimana melaksanakan putusan PTTUN.

Menurut Hadar, pihak PTTUN pada intinya memperbolehkan KPU mengajukan kasasi. "Kalteng dan Fakfak, kami akan tunda dan kemudian kami akan lakukan kasasi," ujar Hadar di Kantor KPU Pusat Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2015).

Hadar menjelaskan, pelaksanaan pilkada di dua daerah tersebut harus menunggu hingga putusan akhir.

Ia pun tidak dapat memastikan berapa lama penundaan akan dilakukan, termasuk pengadaan logistik pilkada yang harus diganti karena ada perubahan komposisi calon kepala daerah.

"Karena harus menunggu putusan akhir kan. Tetapi, kami kan bisa sampaikan kami minta prioritas karena di undang-undang juga dikatakanbahwa pilkada dilakukan pada 2015," tutur Hadar.

Sebelumnya, KPU resmi menunda pilkadaserentak di lima daerah.

Kelima daerah tersebut adalah Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Simalungun, Kota Manado, dan Kota Siantar. (*)



Selasa, 08 Desember 2015


Palangka Raya - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Tengah (Kalteng) Achmad Syar'i memastikan pemungutan suara untuk memilih gubernur/wakil gubernur Kalteng yang seharusnya dilakukan Rabu (9/12), ditunda sampai ada keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Penundaan tersebut terkait putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta yang menyatakan Ujang Iskandar yang berpasangan dengan Jawawi sebagai cagub/cawagub Kalteng.

"Sekalipun KPU RI menerima atau melakukan kasasi terhadap keputusan PTUN tersebut, tetap membutuhkan waktu. Sebab, logistik pemungutan suara yang telah sampai di PPK hanya mencantumkan dua pasangan cagub/cawagub. Ini pertimbangan kami," katanya.

Mengenai sampai kapan diundur dan dilaksanakan pemungutan suara Pilkada Kalteng, Syar'i belum dapat memastikan dan masih menunggu informasi dari KPU. Namun, dirinya memastikan seluruh logistik yang telah diterima PPK akan segera ditarik.

"Sepuluh hari yang ada dalam undang-undang itu pemungutan ulang, bukan penundaan. Saya hanya bisa memastikan, Rabu (9/12), tidak ada pemungutan suara Pilgub Kalteng. Mengenai kapan akan dilakukan pemungutan suara, masih menunggu informasi dari KPU," katanya.

Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo memastikan penundaan pemungutan suara yang dilakukan KPU merupakan upaya terbaik pascaadanya putusan PTUN, sekaligus memberikan kepastian terhadap masyarakat.

Tentang adanya penambahan anggaran akibat penundaan pemungutan suara tersebut, Hadi Prabowo menyatakan tidak masalah dan pihaknya siap untuk mengalokasikannya.

"Semua proses Pilkada Kalteng untuk sementara ini dihentikan seluruhnya untuk menghemat anggaran. Saya hanya berpesan agar KPU Kalteng dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hati-hati dalam menggunakan anggaran. Kalau mengenai apakah, Rabu (8/12), libur atau tidak, ya tetap libur. Itu kan libur nasional," kata Hadi.



Ketika aku masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saat itu saya menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ....Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan..“Sayang, jangan khawatir...aku suka roti panggang yang gosong.”

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong. Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!” Tahu kah kamu apa yang menyakiti hati seseorang?..."kata kata kasar..."

Lalu ayah melanjutkan, "kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal, kadang lupa ulang tahun ibumu, ulang tahun pernikahan, dan lain-lain sama seperti orang lainnya. Yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis."

Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian...

Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya..

Enjoy life now.

Sumber: dari fb bu Atalia Praratya




Mohammad Arief Hidayat, Agus Tri Haryanto 
Minggu, 6 Desember 2015

VIVA.co.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Malik, menyebutkan bahwa ada dua daerah yang belum siap untuk menyelenggarakan pilkada serentak pada 9 Desember 2015.

Kedua daerah itu adalah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Simalungun di Sumatera Utara. Kedua daerah itu masih fokus pada permasalahan yang dihadapi calon kepala daerahnya.

"Provinsi Kalimantan Tengah masih menunggu putusan akhir TUN (Tata Usaha Negara) atas gugatan terhadap pencoretan calon gubernur dan wakil gubernur atas nama Ujang Iskandar dan Jawawi," ujar Husni di kantor KPU Jakarta, pada Minggu, 6 Desember 2015.

Sementara itu, Kabupaten Simalungun, KPU juga sedang menunggu putusan Mahkamah Agung terhadap calon bupati atas nama Amran Sinaga.

Mengenai Provinsi Kalimantan Tengah, Husni mengungkapkan, dalam putusan PTUN, isinya menangguhkan pelaksanaan pemungutan suara di daerah itu.

"Namun demikian, kami sudah distribusikan surat suara. Untuk saat ini, di surat suara tercantum dua pasangan calon. Tetapi kalau hasilnya sudah dikeluarkan dan mengikuti, kami distribusikan kembali," ucapnya.

Pilkada Kalimantan Tengah diikuti tiga pasang calon, yakni Sugianto Sabran-Habib Said Ismail, Wilya M. Yoseph-Wahyudi K. Anwar, dan Ujang Iskandar-Jawawi.

Pilkada serentak 2015 melibatkan sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota di Indonesia. Total pemilih yang tercantum sebagai Daftar Pemilihan Tetap (DPT) sebanyak 100.461.890 orang, yang terdiri atas 50.297.483 laki-laki dan 50.164.427 perempuan.

© VIVA.co.id

Video

[Yours_Label_Name][video]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.